Surah Al-Mujâdilah



59. Surah Al-Mujâdilah

(Wanita Penggugat)

﴾ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحيمِ ﴿

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

﴿قَدْ سَمِعَ اللهُ قَوْلَ الَّتي‏ تُجادِلُكَ في‏ زَوْجِها وَ تَشْتَكي‏ إِلَى اللهِ وَ اللهُ يَسْمَعُ تَحاوُرَكُما إِنَّ اللهَ سَميعٌ بَصيرٌ﴾

1. Sungguh Allah telah mendengar ucapan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya dan mengadu kepada Allah. Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

﴿ٱلَّذينَ يُظاهِرُونَ مِنْكُمْ مِنْ نِسائِهِمْ ما هُنَّ أُمَّهاتِهِمْ إِنْ أُمَّهاتُهُمْ إِلاَّ اللاَّئي‏ وَلَدْنَهُمْ وَ إِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَراً مِنَ الْقَوْلِ وَ زُوراً وَ إِنَّ اللهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ﴾

2. Orang-orang di antara kamu yang men-zhihâr istrinya (menganggap istrinya sebagai ibunya), istri mereka itu bukanlah ibu mereka. Ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Sesungguhnya mereka itu sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan batil. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

﴿وَ الَّذينَ يُظاهِرُونَ مِنْ نِسائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِما قالُوا فَتَحْريرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ذٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ وَ اللهُ بِما تَعْمَلُونَ خَبيرٌ﴾

3. Orang-orang yang men-zhihâr istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (mereka wajib) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Ini adalah sebuah perintah yang disampaikan kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

﴿فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيامُ شَهْرَيْنِ مُتَتابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعامُ سِتِّينَ مِسْكيناً ذٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللهِ وَ رَسُولِهِ وَ تِلْكَ حُدُودُ اللهِ وَ لِلْكافِرينَ عَذابٌ أَليمٌ﴾

4. Barang siapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (ia wajib) berpuasa selama dua bulan berturut-turut sebelum kedua suami istri itu bercampur. Dan barang siapa yang tidak mampu (untuk itu), maka (ia wajib) memberi makan kepada enam puluh orang miskin. Demikian itu supaya kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan orang-orang kafir memiliki siksaan yang sangat pedih.

﴿إِنَّ الَّذينَ يُحَادُّونَ اللهَ وَ رَسُولَهُ كُبِتُوا كَما كُبِتَ الَّذينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَ قَدْ أَنْزَلْنا آياتٍ بَيِّناتٍ وَ لِلْكافِرينَ عَذابٌ مُهينٌ﴾

5. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan,

﴿يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللهُ جَميعاً فَيُنَبِّئُهُمْ بِما عَمِلُوا أَحْصاهُ اللهُ وَ نَسُوهُ وَ اللهُ عَلى‏ كُلِّ شَيْ‏ءٍ شَهيدٌ﴾

6. pada hari ketika Allah membangkitkan mereka semua, lalu Dia memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

﴿أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللهَ يَعْلَمُ ما فِي السَّماواتِ وَما فِي الْأَرْضِ ما يَكُونُ مِنْ نَجْوى‏ ثَلاثَةٍ إِلاَّ هُوَ رابِعُهُمْ وَلا خَمْسَةٍ إِلاَّ هُوَ سادِسُهُمْ وَلا أَدْنى‏ مِنْ ذٰلِكَ وَلا أَكْثَرَ إِلاَّ هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ ما كانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِما عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيامَةِ إِنَّ اللهَ بِكُلِّ شَيْ‏ءٍ عَليمٌ﴾

7. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempat. Dan tidak (ada pula pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenam. Dan tidak ada (pula) pembicaraan antara jumlah yang lebih sedikit atau lebih banyak dari itu, melainkan Dia bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

﴿أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوى‏ ثُمَّ يَعُودُونَ لِما نُهُوا عَنْهُ وَ يَتَناجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَ الْعُدْوانِ وَ مَعْصِيَةِ الرَّسُولِ وَ إِذا جاؤُوكَ حَيَّوْكَ بِما لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللهُ وَ يَقُولُونَ في‏ أَنْفُسِهِمْ لَوْلا يُعَذِّبُنَا اللهُ بِما نَقُولُ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَها فَبِئْسَ الْمَصيرُ﴾

8. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada rasul? Apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan salam yang tidak pernah diucapkan oleh Allah kepadamu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, “Mengapa Allah tiada menyiksa kita lantaran apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

﴿يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا تَناجَيْتُمْ فَلا تَتَناجَوْا بِالْإِثْمِ وَ الْعُدْوانِ وَ مَعْصِيَةِ الرَّسُولِ وَ تَناجَوْا بِالْبِرِّ وَ التَّقْوى‏ وَ اتَّقُوا اللهَ الَّذي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ﴾

9. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang dosa, permusuhan, dan durhaka kepada rasul. Bicarakanlah tentang kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.

﴿إِنَّمَا النَّجْوى‏ مِنَ الشَّيْطانِ لِيَحْزُنَ الَّذينَ آمَنُوا وَ لَيْسَ بِضارِّهِمْ شَيْئاً إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَ عَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ﴾

10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tidaklah memberi mudarat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.

﴿يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا قيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَ إِذا قيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللهُ الَّذينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ الَّذينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاتٍ وَ اللهُ بِما تَعْمَلُونَ خَبيرٌ﴾

11. Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, “Lapangkanlah majelis (dan berilah tempat kepada orang yang baru datang)”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan melapangkan (surga) untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan di antara kamu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

﴿يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا ناجَيْتُمُ الرَّسُولَ فَقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْواكُمْ صَدَقَةً ذٰلِكَ خَيْرٌ لَكُمْ وَ أَطْهَرُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَإِنَّ اللهَ غَفُورٌ رَحيمٌ﴾

12. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasulullah, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum itu. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih suci. Jika kamu tidak memperoleh (apa yang akan disedekahkan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

﴿أَأَشْفَقْتُمْ أَنْ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْواكُمْ صَدَقاتٍ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَ تابَ اللهُ عَلَيْكُمْ فَأَقيمُوا الصَّلاةَ وَ آتُوا الزَّكاةَ وَ أَطيعُوا اللهَ وَ رَسُولَهُ وَ اللهُ خَبيرٌ بِما تَعْمَلُونَ﴾

13. Apakah kamu takut akan menjadi miskin karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan rasul? Jika kamu tidak melakukan perintah ini dan (meskipun demikian) Allah telah menerima tobatmu, maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

﴿أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذينَ تَوَلَّوْا قَوْماً غَضِبَ اللهُ عَلَيْهِمْ ما هُمْ مِنْكُمْ وَلا مِنْهُمْ وَ يَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَ هُمْ يَعْلَمُونَ﴾

14. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan (bahwa mereka termasuk golonganmu), sedang mereka mengetahui (bahwa mereka telah berbohong).

﴿أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ عَذاباً شَديداً إِنَّهُمْ ساءَ ما كانُوا يَعْمَلُونَ﴾

15. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras. Sungguh amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

﴿ٱتَّخَذُوا أَيْمانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبيلِ اللهِ فَلَهُمْ عَذابٌ مُهينٌ﴾

16. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.

﴿لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوالُهُمْ وَلا أَوْلادُهُمْ مِنَ اللهِ شَيْئاً أُولٰئِكَ أَصْحابُ النَّارِ هُمْ فيها خالِدُونَ﴾

17. Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

﴿يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللهُ جَميعاً فَيَحْلِفُونَ لَهُ كَما يَحْلِفُونَ لَكُمْ وَ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلى‏ شَيْ‏ءٍ أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْكاذِبُونَ﴾

18. (Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah (bohong) kepada-Nya sebagaimana mereka bersumpah (bohong) kepadamu (di dunia ini, dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka dapat mengerjakan suatu (tindakan untuk diri mereka). Ketahuilah bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.

﴿ٱسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطانُ فَأَنْساهُمْ ذِكْرَ اللهِ أُولٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطانِ أَلا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطانِ هُمُ الْخاسِرُونَ﴾

19. Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.

﴿إِنَّ الَّذينَ يُحَادُّونَ اللهَ وَ رَسُولَهُ أُولٰئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ﴾

20. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya termasuk orang-orang yang sangat hina.

﴿كَتَبَ اللهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَ رُسُلي‏ إِنَّ اللهَ قَوِيٌّ عَزيزٌ﴾

21. Allah telah menetapkan, “Aku dan para rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

﴿لا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ يُوادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَ وَ رَسُولَهُ وَلَوْ كانُوا آباءَهُمْ أَوْ أَبْناءَهُمْ أَوْ إِخْوانَهُمْ أَوْ عَشيرَتَهُمْ أُولٰئِكَ كَتَبَ في‏ قُلُوبِهِمُ الْإيمانَ وَ أَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَ يُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْري مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ خالِدينَ فيها رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَ رَضُوا عَنْهُ أُولٰئِكَ حِزْبُ اللهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾

22. Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat mencintai orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu adalah ayah, anak, saudara, atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka, menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.