Ibnu ‘Aqil Al-‘Ummani




Nama lengkapnya adalah Abu Ali Hasan bin Ali bin ‘Aqil Al-Hadzdzâ`. Ia adalah salah seorang ulama Syi’ah yang pernah hidup pada abad ke-3 H. dan berasal dari Yaman. Karena ‘Umman adalah sebuah daerah yang terletak di pertengahan antara Yaman dan Persia. Ia adalah guru Ja’far bin Qaulawaeh dan Ja’far sendiri adalah guru Syeikh Mufid. Ia memiliki spesialisasi dalam berbagai disiplin dan cabang ilmu rasional dan tradisional, seperti ilmu Kalam, filsafat, fiqih dan lain-lain. Akan tetapi, ia lebih dikenal karena kefaqihannya. Oleh karena itu, kita akan sering menjumpai namanya disebut ketika kita mengikuti pelajaran fiqih argumentatif.

Lebih dari itu semua, ia adalah orang pertama yang memapankan kembali cara penulisan ilmu fiqih pada permulaan Ghaibah Kubra dan menerapkannya atas kaidah-kaidah ushul fiqih dengan rapi dan seksama. Setelah ia meninggal dunia, jasanya tersebut diteruskan oleh Ibnu Junaid Al-Iskafi. Atas dasar ini, mereka dikenal dengan julukan Qadîmain (dua orang senior dalam ilmu fiqih).

Karya-karyanya

Berikut adalah sebagian dari karya-karya Ibnu ‘Aqil yang masih ada di tengah-tengah kita:

  1. Al-Mutamassik bi Habli Âlir Rasûl SAWW . Menurut Najasyi, kitab ini sangat dikenal oleh kalangan ulama sehingga setiap orang yang berkunjung ke Khurasan pasti membeli kitab tersebut sebagai buah tangan.
  2. Al-Kar wal Far berkenaan dengan imamah dan wilayah.

Wafatnya

Tanggal wafatnya hingga sekarang masih misterius. Akan tetapi, mengingat bahwa ia hidup sezaman dengan Tsiqatul Islam Al-Kulaini dan Ali bin Babawaeh, dapat diperkirakan bahwa ia wafat pada awal-awal abad ke-4 H. antara tahun 330-350 H.

Bibiliografi :

1.      Raihânatul Adab, jilid 7 hal. 360.

2.      Riyâdhul ‘Ulama, jilid 1 hal. 204.

3.      Ar-Rijâl, karya Najasyi.

4.      Al-Fehrest, karya Ibnu Nadim.

5.      Jâmi’ur Ruwât, jilid 1 hal. 911.

6.      Ta`sîsus Syi’ah

7.      Mu’jam Rijâlil Hadîts, jilid 5 hal. 22.