PP Al Amien, Prenduan, Sumenep, Madura



Meski secara resmi dinyatakan berdiri sejak 10 Nopember 1952, sesungguhnya Al Amien sudah ada sejak akhir abad ke 19 yang ketika itu ditangani oleh KH. A. Chotib. Secara kelembagaan berdiri sejak putra KH. Chotib, KH. Djauhari mendirikan beberapa lokal tempat belajar, yang dulu dikenal dengan 'Pondok Tegal'. Tahun 1971, sewafatnya KH. Djauhari, atas kepedulian beberapa santrinya yang mewakafkan beberapa tanah miliknya seluas 6 ha di Desa Prenduan, pondok pun memiliki lahan seluas 7,5 ha. Di bawah kepemimpinan KH. Muhammad Idris Pesantren Al Amien mengalami perkembangan yang cukup maju.

Pesantren Al Amien mengabungkan sistem tradisional, seperti weton dan sorogan, dengan sitem madrasi. Jenjang pendidikan yang tersedia adalah madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, Diniyah, Tarbiyatul Muta'alimin al-Islamiyah hingga pesantren tinggi Al Amien (fakultas Dakwah). Di tingkat dasar dan menegah digunakan bahasa pengantar daerah dan nasional. Untuk jenjang Tarbiyatul Muta'alimin al-Islamiyah, bahasa Arab adalah bahasa wajib di kelas maupun sehari-hari.

Kitab-kitab yang dipelajari meliputi kitab Fathul Qarib, Kifayatul Akhyar, Bidayatul Hidayah, Bidayatul Mujtahid, Minhajul Abidin, Ta'lim Mutaalim, Ajurumiyah, Bulughul Marom, Jawahirul Bukhori, dan Tafsir Ibnu Katsier.