KECINTAAN ILAHI DAN JALAN YANG MENYAMPAIKAN KEPADANYA



(Syarah Hadis Mi’raj 3)

 

Wahai Muhammad! Kecintaan ku wajib ( pasti ) bagi orang-orang yang saling mencintai karenaku, kecintaanku wajib bagi orang-orang yang membenci orang-orang yang tidak aku sukai karenaku[1], kecintaanku wajib bagi orang-orang yang menyambung tali persaudaraan karenaku dan kecintaanku wajib bagi orang-orang yang bertawakkal kepadaku. Kecintaanku tidak memiliki alam tidak juga memiliki batasan dan setiap aku angkat dari mereka satu alam, maka aku akan letakkan buat mereka alam lain…”

 

Dalam riwayat ini Tuhan menjadikan RasulNya menjadi objek ucapannya dan berfirman: kecintaanku wajib ( kewajiban disini bukan kewajiban taklifi akan tetapi kemestian dan kepastian akan sampainya kecintaan Tuhan ) bagi empat kelompok:

Pertama: orang-orang yang saling mencintai karena kecintaan mereka terhadapku

Kedua: orang-orang yang karena aku mereka memutuskan hubungan dengan orang-orang atau sesuatu yang tidak aku cintai atau dengan musuh-musuh aku. Dengan kata lain jika seandainya dulu mereka atas dasar hawa nafsu dan bertentangan dengan keridhoan Tuhan mereka mencintai musuh-musuhNya, dan sekarang karena kecintaan kepada Tuhan mereka memutuskan hubungan tersebut.

Ketiga: orang-orang yang saling menyambung persaudaraan karenaku ( dan jika dulu terdapat kebencian dan permusuhan diantara mereka, sekarang mereka lupakan semuanya dan berusaha keras agar hubungan yang putus tersebut bisa bersambung kembali ).

Keempat: kelompok orang-orang yang bertawakkal kepadaku.



1 2 3 4 next