Surah Al-Furqaan



25. Surah Al-Furqan

(Pembeda)

﴾ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحيمِ ﴿

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

﴿ تَبارَكَ الَّذي نَزَّلَ الْفُرْقانَ عَلى‏ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعالَمينَ نَذيراً ﴾

1. Maha Agung nan Abadi Dzat yang telah menurunkan al-Furqân (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,

﴿ ٱلَّذي لَهُ مُلْكُ السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَداً وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَريكٌ فِي الْمُلْكِ وَ خَلَقَ كُلَّ شَيْ‏ءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْديراً ﴾

2. Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi, Dia tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-(Nya), serta Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

﴿ وَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لا يَخْلُقُونَ شَيْئاً وَ هُمْ يُخْلَقُونَ وَلا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلا نَفْعاً وَلا يَمْلِكُونَ مَوْتاً وَلا حَياةً وَلا نُشُوراً ﴾

3. Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain dari-Nya (untuk disembah) yang tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) kemudaratan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan, dan tidak (pula) membangkitkan.

﴿ وَ قالَ الَّذينَ كَفَرُوا إِنْ هَذا إِلاَّ إِفْكٌ افْتَراهُ وَ أَعانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ فَقَدْ جاؤُوا ظُلْماً وَ زُوراً ﴾

4. Dan orang-orang kafir berkata, “Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain (untuk melakukan kebohongan ini).” (Dengan ucapan ini), sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.

﴿ وَ قالُوا أَساطيرُ الْأَوَّلينَ اكْتَتَبَها فَهِيَ تُمْلى‏ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَ أَصيلاً ﴾

5. Dan mereka berkata, “Ini semua adalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu, ia hanya menyalinnya; semua itu didiktekan kepadanya setiap pagi dan petang.”

﴿ قُلْ أَنْزَلَهُ الَّذي يَعْلَمُ السِّرَّ فِي السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ إِنَّهُ كانَ غَفُوراً رَحيماً ﴾

6. Katakanlah, “Al-Qur’an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

﴿ وَ قالُوا ما لِهذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعامَ وَ يَمْشي‏ فِي الْأَسْواقِ لَوْلا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذيراً ﴾

7. Dan mereka berkata, “Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?

﴿ أَوْ يُلْقى‏ إِلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْها وَ قالَ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلاَّ رَجُلاً مَسْحُوراً ﴾

8. Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta melimpah (dari langit), atau (mengapa) ia tidak memiliki kebun, yang ia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata, “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.”

﴿ ٱنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الْأَمْثالَ فَضَلُّوا فَلا يَسْتَطيعُونَ سَبيلاً ﴾

9. Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang kamu, lalu mereka sesat sehingga mereka tidak mampu (lagi mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).

﴿ تَبارَكَ الَّذي إِنْ شاءَ جَعَلَ لَكَ خَيْراً مِنْ ذلِكَ جَنَّاتٍ تَجْري مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهارُ وَ يَجْعَلْ لَكَ قُصُوراً ﴾

10. Maha Agung nan Abadi (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan bagimu yang lebih baik daripada yang demikian itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan menjadikan (pula) untukmu istana-istana.

﴿ بَلْ كَذَّبُوا بِالسَّاعَةِ وَ أَعْتَدْنا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعيراً ﴾

11. Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.

﴿ إِذا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكانٍ بَعيدٍ سَمِعُوا لَها تَغَيُّظاً وَ زَفيراً ﴾

12. Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeraman dan suara nyalanya.

﴿ وَ إِذا أُلْقُوا مِنْها مَكاناً ضَيِّقاً مُقَرَّنينَ دَعَوْا هُنالِكَ ثُبُوراً ﴾

13. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana menjerit-jerit (histeris).

﴿ لا تَدْعُوا الْيَوْمَ ثُبُوراً واحِداً وَ ادْعُوا ثُبُوراً كَثيراً ﴾

14. (Akan dikatakan kepada mereka), “Pada hari ini, jangan kamu sekalian menjerit-jerit sekali, melainkan menjerit-jeritlah yang banyak.”

﴿ قُلْ أَذلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتي‏ وُعِدَ الْمُتَّقُونَ كانَتْ لَهُمْ جَزاءً وَ مَصيراً ﴾

15. Katakanlah, “Apa (azab) yang demikian itukah yang lebih baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; surga yang menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?”

﴿ لَهُمْ فيها ما يَشاؤُونَ خالِدينَ كانَ عَلى‏ رَبِّكَ وَعْداً مَسْؤُولاً ﴾

16. Di dalam surga itu mereka mendapatkan apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji pasti yang telah diberikan oleh Tuhanmu.

ُلاءِ أَمْ هُمْ ضَلُّوا السَّبيلَ ﴾﴿ وَ يَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَما يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ فَيَقُولُ أَأَنْتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبادي هٰؤ

17. Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpun mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah), “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?”

﴿ قالُوا سُبْحانَكَ ما كانَ يَنْبَغي‏ لَنا أَنْ نَتَّخِذَ مِنْ دُونِكَ مِنْ أَوْلِياءَ وَ لكِنْ مَتَّعْتَهُمْ وَ آباءَهُمْ حَتَّى نَسُوا الذِّكْرَ وَ كانُوا قَوْماً بُوراً ﴾

18. Mereka (yang disembah itu) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selain Engkau (untuk menjadi) pelindung. Akan tetapi, Engkau telah memberi kepada mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sampai mereka (yang semestinya harus bersyukur kepada-Mu) lupa mengingati-(Mu), dan mereka adalah kaum yang binasa.”

﴿ فَقَدْ كَذَّبُوكُمْ بِما تَقُولُونَ فَما تَسْتَطيعُونَ صَرْفاً وَلا نَصْراً وَ مَنْ يَظْلِمْ مِنْكُمْ نُذِقْهُ عَذاباً كَبيراً ﴾

19. (Allah berfirman kepada mereka, “Lihatlah) sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakanmu tentang apa yang kamu katakan. Maka sekarang kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) meminta pertolongan (kepada siapa pun), dan barang siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar.”

﴿ وَما أَرْسَلْنا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلينَ إِلاَّ إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعامَ وَ يَمْشُونَ فِي الْأَسْواقِ وَ جَعَلْنا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَ كانَ رَبُّكَ بَصيراً ﴾

20. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar (menanggung cobaan itu)? Dan Tuhan-mu adalah Maha Melihat.

﴿ وَ قالَ الَّذينَ لا يَرْجُونَ لِقاءَنا لَوْلا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلائِكَةُ أَوْ نَرى‏ رَبَّنا لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا في‏ أَنْفُسِهِمْ وَ عَتَوْا عُتُوًّا كَبيراً ﴾

21. Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman.

﴿ يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلائِكَةَ لا بُشْرى‏ يَوْمَئِذٍ لِلْمُجْرِمينَ وَ يَقُولُونَ حِجْراً مَحْجُوراً ﴾

22. (Mereka akan sampai kepada harapan mereka itu. Tetapi) pada hari mereka melihat malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa (karena hari itu adalah hari siksa bagi mereka), dan mereka berkata, “Selamatkan dan maafkanlah kami.”

﴿ وَ قَدِمْنا إِلى‏ ما عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْناهُ هَباءً مَنْثُوراً ﴾

23. Dan Kami hadapi seluruh amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.

﴿ أَصْحابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَ أَحْسَنُ مَقيلاً ﴾

24. Para penghuni surga pada hari itu memiliki tempat tinggal yang paling baik dan tempat istirahat yang paling indah.

﴿ وَ يَوْمَ تَشَقَّقُ السَّماءُ بِالْغَمامِ وَ نُزِّلَ الْمَلائِكَةُ تَنْزيلاً ﴾

25. Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat pun diturunkan.

﴿ ٱلْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمٰنِ وَ كانَ يَوْماً عَلَى الْكافِرينَ عَسيراً ﴾

26. Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan hari itu adalah satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.

﴿ وَ يَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلى‏ يَدَيْهِ يَقُولُ يا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبيلاً ﴾

27. Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama rasul.

﴿ يا وَيْلَتى‏ لَيْتَني‏ لَمْ أَتَّخِذْ فُلاناً خَليلاً ﴾

28. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).

﴿ لَقَدْ أَضَلَّني‏ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جاءَني‏ وَ كانَ الشَّيْطانُ لِلْإِنْسانِ خَذُولاً ﴾

29. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari mengingat (kebenaran dan Al-Qur’an) setelah kebenaran dan Al-Qur’an itu telah datang kepadaku.” Dan setan itu senantiasa membuat manusia menjadi hina.”

﴿ وَ قالَ الرَّسُولُ يا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً ﴾

30. Rasul berkatalah, “Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan.”

﴿ وَ كَذلِكَ جَعَلْنا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمينَ وَ كَفى‏ بِرَبِّكَ هادِياً وَ نَصيراً ﴾

31. Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhan-mu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.

﴿ وَ قالَ الَّذينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً واحِدَةً كَذلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤادَكَ وَ رَتَّلْناهُ تَرْتيلاً ﴾

32. Orang-orang yang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya, dan (untuk itu) Kami membacakannya (kepadamu) setahap demi setahap.

﴿ وَلا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلاَّ جِئْناكَ بِالْحَقِّ وَ أَحْسَنَ تَفْسيراً ﴾

33. Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sebuah perumpamaan, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.

ولئِكَ شَرٌّ مَكاناً وَ أَضَلُّ سَبيلاً ﴾﴿ ٱلَّذينَ يُحْشَرُونَ عَلى‏ وُجُوهِهِمْ إِلى‏ جَهَنَّمَ أُ

34. Orang-orang yang dihimpun ke neraka Jahanam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.

﴿ وَ لَقَدْ آتَيْنا مُوسَى الْكِتابَ وَ جَعَلْنا مَعَهُ أَخاهُ هارُونَ وَزيراً ﴾

35. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan al-Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun, saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

﴿ فَقُلْنَا اذْهَبا إِلَى الْقَوْمِ الَّذينَ كَذَّبُوا بِآياتِنا فَدَمَّرْناهُمْ تَدْميراً ﴾

36. Kemudian Kami berfirman kepada mereka berdua, “Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” (Tetapi mereka melakukan penentangan), maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya.

﴿ وَ قَوْمَ نُوحٍ لَمَّا كَذَّبُوا الرُّسُلَ أَغْرَقْناهُمْ وَ جَعَلْناهُمْ لِلنَّاسِ آيَةً وَ أَعْتَدْنا لِلظَّالِمينَ عَذاباً أَليماً ﴾

37. Dan telah Kami tenggelamkan kaum Nuh tatkala mereka mendustakan para rasul dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;

﴿ وَ عاداً وَ ثَمُودَ وَ أَصْحابَ الرَّسِّ وَ قُرُوناً بَيْنَ ذلِكَ كَثيراً ﴾

38. dan (telah Kami binasakan juga) kaum ‘Ad, kaum Tsamud, penduduk ar-Rass, dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut.

﴿ وَ كُلاًّ ضَرَبْنا لَهُ الْأَمْثالَ وَ كُلاًّ تَبَّرْنا تَتْبيراً ﴾

39. Dan Kami telah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi masing-masing mereka, dan (karena semua perumpamaan itu tidak berguna) Kami telah binasakan mereka dengan sehancur-hancurnya.

﴿ وَ لَقَدْ أَتَوْا عَلَى الْقَرْيَةِ الَّتي‏ أُمْطِرَتْ مَطَرَ السَّوْءِ أَفَلَمْ يَكُونُوا يَرَوْنَها بَلْ كانُوا لا يَرْجُونَ نُشُوراً ﴾

40. Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sodom) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan negeri itu? (Ya, mereka menyaksikannya), tapi mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan.

﴿ وَ إِذا رَأَوْكَ إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلاَّ هُزُواً أَهذَا الَّذي بَعَثَ اللهُ رَسُولاً ﴾

41. Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai bahan ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?

﴿ إِنْ كادَ لَيُضِلُّنا عَنْ آلِهَتِنا لَوْ لا أَنْ صَبَرْنا عَلَيْها وَ سَوْفَ يَعْلَمُونَ حينَ يَرَوْنَ الْعَذابَ مَنْ أَضَلُّ سَبيلاً ﴾

42. Sesungguhnya hampir saja ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya.” Dan mereka kelak akan mengetahui pada saat melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.

﴿ أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلٰهَهُ هَواهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكيلاً ﴾

43. Apakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? Maka apakah kamu dapat menjadi pembelanya?

﴿ أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلاَّ كَالْأَنْعامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبيلاً ﴾

44. Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat (dari binatang ternak itu).

﴿ أَلَمْ تَرَ إِلى‏ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ وَلَوْ شاءَ لَجَعَلَهُ ساكِناً ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَليلاً ﴾

45. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhan-mu memanjangkan bayang-bayang? Kalau dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan bayang-bayang tetap. Kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu.

﴿ ثُمَّ قَبَضْناهُ إِلَيْنا قَبْضاً يَسيراً ﴾

46. Kemudian Kami mengumpulkan bayang-bayang itu perlahan-lahan.

﴿ وَ هُوَ الَّذي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِباساً وَ النَّوْمَ سُباتاً وَ جَعَلَ النَّهارَ نُشُوراً ﴾

47. Dia-lah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

﴿ وَ هُوَ الَّذي أَرْسَلَ الرِّياحَ بُشْراً بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَ أَنْزَلْنا مِنَ السَّماءِ ماءً طَهُوراً ﴾

48. Dia-lah yang mengirim angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang dapat menyucikan,

﴿ لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتاً وَ نُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنا أَنْعاماً وَ أَناسِيَّ كَثيراً ﴾

49. agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu kepada binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak yang telah kami ciptakan.

﴿ وَ لَقَدْ صَرَّفْناهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوا فَأَبى‏ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلاَّ كُفُوراً ﴾

50. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (darinya). Tapi kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).

﴿ وَلَوْ شِئْنا لَبَعَثْنا في‏ كُلِّ قَرْيَةٍ نَذيراً ﴾

51. Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul).

﴿ فَلا تُطِعِ الْكافِرينَ وَ جاهِدْهُمْ بِهِ جِهاداً كَبيراً ﴾

52. Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur’an dengan jihad yang besar.

﴿ وَ هُوَ الَّذي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هذا عَذْبٌ فُراتٌ وَ هذا مِلْحٌ أُجاجٌ وَ جَعَلَ بَيْنَهُما بَرْزَخاً وَ حِجْراً مَحْجُوراً ﴾

53. Dan Dia-lah yang menjadikan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi (seakan-akan yang satu berkata kepada yang lain), “Menjauhlah dan jangan mendekatiku.”

﴿ وَ هُوَ الَّذي خَلَقَ مِنَ الْماءِ بَشَراً فَجَعَلَهُ نَسَباً وَ صِهْراً وَ كانَ رَبُّكَ قَديراً ﴾

54. Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan mushâharah, dan adalah Tuhan-mu Maha Kuasa.

﴿ وَ يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ مالا يَنْفَعُهُمْ وَلا يَضُرُّهُمْ وَ كانَ الْكافِرُ عَلى‏ رَبِّهِ ظَهيراً ﴾

55. Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan mudarat bagi mereka. Dan orang yang kafir itu menjadi penolong yang lain dalam menentang Tuhan-nya.

﴿ وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ مُبَشِّراً وَ نَذيراً ﴾

56. Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

﴿ قُلْ ما أَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلاَّ مَنْ شاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلى‏ رَبِّهِ سَبيلاً ﴾

57. Katakanlah, “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan orang yang mau mengambil jalan menuju Tuhan-nya, (dan inilah upahku).”

﴿ وَ تَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذي لا يَمُوتُ وَ سَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَ كَفى‏ بِهِ بِذُنُوبِ عِبادِهِ خَبيراً ﴾

58. Dan bertawakallah kepada Allah Yang Maha Hidup yang tidak akan mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah bahwa Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya,

﴿ ٱلَّذي خَلَقَ السَّماواتِ وَ الْأَرْضَ وَما بَيْنَهُما في‏ سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوى‏ عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمٰنُ فَسْئَلْ بِهِ خَبيراً ﴾

59. yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy (untuk mengatur alam semesta), (Dia-lah) Yang Maha Pengasih. Maka mohonlah kepada-Nya, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

﴿ وَ إِذا قيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمٰنِ قالُوا وَمَا الرَّحْمٰنُ أَنَسْجُدُ لِما تَأْمُرُنا وَ زادَهُمْ نُفُوراً ﴾

60. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang”, mereka menjawab, “Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan (perintah sujud itu) menambah kebencian mereka.

﴿ تَبارَكَ الَّذي جَعَلَ فِي السَّماءِ بُرُوجاً وَ جَعَلَ فيها سِراجاً وَ قَمَراً مُنيراً ﴾

61. Maha Agung nan Abadi Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.

﴿ وَ هُوَ الَّذي جَعَلَ اللَّيْلَ وَ النَّهارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرادَ شُكُوراً ﴾

62. Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin memgambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

﴿ وَ عِبادُ الرَّحْمٰنِ الَّذينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَ إِذا خاطَبَهُمُ الْجاهِلُونَ قالُوا سَلاماً ﴾

63. Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka (dengan mengucapkan ucapan yang tidak senonoh), mereka mengucapkan salam (dan berlalu dengan tidak menghiraukan mereka).

﴿ وَ الَّذينَ يَبيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَ قِياماً ﴾

64. Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.

﴿ وَ الَّذينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذابَها كانَ غَراماً ﴾

65. Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, karena azabnya itu sangat pedih nan abadi.

﴿ إِنَّها ساءَتْ مُسْتَقَرًّا وَ مُقاماً ﴾

66. Sesungguhnya neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”

﴿ وَ الَّذينَ إِذا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَ كانَ بَيْنَ ذلِكَ قَواماً ﴾

67. Dan orang-orang yang tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir apabila menginfakkan (harta), dan adalah infak mereka itu di tengah-tengah antara yang demikian.

﴿ وَ الَّذينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إِلٰهاً آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتي‏ حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذلِكَ يَلْقَ أَثاماً ﴾

68. Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia menerima siksa yang sangat pedih,

﴿ يُضاعَفْ لَهُ الْعَذابُ يَوْمَ الْقِيامَةِ وَ يَخْلُدْ فيهِ مُهاناً ﴾

69. akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina,

ولئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئاتِهِمْ حَسَناتٍ وَ كانَ اللهُ غَفُوراً رَحيماً ﴾﴿ إِلاَّ مَنْ تابَ وَ آمَنَ وَ عَمِلَ عَمَلاً صالِحاً فَأُ

70. kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka Allah akan mengganti kejahatan mereka dengan kebaikan, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang;

﴿ وَ مَنْ تابَ وَ عَمِلَ صالِحاً فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللهِ مَتاباً ﴾

71. dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia kembali kepada Allah dengan sebenarnya.

﴿ وَ الَّذينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَ إِذا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِراماً ﴾

72. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan  perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan diri mereka.

﴿ وَ الَّذينَ إِذا ذُكِّرُوا بِآياتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْها صُمًّا وَ عُمْياناً ﴾

73. Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.

﴿ وَ الَّذينَ يَقُولُونَ رَبَّنا هَبْ لَنا مِنْ أَزْواجِنا وَ ذُرِّيَّاتِنا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنا لِلْمُتَّقينَ إِماماً ﴾

74. Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

ولئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِما صَبَرُوا وَ يُلَقَّوْنَ فيها تَحِيَّةً وَ سَلاماً ﴾﴿ أُ

75. Mereka itulah orang yang dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

﴿ خالِدينَ فيها حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَ مُقاماً ﴾

76. mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

﴿ قُلْ ما يَعْبَؤُا بِكُمْ رَبِّي لَوْلا دُعاؤُكُمْ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزاماً ﴾

77. Katakanlah, “Tuhan-ku tidak mengindahkan kamu kalau tidak karena Dia mengajakmu (untuk menyempurnakan hujah bagimu); kamu telah mendustakan (ayat-ayat Allah dan para nabi-Nya), dan sikap ini sungguh akan mendatangkan kemudaratan bagimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu.”