Cara-cara Pembuktian Ijtihad ...



Sejak wafatnya Ayatullah ‘Udhma Syeikh Ali Arakiy (rahimahullah) Asosiasi Para Pengajar (Jami’atul Mudarrisiyn) Hauzah Ilmiyah, Qom, Iran merekomendasikan tujuh orang ulama yang memenuhi kriteria sebagai seorang mujtahid, salah satunya adalah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Selain itu ada beberapa orang ulama yang telah memiliki keahlian dan kelayakan dari para mujtahidin, diantaranya Ayatullah Syaikh Moh. Yazdi, Ayatullah Sayyid Karimiy dan Ayatulla Sayyid Mahmud Hasyimiy Syahruudy memberikan persaksian secara jelas, bahwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menduduki peringkat pertama dalam a’lamiyah sehingga beliau layak untuk dijadikan panutan atau rujukan (baca; marja’ taqlid) dalam segala urusan keseharian kita, baik yang berupa ibadah maupun muamalah.

Berdasarkan rujukan di atas, maka banyak para ustadz/muballigh di tanah air yang merekomendasikan kepada para penganut madzhab Ahlul bayt as untuk bertaqlid kepada beliau.

Sejak saat itulah dirasakan perlu untuk menerjemahkan buku panduan fiqh Ayatullah Sayyid Ali Khamanei ke dalam bahasa Indonesia, sehingga dapat dikonsumsi oleh para penganut madzhab Ahlul bayt di Indonesia yang tidak memahami bahasa arab ataupun Persia. Namun ada beberapa kendala demi terlaksananya proyek penerjemahan, sampai  akhirnya pada sekitar tiga tahun yang lalu ada beberapa teman yang menyarankan untuk memohon langsung izin penerjemahan serta izin pengesahan dari kantor urusan fatwa Sayyid Ali Khamenei di Qom.

Setelah dilakukan usaha tersebut, pihak kantor menyetujui penerjemahan dengan syarat tidak merupakan pemahaman satu orang saja. Maka dari itu dibentuklah tim penerjemahan yang terdiri dari beberapa orang ustadz berjumlah lima orang, namun disebabkan kesibukan dua orang dari lima orang tersebut, maka yang aktif melakukan terjemahan berikut edit dan koreksi ulang adalah tiga orang; kami sendiri, Ust. Zahir Yahya dan Abdullah Beik.

Sekitar setahun yang lalu kami melaporkan kepada kantor urusan fatwa Ayatullah Ali Khamenei di Qom, bahwa penerjemahan sudah hampir rampung, namun hanya bisa dilakukan oleh tiga orang saja. Mereka pun menyetujui, namun mereka tidak mengizinkan untuk dicetak terlebih dahulu, karena adanya berbagai perbedaan diantara beberapa cetakan berbahasa arab (Ajwibah Istifta`at) yang ada. Oleh karena itu terjemahan harus disesuaikan dengan cetakan Ad Darul Islamiyah, maka kami lakukan pengecekan ulang sesuai dengan cetakan tersebut.

Pada beberapa bulan yang lalu kami laporkan kembali kepada kantor urusan fatwa di Qom, bahwa proyek terjemahan telah selesai, namun dikarenakan adanya beberapa ralat fatwa dari Sayyid Ali Khamenei, maka kami diminta untuk mengecek ulang dan mencocokkan dengan buku asli yang berbahasa Persia yang dicetak oleh percetakan internasional Al Huda, Teheran (Intisyaa ra te Baynal Milali Al Huda) cet. tahun 1381 HS

Al hamdulillah pada saat ini kami telah merampungkan hasil terjemahan yang telah dinantikan kehadirannya sejak beberapa tahun yang lalu, dengan harapan para pembaca dapat memaklumi keterlambatan rampungnya hasil penerjemahan dengan memperhatikan kronologis dan kinerja yang telah kami kemukakan di atas.

Selain itu kami perlu menjelaskan, bahwa ada beberapa istilah fiqh yang tidak kami terjemahkan ke dalam Indonesia, atau kami terjemahkan namun barangkali tidak dipahami dengan sempurna, maka kami mengharapkan kepada seluruh pembaca yang belum akrab dengan istilah-istilah fiqh Ahlul Bayt as untuk memohon bantuan para asatidz guna menyelesaikan problema tersebut, atau berhubungan dengan kami.

Dalam rangka mengenalkan lebih jauh biografi Sayyid Ali Khamenei, kami juga menyertakan dalam buku ini biografi singkat beliau yang juga telah direkomendasikan oleh kantor urusan fatwa di Qom.



1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 next