Al-Quran dan Penghormatan Terhadap Minoritas



Firman Allah yang menyebutkan, bahwa Dia tidak membeda-bedakan diantara rasul utusan-Nya merupakan bukti, bahwa Al Quran memberikan penghormatan yang sama pada setiap agama dan nabi.

  Cendekiawan Muslim Iran, Dr. Rahim Pur Azghadi menyampaikan hal itu dalam ceramahnya pada acara Seminar yang berjudul "Perdamaian, Wanita dan Agama-agama Ilahi" serta menambahkan, bahwa seluruh penganut monoteisme harus bersatu dengan pandangan yang sama ini untuk melawan setiap bentuk pembangkangan dan penolakan atas agama.

 Beliau juga menyebutkan, bahwa kita bisa menyaksikan dengan jelas penghormatan pada setiap agama dan pemeluknya pada sejarah hidup Rasulullah saw dan para Imam Maksum as.

 menurutnya, pada zaman Rasulullah para penganut agama lain yang merupakan kelompok minorotas mendapatkan seluruh hak yang sama dengan kaum muslimin yang mayoritas. pemerintahan Islam juga menjamin keselamatan dan keamanan mereka.

 Di dalam Al Quran Surah An Nisa ayat 90m dan 91 Allah menyebutkan, bahwa jika yang datang kepada kita untuk melakukan perdamaian itu adalah orang-orang kafir, maka kaum muslimin haruslah menerima tawaran itu dan menjauhkan senjata dari tangan mereka, tegasnya.

 hal itu juga menunjukkan, bahwa kaum muslimin bukanlah yang memulai peperangan, tambahnya.

 Anggota Syura tertinggi revolusi budaya Iran ini juga menegaskan, bahwa tidak ada jihad yang dilakukan dalam sejarah yang dialamatkan kepada penganut agama ilahi. begitu pula tidak ada di dalam sabda Nabi atau para Imam yang bisa dipahami hal itu. justru sebaliknya di dalam suarah At Taubah ayat 6 disebutkan firman Allah yang mendukung apa yang kita katakan.

 Rahim Pur menambahkan, bahwa para sejarawan, baik muslim atau bukan meyakini, bahwa berkembangnya Islam secara geografis adalah karena akhlak dan spiritualitas, bukan karena kekuasaan dan pedang. pada zaman Nabi selama 23 tahun beliau memerintah hanya ada 10 peperangan dan hanya 150 orang yang terbunuh dari kaum musyrikin.

 Apa yang dilakukan oleh para penguasa bani Umayyah dan Bani Abbas tidak bisa dianggap sebagai pemerintahan Islam sehingga dianggap Islam anti agama-agama lain, tegasnya.

 Kalau memang mau melihat contoh lain selain zaman pemerintahan Nabi kita bisa saksikan sejarah kehidupan Imam Ali as dan apa yang beliau lakukan di saat memerintah, tambahnya.

Sumber: Islammuhammadi