Syeikh Abu Shalah Al-Halabi



 



Halab adalah sebuah kota besar yang terletak di Syam (Syiria sekarang) dan termasuk kota makmur yang dihuni oleh banyak penduduk kala itu. Dan hingga sekarang pun kota itu masih banyak dihuni oleh penduduk karena memang termasuk daerah yang berhawa sejuk dan rindang. Di dalam sejarah disebutkan bahwa Nabi Ibrahim a.s. sering menggembala domba-dombanya di daerah itu dan ketika hari Jumat tiba, ia memerah air susunya lalu disedekahkan kepada fakir dan miskin. Daerah ini layak untuk dijadikan daerah pertanian yang makmur dan tempat tumpuan kehidupan masyarakat setempat. Di samping itu, sejak zaman dahulu banyak juga ditemukan perpustakaan-perpustakaan besar dan toko-toko buku yang berkeleran di situ. Hal ini mengindikasikan bahwa daerah tersebut juga dikenal dengan daerah ilmu dan pengetahuan. Banyak ulama yang berasal dari daerah ini dan namanya dikenal di medan ilmu dan pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu keislaman. Abu Shalah Al-Halabi adalah salah seorang dari mereka. Salah satu rekan sedaerahnya yang tidak kalah tenar dalam bidang fiqih dan ilmu-ilmu keislaman adalah Syeikh Hamzah bin Ali Al-Halabi yang lebih dikenal dengan Abu Zuhrah.

Biografi Singkat Abu Shalah

Nama lengkapnya adalah Taqiuddin bin Najmuddin bin Ubaidillah. Sebagaimana biografi kebanyakan orang-orang besar, tahun kelahiran Abu Shalah tidak diketahui dengan pasti. Akan tetapi, jika memperhatikan tahun wafatnya (447 H.) dan usianya yang hanya 100 tahun, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa ia lahir pada tahun 347 H. Dengan demikian, ia pernah hidup pada pertengahan abad ke-4 H. hingga abad pertengahan abad ke-5 H. Di samping seorang faqih yang pandangan-pandangannya banyak memiliki andil di dalam dunia fiqih, ia juga seorang muhaddis dan mufassir. Ia tergolong tokoh kaliber Syi'ah pada abad ke-5 H. 

Guru-gurunya

Syeikh Abu Shalah Al-Halabi pernah menimba ilmu dari para tokoh kaliber yang pernah memegang tampuk kepemimpinan dalam dunia Syi'ah. Mereka antara lain:
1. Sayid Murtadha Alamulhuda (wafat tahun 436 H.).
2. Syeikhuth Thâ`ifah, Syeikh Thusi (wafat 460 H.).
3. Syeikh Abdul Aziz Sallar. 
Pada masa Sayid Murtadha, ia pernah menjadi wakilnya di Syam dan Halab untuk menyebarkan Islam dan membimbing masyarakat di sana, dan pada masa Syeikh Thusi, ia tetap memilihnya sebagai wakilnya untuk kedua daerah strategi tersebut. Dengan ini, ia dikenal dengan julukan khalîfatul Murtadhâ dan khaîfatusySyeikh. Adanya sistem perwakilan pada waktu itu mengindikasikan bahwa Syi'ah memiliki sebuah kemampuan yang tidak dapat diremehkan dan ulama masih memiliki pendapat menentukan seperti sekarang ini. Di samping itu, para wakil tersebut akan dengan cepat menyelesaikan problema yang muncul di tengah masyarakat sehingga mereka tidak terabaikan karena itu.

Karya-karyanya

Abu Shalah Al-Halabi memiliki banyak karya tulis yang pada umumnya dalam bidang fiqih dan ilmu teologi. Berikut ini adalah sebagian karya-karya tulisnya:
1. Al-Bidâyah (fiqih).
2. Taqrîbul Ma’ârif.
3. Daf’u Syubahil Malâhidah.
4. Syarhudz Dzakhîrah. Adz-Dzkhîrah adalah karya gurunya, Sayid Murtadha Alamulhuda.
5. Asy-Syâfiyah.
6. Al-‘Uddah (fiqih).
7. Al-Kâfî (fiqih).
8. Al-Lawâmi’ (fiqih).
9. Al-Mursyid fi Tharîqil Muta’abbid (fiqih).

Wafatnya

Setelah ia memanfaatkan seluruh umurnya di dalam mengembangkan Islam dan membimbing masyarakat Syi’ah di daerahnya, ia harus meninggalkan dunia fana ini pada tahun 447 H.

Bibiliografi

1. Dîdâr az Halab dar Sâl-e 1357 (1978 M.).
2. Riyâdhul ‘Ulama, jilid 5 hal. 464.
3. Raihânatul Adab, jilid 7 hal. 161.
4. Raudhâtul Jannât, jilid 2 hal 117.
5. Mu’jam Rijâlil Hadîts, jilid 3 hal. 377.