Khazanah Hikmah Ahlul Bait Nabi saw



1. Imam Husain as ditanya, “Abu Dzarr mengatakan bahwa kefakiran lebih aku cintai daripada kekayaan dan sakit lebih aku cintai daripada sehat.”

Imam Husain as lalu menanggapi, “Semoga Allah mengasihi Abu Dzarr. Adapun aku, maka aku mengatakan bahwa barangsiapa yang bersandar pada apa yang terbaik yang telah dipilihkan Allah Swt baginya, maka dia tidak akan mengharapkan selain apa yang dipilihkan Allah Azza wa Jalla baginya.”

2. Seseorang menulis surat kepada Imam Husain bin Ali as :

“Wahai junjunganku, beritahukan kepadaku sebaik-baiknya urusan dunia dan akhirat.”

Imam Husain as membalas surat kepadanya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Amma ba’du, sesungguhnya barangsiapa yang mencari keridhaan Allah dengan resiko kemurkaan manusia, maka Allah akan membantu menyelesaikan baginya segala urusan manusia. Dan barangsiapa yang mencari keridhaan manusia dengan resiko mendapat kemurkaan Allah, maka Allah akan menyerahkan semua urusannya kepada manusia. Wassalam.”

3. Salah seorang penganut Khawarij, Ibn Kawwa’ bertanya kepada Imam Ali bin Abi Thalib as: “Wahai Amirul Mukminin, mengapa Anda memberi salam kepada orang yang telah berbuat dosa kepada umat ini?”

Imam Ali as menjawab, “Allah Azza wa Jalla melihatnya sebagai orang yang meng-Esa-kan-Nya, walaupun kamu melihatnya tidak berhak untuk mendapatkan salam.” *)

_________________

*) Kaum Khawarij beranggapan bahwa seorang Muslim yang berbuat dosa menjadi murtad dari agamanya akibat perbuatan dosanya. Sudah menjadi ciri yang paling utama Khawarijisme adalah gemar mengkafirkan orang, walaupun orang itu telah bersyahadat, shalat, berpuasa, zakat dan berhajji ke Ka’bah.

Di Indonesia, saat ini telah tumbuh Neo-Khawarij yang diawali dengan pemahaman Wahabi-Salafy dan berlanjut dengan terorisme al-Qaeda. Para pengikut al-Qaeda yang sudah terasuki paham Khawarijisme dan Wahabisme banyak melakukan tindakan-tindakan keji dengan membunuh kaum Muslim yang tidak sepaham dengan mereka. Di Irak, misalnya, kelompok al-Qaeda sudah berulang kali melakukan bom bunuh diri dengan sasaran orang-orang Sunni dan Syi’ah.

Al-Qaeda juga tidak menyukai Hamas yang mereka lihat telah melakukan kesalahan fatal, yaitu kerjasama Hamas yang Sunni dengan Republik Islam Iran yang Syi’ah.

Di Indonesia, Neo-Khawarij (Wahabi-Salafy dan kelompok Al-Qaeda) telah berkembang pesat dengan bantuan Saudi Arabia dan AS dan tentu saja tidak selalu langsung. Dan banyak orang yang tidak menyadari bahwa dia telah berpaham Khawarijisme, yang salah satu ciri utamanya adalah: kebencian terhadap orang-orang yang berbeda paham dengannya.