PERBEDAAN PENDAPAT ADALAH RAHMAT?



Oleh : Muchyar Yara

 

Salah satu Hadisth Nabi SAW yang dikenal luas dikalangan  umat Islam adalah sabda Nabi SAW :  “Ikhtilaf umati rahma” atau perbedaan pendapat (dikalang-an) umatku adalah rahmat (dari Allah SWT).

 

Berdasarkan hadisth ini maka beragamnya pendapat dikalangan umat Islam sehubungan dengan berbagai urusan/masalah keagamaan justru dinilai sebagai rahmat dari Allah SWT. Padahal dilain pihak seorang awam sekalipun paham bahwa perbedaan pendapat adalah merupakan awal atau sebab terjadinya perpecahan (bercerai-berai), perselisihan dan pertentangan. Apalagi jika perbedaan pendapat itu berkaitan dengan masalah-2 keagamaan, sejarah umat manusia seringkali menunjukan ujungnya berakhir dengan pertumpahan darah.    

Padahal jika perbedaan pendapat adalah merupakan rahmat Allah SWT, maka secara a contrario atau sebaliknya tentunya “persesuaian/kesatuan pendapat” adalah merupakan azab atau musibah dari Allah SWT, meskipun persesuaian pendapat merupakan pondasi persatuan dikalangan umat.

 

Dilihat secara sepintas hadisth “ikhtilaf umati rahma” ini nampaknya sejalan benar semangatnya dengan situasi modern yang mendorong prinsip kebebasan berpikir dan kebebasan berpendapat. Bukankah demokrasi pada hakekatnya adalah juga manifestasi dari proses perbedaan pendapat yang ditentukan secara kuantitatif? Dimana perbedaan pendapat itu di representasikan dalam bentuk pendapat yang banyak/mayoritas dan yang sedikit/minoritas. Menurut paham demokrasi pendapat yang banyaklah yang benar, bahkan dianggap setara dengan pendapat Tuhan (vox populi vox dei), sedangkan pendapat yang sedikit/minoritas adalah pendapat yang salah atau pendapat syaitan.

 

Ketentuan Kitabullah



1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 next