Ponpes Moderen Al Barokhah, Ngepung, Patihanrowo, Nganjuk



Produk santri zaman sekarang tak harus menguasai ilmu agama semata. Tapi, berbagai pondok pesantren (ponpes) --yang bertebar di tanah air-- kini berusaha mencetak santri yang menguasai berbagai bidang ilmu. Hal itu tak terkecuali dilakukan Ponpes Moderen Al Barokhah di Desa Ngepung, Kecamatan Patihanrowo, Kabupaten Nganjuk.

Tidak heran bila santri pondok yang memiliki luas sekitar 10 hektare ini, setiap hari setelah jam belajar sekolah, bergiat mendapatkan pendidikan keterampilan kerja. Bercocok tani dan beternak. Juga belajar di ruang komputer laboratorium bahasa, kepramukaan, dan latihan beladiri tapak suci. Aktivitas ini merupakan bentuk penerapan program learning by doing (belajar sambil bekerja).

Pesantren ini didirikan oleh KH Drs Rosyidin Ali Syahid pada tahun 1993 ini.

Guna mendukung program itu, maka pihak pesantren pun melengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Kompleks peternakan di belakang pondok, misalnya, kini tengah dikembangkan sekitar 65 sapi Brahman. Kompleks itu kesehariannya dijadikan tempat santri belajar beternak.

Selain kompleks peternakan, terdapat pula areal pertanian sekitar satu hektare. Lahan pertanian ini dipakai para santri berlatih bertani modern, dengan sistem agrobisnis seperti menaman lombok, melon, semangka dan semacamnya.

Sebentar lagi Al Barokhah akan mendapatkan status akreditasi dari Mendiknas. Pondok ini memiliki motto: Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas dan Berpikiran Bebas. Pesantren ini juga tak mempunyai afiliasi dengan partai politik tertentu.

Dengan sistem pendidikan learning by doing, para alumni pondok nantinya dapat mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh ketika terjun di masyarakat. Selain mempunyai ilmu yang tinggi di bidang agama, mereka juga mempunyai ilmu umum yang dibutuhkan masyarakat.

Al Barokhah mengadopsi kurikulum pondok moderen Gontor Ponorogo. Semua bidang studi dan paham keagamaan yang diajarkan semuanya sama dengan yang diajarkan di pondok moderen Gontor. Bahkan, para pengajar di Pondok Al Barokhah berjumlah 34 orang, kesemuanya berasal dari alumni Gontor.

Meski semuanya mengadopsi Gontor, tapi Al Barokhah bukan cabang dari pondok moderen Gontor. Demikian bahasa keseharian yang dipergunakan santri adalah bahasa Arab dan Inggris. Praktiknya untuk Senin dan Selasa, santri wajib menggunakan bahasa Inggris serta Rabu dan Kamis wajib menggunakan bahasa Arab. Jika ada siswa pada hari itu tak menggunakan bahasa yang ditetapkan, maka siswa mendapatkan hukuman yang telah disepakati bersama.

Santri Al Barokah dijamin mampu bersaing dengan alumni sekolah umum atau pesantren lain. Buktinya, banyak santri Al Barokhah diterima di perguruan tinggi negeri bergengsi di tanah air dan di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.