Muhammad bin Mas’ud Al-‘Ayasyi As-Samarqandi



 


 


Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Mas’ud bin Muhammad bin Al-‘Ayasyi As-Samarqandi Al-Kufi. Julukannya adalah Abu An-Nadhr yang lebih dikenal dengan sebutan “Al-‘Ayasyi”. Ia adalah salah seorang ulama, faqih, sastrawan, muhaddis dan mufassir Syi’ah yang hidup sezaman dengan Ali bin Babawaeh Al-Qomi, dan bahkan --menurut sebagian sejarawan—ia lebih senior darinya. Ia adalah salah seorang guru Tsiqatul Islam Muhammad bin Ya’kub Al-Kulaini, pengarang kitab Al-Kafi dan Al-Kasyi, seorang ulama yang memiliki spesialisasi dalam ilmu Rijal. Tafsir “Al-‘Ayasyi” yang dijadikan rujukan oleh para ahli tafsir adalah karangannya.

Pada mulanya --karena pengaruh kehidupan masyarakat Samarqand dan Bukhara yang didominasi oleh mazhab Ahlussunnah-- ia menjadi seorang pengikut mazhab Ahlussunnah yang fanatik. Setelah membaca buku-buku mazhab Syi’ah, ia tertarik untuk memeluk mazhab Syi’ah. Harta warisan sebanyak 300.000 Dinar yang didapatkan dari ayahnya, ia pergunakan untuk menulis buku, menyebarkan hadis, mengajar dan mendidik murid-muridnya yang haus dengan ilmu-ilmu keislaman. Rumahnya selalu dipenuhi oleh para qari`,muhaddis, mufassir dan pelajar yang sedang menimba ilmu-ilmu keislaman.

Guru-gurunya

Menurut pendapat Syeikh Abbas Al-Qomi, ia adalah murid dari Ali bin Al-Hasan Al-Fattaal dan mayoritas ulama yang kala itu hidup di Kufah, Baghdad dan Qom.

Karya-karyanya

Seperti yang dinukil oleh Ibnu Nadim dalam bukunya Al-Fehrest, seluruh karya tulisnya berjumlah 208 jilid dan 27 jilid buku hilang tak tentu rimbanya. Berikut ini adalah sebagian karya-karya yang pernah ditulisnya selama ia hidup:

  1. Tafsir Al-‘Ayâsyî. Tafsir ini ditulis dalam dua jilid. Jilid pertamanya dari surah Al-Fatihah hingga surah Al-Kahfi masih berada di tengah-tengah kita dan jilid keduanya hilang tak tentu rimbanya. Naskah asli tafsir ini sekarang berada di perpustakaan Imam Ridha a.s. di Masyhad, perpustakaan Khiyabani di Tabriz, perpustakaan Syeikhul Islam di Zanjan dan perpustakaan Sayid Hasan Shadruddin di Kazhimain.
  2. Ath-Thahârah
  3. Ash-Shalâh (shalat).
  4. Mukhtasharasush Shalâh
  5. Mukhtasharul Haidh
  6. Al-Janâ`iz
  7. Mukhtahsarul Janâ`iz
  8. Al-Manâsik
  9. Al-‘Âlim wal Muta’allim
  10. Ad-Da’awât
  11. Az-Zakâh
  12. Al-Asyribah
  13. Makkah wal Harâm
  14. Al-Ma’ârîdh
  15. Al-Anbiyâ` wal Auliyâ`
  16. Sîrah Abi Bakr
  17. Sîrah Umar
  18. Sîrah Utsman
  19. Sîrah Mu’awiyah
  20. Dan lain-lainnya.

Wafatnya

Tanggal wafat Al-‘Ayasyi tidak diketahui dengan pasti. Hanya pengarang buku “Al-A’lâm” yang mencatat wafatnya pada tahun 320 H.

Bibiliografi:

1.      Al-Kunâ wal Alqâb, karya Syeikh Abbas Al-Qomi.

2.      Ashnai ba Ulûm-e Eslâmi, karya Syahid Murtadha Muthahhari.

3.      Raihânatul Adab, jilid 4 hal. 220-221, karya Al-Marhum Mudarris.

4.      Adz-Dzarî’ah ila Tashnîfus Syi’ah, jilid 4 hal. 295.

5.      Ta`sîsus Syi’ah ila ‘Ulûmil Islam.

6.      Mukadimah Allamah Thabathaba`i atas tafsir Al-‘Ayâsyi.

7.      Jâmi’ Ahâdîtsus Syi’ah, jilid 1 hal. 173.

8.      Safînatul Bihâr, jilid 2 hal. 2001, percetakan Mahmudi.

9.      Jâmi’ur Ruwât, Jilid 2 hal. 192, percetakan Mushtafawi.

10.  Al-Fehrest, karya Ibnu Nadim.