PASAL 5



 

TAYAMUM

Hal-Hal yang Membolehkan Tayamum

Hal-hal yang membolehkan tayamum adalah beberapa hal berikut ini:

a. Kita tidak memiliki air yang cukup untuk digunakan bersuci, baik mandi maupun wudu. Dalam kondisi ini, kita harus mencari air hingga kita putus asa; bila tanah tidak rata, maka kita cukup mencari air sejauh sekali lemparan anak panah, dan bila tanah rata, maka kita harus mencarinya sejauh dua kali lemparan anak panah. Kita harus mencari air di empat penjuru bila kita memberi kemungkinan bahwa air dapat ditemukan di empat penjuru itu. Ya, jika kita tahu bahwa ada air di tempat yang lebih jauh dari kedua jarak yang telah ditentukan tersebut, maka kita wajib memperolehnya. Untuk mencari air, kita bisa mewakilkan kepada orang lain, bila hati kita bisa mantap dengan ucapannya.

Masalah 151: Jika kita telah mencari air sejauh jarak yang telah ditetapkan, lalu kita bertayamum (lantaran tidak menemukan air) dan mengerjakan salat, kemudian kita mendapatkan air di tempat pencarian air atau pada saat kita pulang kembali dari mencari air, maka salat kita itu sah dan kita tidak perlu mengqadha atau mengulanginya.

Masalah 152: Jika kita khawatir terhadap diri, kehormatan, atau harta kita yang memang kita perlukan, maka kewajiban mencari air gugur. Begitu juga halnya bila kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencarinya.

Masalah 153: Jika kita memiliki air yang hanya cukup digunakan untuk bersuci, maka kita tidak boleh menumpahkannya setelah waktu salat masuk. Bahkan ketidakbolehan menumpahkan air dan begitu juga membatalkan wudu sebelum waktu salat tiba bila kita tidak mempunyai air adalah pendapat yang kuat (lâ yakhlû min quwwah).

b. Kita takut dan khawatir untuk mengambil air.

c. Kita khawatir mengalami bahaya bila kita menggunakan air disebabkan kita sakit, memiliki luka, dan lain sebagainya, tetapi semua itu tidak sampai pada batas jabîrah.

Jika kita yakin atau khawatir akan mengalami bahaya (bila menggunakan air) dan kita bertayamum, tapi kemudian terbukti bahwa bahaya itu tidak ada,[1] maka:

▪ Apabila hal itu terbukti sebelum kita mengerjakan salat, maka tayamum kita itu batal.



1 2 3 4 next