Surah Al-Mu'minuun



23. Surah Al-Mu’minun

(Orang-orang Yang Beriman)

﴾بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيمِ َ﴿

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

﴿ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ َ﴾

1. Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman,

﴿ ٱلَّذينَ هُمْ في‏ صَلاتِهِمْ خاشِعُونَ َ﴾

2. (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,

﴿ وَ الَّذينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ َ﴾

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

﴿ وَ الَّذينَ هُمْ لِلزَّكاةِ فاعِلُونَ َ﴾

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,

﴿ وَ الَّذينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حافِظُونَ َ﴾

5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

﴿ إِلاَّ عَلى‏ أَزْواجِهِمْ أَوْ ما مَلَكَتْ أَيْمانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومينَ َ﴾

6. kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela;

﴿ فَمَنِ ابْتَغى‏ وَراءَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ العادُونَ َ﴾

7. barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas,

﴿ وَ الَّذينَ هُمْ لِأَماناتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ راعُونَ َ﴾

8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,

﴿ وَ الَّذينَ هُمْ عَلى‏ صَلَواتِهِمْ يُحافِظُونَ َ﴾

9. dan orang-orang yang memelihara salatnya.

﴿ أُولئِكَ هُمُ الْوارِثُونَ َ﴾

10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

﴿ ٱلَّذينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فيها خالِدُونَ َ﴾

11. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

﴿ وَ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طينٍ َ﴾

12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

﴿ ثُمَّ جَعَلْناهُ نُطْفَةً في‏ قَرارٍ مَكينٍ َ﴾

13. Kemudian Kami jadikan dia air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

﴿ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظاماً فَكَسَوْنَا الْعِظامَ لَحْماً ثُمَّ أَنْشَأْناهُ خَلْقاً آخَرَ فَتَبارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخالِقينَ َ﴾

14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci-lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

﴿ ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذلِكَ لَمَيِّتُونَ َ﴾

15. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.

﴿ ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيامَةِ تُبْعَثُونَ َ﴾

16. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.

﴿ وَ لَقَدْ خَلَقْنا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرائِقَ وَما كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غافِلينَ َ﴾

17. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh lapisan langit), dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).

﴿ وَ أَنْزَلْنا مِنَ السَّماءِ ماءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ وَ إِنَّا عَلى‏ ذَهابٍ بِهِ لَقادِرُونَ َ﴾

18. Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.

﴿ فَأَنْشَأْنا لَكُمْ بِهِ جَنَّاتٍ مِنْ نَخيلٍ وَ أَعْنابٍ لَكُمْ فيها فَواكِهُ كَثيرَةٌ وَ مِنْها تَأْكُلُونَ َ﴾

19. Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan,

﴿ وَ شَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُورِ سَيْناءَ تَنْبُتُ بِالدُّهْنِ وَ صِبْغٍ لِلْآكِلينَ َ﴾

20. dan (juga Kami tumbuhkan) pohon kayu yang berasal dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak dan kuah makanan bagi orang-orang yang makan.

﴿ وَ إِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعامِ لَعِبْرَةً نُسْقيكُمْ مِمَّا في‏ بُطُونِها وَ لَكُمْ فيها مَنافِعُ كَثيرَةٌ وَ مِنْها تَأْكُلُونَ َ﴾

21. Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagimu; Kami memberimu minum dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untukmu, dan sebagian darinya kamu makan,

﴿ وَ عَلَيْها وَ عَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ َ﴾

22. dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.

﴿ وَ لَقَدْ أَرْسَلْنا نُوحاً إِلى‏ قَوْمِهِ فَقالَ يا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ ما لَكُمْ مِنْ إِلهٍ غَيْرُهُ أَفَلا تَتَّقُونَ َ﴾

23. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak berhenti (menyembah berhala)?”

﴿ فَقالَ الْمَلَأُ الَّذينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ ما هذا إِلاَّ بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُريدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَ لَوْ شاءَ اللهُ لَأَنْزَلَ مَلائِكَةً ما سَمِعْنا بِهذا في‏ آبائِنَا الْأَوَّلينَ َ﴾

24. Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab, “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.

﴿ إِنْ هُوَ إِلاَّ رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّى حينٍ َ﴾

25. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) sampai suatu waktu (hingga ia mati atau tersembuhkan dari penyakitnya itu.”

﴿ قالَ رَبِّ انْصُرْني‏ بِما كَذَّبُونِ َ﴾

26. Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.”

﴿ فَأَوْحَيْنا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنا وَ وَحْيِنا فَإِذا جاءَ أَمْرُنا وَ فارَ التَّنُّورُ فَاسْلُكْ فيها مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَ أَهْلَكَ إِلاَّ مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ وَلا تُخاطِبْني‏ فِي الَّذينَ ظَلَمُوا إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ َ﴾

27. Maka Kami wahyukan kepadanya, “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami. Apabila perintah Kami telah datang dan Tannûr telah memancarkan air (sebagai pertanda topan tiba), maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis hewan), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

﴿ فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَ مَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي نَجَّانا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمينَ َ﴾

28. Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.’

﴿ وَ قُلْ رَبِّ أَنْزِلْني‏ مُنْزَلاً مُبارَكاً وَ أَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلينَ َ﴾

29. Dan berdoalah, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.’”

﴿ إِنَّ في‏ ذلِكَ لَآياتٍ وَ إِنْ كُنَّا لَمُبْتَلينَ َ﴾

30. Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah), dan sesungguhnya Kami benar-benar akan memberikan cobaan kepada manusia.

﴿ ثُمَّ أَنْشَأْنا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْناً آخَرينَ َ﴾

31. Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain.

﴿ فَأَرْسَلْنا فيهِمْ رَسُولاً مِنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللهَ ما لَكُمْ مِنْ إِلهٍ غَيْرُهُ أَفَلا تَتَّقُونَ َ﴾

32. Lalu Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata), “Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan selain Dia. Maka mengapa kamu tidak berhenti (menyembah berhala)?”

﴿ وَ قالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذينَ كَفَرُوا وَ كَذَّبُوا بِلِقاءِ الْآخِرَةِ وَ أَتْرَفْناهُمْ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا ما هذا إِلاَّ بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَ يَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ َ﴾

33. Dan berkatalah pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan perjumpaan dengan hari akhirat (kelak), serta yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia, “(Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu. Dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.(33)

﴿ وَ لَئِنْ أَطَعْتُمْ بَشَراً مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذاً لَخاسِرُونَ َ﴾

34. Dan sesungguhnya jika kamu sekalian menaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.

﴿ أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذا مِتُّمْ وَ كُنْتُمْ تُراباً وَ عِظاماً أَنَّكُمْ مُخْرَجُونَ َ﴾

35. Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)?

﴿ هَيْهاتَ هَيْهاتَ لِما تُوعَدُونَ َ﴾

36. Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang dijanjikan kepada kamu itu.

﴿ إِنْ هِيَ إِلاَّ حَياتُنَا الدُّنْيا نَمُوتُ وَ نَحْيى وَما نَحْنُ بِمَبْعُوثينَ َ﴾

37. Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.

﴿ إِنْ هُوَ إِلاَّ رَجُلٌ افْتَرى‏ عَلَى اللهِ كَذِباً وَما نَحْنُ لَهُ بِمُؤْمِنينَ َ﴾

38. Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya.”

﴿ قالَ رَبِّ انْصُرْني‏ بِما كَذَّبُونِ َ﴾

39. Rasul itu berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku.”

﴿ قالَ عَمَّا قَليلٍ لَيُصْبِحُنَّ نادِمينَ َ﴾

40. Allah berfirman, “Tidak lama lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal.”

﴿ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْناهُمْ غُثاءً فَبُعْداً لِلْقَوْمِ الظَّالِمينَ َ﴾

41. Maka mereka dimusnahkan oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir. Maka tersingkirkanlah orang-orang yang zalim itu (dari rahmat Allah).

﴿ ثُمَّ أَنْشَأْنا مِنْ بَعْدِهِمْ قُرُوناً آخَرينَ َ﴾

42. Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain.

﴿ ما تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَها وَما يَسْتَأْخِرُونَ َ﴾

43. Tidak suatu umat pun (yang dapat) mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajal itu).

﴿ ثُمَّ أَرْسَلْنا رُسُلَنا تَتْرا كُلَّما جاءَ أُمَّةً رَسُولُها كَذَّبُوهُ فَأَتْبَعْنا بَعْضَهُمْ بَعْضاً وَ جَعَلْناهُمْ أَحاديثَ فَبُعْداً لِقَوْمٍ لا يُؤْمِنُونَ َ﴾

44. Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) para rasul Kami berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada umatnya, mereka mendustakannya. Tapi Kami telah membinasakan umat-umat itu silih berganti dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia). Maka tersingkirkanlah orang-orang yang tidak beriman (dari rahmat Allah).

﴿ ثُمَّ أَرْسَلْنا مُوسى‏ وَ أَخاهُ هارُونَ بِآياتِنا وَ سُلْطانٍ مُبينٍ َ﴾

45. Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya, Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami dan bukti yang nyata,

﴿ إِلى‏ فِرْعَوْنَ وَ مَلَإِهِ فَاسْتَكْبَرُوا وَ كانُوا قَوْماً عالينَ َ﴾

46. kepada Fira‘un dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takabur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.

﴿ فَقالُوا أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنا وَ قَوْمُهُما لَنا عابِدُونَ َ﴾

47. Dan mereka berkata, “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Isra’il) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?”

﴿ فَكَذَّبُوهُما فَكانُوا مِنَ الْمُهْلَكينَ َ﴾

48. Maka mereka mendustakan keduanya. Sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.

﴿ وَ لَقَدْ آتَيْنا مُوسَى الْكِتابَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ َ﴾

49. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, agar mereka (Bani Isra’il) mendapat petunjuk.

﴿ وَ جَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَ أُمَّهُ آيَةً وَ آوَيْناهُما إِلى‏ رَبْوَةٍ ذاتِ قَرارٍ وَ مَعينٍ َ﴾

50. Dan Kami telah menjadikan (Isa) putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi mendatar yang aman dan memiliki sumber-sumber air bersih yang mengalir.

﴿ يا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّباتِ وَ اعْمَلُوا صالِحاً إِنِّي بِما تَعْمَلُونَ عَليمٌ َ﴾

51. Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

﴿ وَ إِنَّ هذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً واحِدَةً وَ أَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ َ﴾

52. Sesungguhnya ini adalah adalah umatmu, umat yang satu dan Aku adalah Tuhan-mu, maka bertakwalah kepada-Ku.

﴿ فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُراً كُلُّ حِزْبٍ بِما لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ َ﴾

53. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) berpecah-belah dalam urusan mereka, dan setiap kelompok menempuh jalan mereka sendiri. (Anehnya) setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).

﴿ فَذَرْهُمْ في‏ غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حينٍ َ﴾

54. Maka biarkanlah mereka tenggelam dalam kesesatan hingga suatu waktu; (hingga ajal mereka tiba atau mereka ditimpa azab Ilahi).

﴿ أَيَحْسَبُونَ أَنَّما نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مالٍ وَ بَنينَ َ﴾

55. Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),

﴿ نُسارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْراتِ بَلْ لا يَشْعُرُونَ َ﴾

56. Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (bahwa semua itu adalah ujian bagi mereka).

﴿ إِنَّ الَّذينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ َ﴾

57. Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,

﴿ وَ الَّذينَ هُمْ بِآياتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ َ﴾

58. dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Tuhan mereka,

﴿ وَ الَّذينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لا يُشْرِكُونَ َ﴾

59. dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (suatu apapun),

﴿ وَ الَّذينَ يُؤْتُونَ ما آتَوْا وَ قُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلى‏ رَبِّهِمْ راجِعُونَ َ﴾

60. dan orang-orang yang mengerahkan seluruh daya mereka untuk melaksanakan ketaatan, sedang hati mereka takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,

﴿ أُولئِكَ يُسارِعُونَ فِي الْخَيْراتِ وَ هُمْ لَها سابِقُونَ َ﴾

61. mereka itulah yang bersegera memperoleh kebaikan-kebaikan dan memperoleh seluruh kebaikan itu terlebih dahulu daripada orang lain.

﴿ وَلا نُكَلِّفُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَها وَ لَدَيْنا كِتابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ وَ هُمْ لا يُظْلَمُونَ َ﴾

62. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan di sisi Kami terdapat suatu kitab yang (mencatat seluruh amal para hamba dan) berbicara dengan benar, dan mereka tidak dianiaya.

﴿ بَلْ قُلُوبُهُمْ في‏ غَمْرَةٍ مِنْ هذا وَ لَهُمْ أَعْمالٌ مِنْ دُونِ ذلِكَ هُمْ لَها عامِلُونَ َ﴾

63. Tetapi hati orang-orang kafir itu melalaikan (kitab amal dan hari perhitungan) ini, dan mereka juga banyak memiliki perbuatan-perbuatan (buruk) selain dari itu yang mereka tetap mengerjakannya.

﴿ حَتَّى إِذا أَخَذْنا مُتْرَفيهِمْ بِالْعَذابِ إِذا هُمْ يَجْأَرُونَ َ﴾

64. Hingga apabila Kami timpakan azab kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.

﴿ لا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ إِنَّكُمْ مِنَّا لا تُنْصَرُونَ َ﴾

65. Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tidak akan mendapat pertolongan dari Kami.

﴿ قَدْ كانَتْ آياتي‏ تُتْلى‏ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلى‏ أَعْقابِكُمْ تَنْكِصُونَ َ﴾

66. (Apakah kamu tidak ingat) sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al-Qur’an) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, lalu kamu selalu berpaling ke belakang,(66)

﴿ مُسْتَكْبِرينَ بِهِ سامِراً تَهْجُرُونَ َ﴾

67. dengan menyombongkan diri terhadap Rasulullah dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari.

﴿ أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جاءَهُمْ ما لَمْ يَأْتِ آباءَهُمُ الْأَوَّلينَ َ﴾

68. Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?

﴿ أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ َ﴾

69. Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya?

﴿ أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَ أَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كارِهُونَ َ﴾

70. Atau apakah (patut) mereka berkata, “Ia (Muhammad) berpenyakit gila?” Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.

﴿ وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْواءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّماواتُ وَ الْأَرْضُ وَمَنْ فيهِنَّ بَلْ أَتَيْناهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ َ﴾

71. Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, serta semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka Al-Qur’an yang dapat menjadi (sumber) peringatan (dan kemuliaan) bagi mereka, tetapi mereka berpaling dari (sumber) peringatan (dan kemuliaan) itu.

﴿ أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجاً فَخَراجُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَ هُوَ خَيْرُ الرَّازِقينَ َ﴾

72. Ataukah kamu meminta upah kepada mereka (sebagai imbalan atas dakwahmu ini), padahal upah dari Tuhan-mu adalah lebih baik, dan Dia adalah pemberi rezeki yang paling baik.

﴿ وَ إِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلى‏ صِراطٍ مُسْتَقيمٍ َ﴾

73. Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.

﴿ وَ إِنَّ الَّذينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ عَنِ الصِّراطِ لَناكِبُونَ َ﴾

74. Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus) ini.

﴿ وَلَوْ رَحِمْناهُمْ وَ كَشَفْنا ما بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ لَلَجُّوا في‏ طُغْيانِهِمْ يَعْمَهُونَ َ﴾

75. Andai kata Kami mengasihani mereka dan melenyapkan kemudaratan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam keterlaluan mereka.

﴿ وَ لَقَدْ أَخَذْناهُمْ بِالْعَذابِ فَمَا اسْتَكانُوا لِرَبِّهِمْ وَما يَتَضَرَّعُونَ َ﴾

76. Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka (supaya mereka sadar), tetapi mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.

﴿ حَتَّى إِذا فَتَحْنا عَلَيْهِمْ باباً ذا عَذابٍ شَديدٍ إِذا هُمْ فيهِ مُبْلِسُونَ َ﴾

77. (Kondisi mereka yang demikian itu berlanjut) hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu yang mengandung azab yang amat sangat, (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus-asa.

﴿ وَ هُوَ الَّذي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَ الْأَبْصارَ وَ الْأَفْئِدَةَ قَليلاً ما تَشْكُرُونَ َ﴾

78. Dan Dia-lah yang telah menciptakan pendengaran, penglihatan, dan hati (akal) bagi kamu sekalian. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

﴿ وَ هُوَ الَّذي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ َ﴾

79. Dan Dia-lah yang menciptakan serta mengembangbiakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.

﴿ وَ هُوَ الَّذي يُحْيي‏ وَ يُميتُ وَ لَهُ اخْتِلافُ اللَّيْلِ وَ النَّهارِ أَفَلا تَعْقِلُونَ َ﴾

80. Dan Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia-lah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak berpikir?

﴿ بَلْ قالُوا مِثْلَ ما قالَ الْأَوَّلُونَ َ﴾

81. (Mereka tidak mau berpikir). Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang pernah diucapkan oleh orang-orang dahulu kala.

﴿ قالُوا أَإِذا مِتْنا وَ كُنَّا تُراباً وَ عِظاماً أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ َ﴾

82. Mereka berkata, “Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?

﴿ لَقَدْ وُعِدْنا نَحْنُ وَ آباؤُنا هذا مِنْ قَبْلُ إِنْ هذا إِلاَّ أَساطيرُ الْأَوَّلينَ َ﴾

83. Sesungguhnya kami dan nenek moyang kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu. Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!”

﴿ قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فيها إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ َ﴾

84. Katakanlah, “Kepunyaan siapakah bumi ini dan semua yang ada di dalamnya, jika kamu mengetahui?”

﴿ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلا تَذَكَّرُونَ َ﴾

85. Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Katakanlah, “Maka apakah kamu tidak mau sadar?”

﴿ قُلْ مَنْ رَبُّ السَّماواتِ السَّبْعِ وَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظيمِ َ﴾

86. Katakanlah, “Siapakah pemilik tujuh langit dan ‘Arasy yang besar?”

﴿ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلا تَتَّقُونَ َ﴾

87. Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Katakanlah, “Maka apakah kamu tidak bertakwa (dan menanggalkan seluruh pakaian kemusyrikan)?”

﴿ قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْ‏ءٍ وَ هُوَ يُجيرُ وَلا يُجارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ َ﴾

88. Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi dan membutuhkan perlindungan (kepada siapa pun), jika kamu mengetahui?”

﴿ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ َ﴾

89. Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Katakanlah, “(Kalau demikian), maka bagaimana mungkin kamu terkena sihir (oleh ayat-ayat Al-Qur’an ini)?”

﴿ بَلْ أَتَيْناهُمْ بِالْحَقِّ وَ إِنَّهُمْ لَكاذِبُونَ َ﴾

90. Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

﴿ مَا اتَّخَذَ اللهُ مِنْ وَلَدٍ وَما كانَ مَعَهُ مِنْ إِلٰهٍ إِذاً لَذَهَبَ كُلُّ إِلٰهٍ بِما خَلَقَ وَ لَعَلا بَعْضُهُمْ عَلى‏ بَعْضٍ سُبْحانَ اللهِ عَمَّا يَصِفُونَ َ﴾

91. Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,

﴿ عالِمِ الْغَيْبِ وَ الشَّهادَةِ فَتَعالى‏ عَمَّا يُشْرِكُونَ َ﴾

92. Tuhan yang mengetahui semua yang gaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.

﴿ قُلْ رَبِّ إِمَّا تُرِيَنِّي ما يُوعَدُونَ َ﴾

93. Katakanlah, “Ya Tuhan, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,

﴿ رَبِّ فَلا تَجْعَلْني‏ فِي الْقَوْمِ الظَّالِمينَ َ﴾

94. ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim.”

﴿ وَ إِنَّا عَلى‏ أَنْ نُرِيَكَ ما نَعِدُهُمْ لَقادِرُونَ َ﴾

95. Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka.

﴿ ادْفَعْ بِالَّتي‏ هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِما يَصِفُونَ َ﴾

96. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.

﴿ وَ قُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزاتِ الشَّياطينِ َ﴾

97. Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan.

﴿ وَ أَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ َ﴾

98. Dan aku berlindung (pula) kepada-Mu, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

﴿ حَتَّى إِذا جاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قالَ رَبِّ ارْجِعُونِ َ﴾

99. (Orang-orang kafir itu tetap terus meniti jalan yang keliru), hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),

﴿ لَعَلِّي أَعْمَلُ صالِحاً فيما تَرَكْتُ كَلاَّ إِنَّها كَلِمَةٌ هُوَ قائِلُها وَ مِنْ وَرائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلى‏ يَوْمِ يُبْعَثُونَ َ﴾

100. agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang ia ucapkan saja. Dan di hadapan mereka terdapat alam Barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.

﴿ فَإِذا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلا أَنْسابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلا يَتَساءَلُونَ َ﴾

101. Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak pula mereka saling meminta pertolongan kepada sesama mereka (lantaran tak seorang pun dapat berbuat apa-apa).

﴿ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوازينُهُ فَأُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ َ﴾

102. Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

﴿ وَ مَنْ خَفَّتْ مَوازينُهُ فَأُولئِكَ الَّذينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ في‏ جَهَنَّمَ خالِدُونَ َ﴾

103. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.

﴿ تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَ هُمْ فيها كالِحُونَ َ﴾

104. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu bermuka suram dan masam.

﴿ أَلَمْ تَكُنْ آياتي‏ تُتْلى‏ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِها تُكَذِّبُونَ َ﴾

105. (Mereka ditanya), “Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?”

﴿ قالُوا رَبَّنا غَلَبَتْ عَلَيْنا شِقْوَتُنا وَ كُنَّا قَوْماً ضالِّينَ َ﴾

106. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat.

﴿ رَبَّنا أَخْرِجْنا مِنْها فَإِنْ عُدْنا فَإِنَّا ظالِمُونَ َ﴾

107. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim (dan berhak memperoleh azab).”

﴿ قالَ اخْسَؤُوا فيها وَلا تُكَلِّمُونِ َ﴾

108. Allah berfirman, “Enyahlah dan tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan-Ku.

﴿ إِنَّهُ كانَ فَريقٌ مِنْ عِبادي يَقُولُونَ رَبَّنا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنا وَ ارْحَمْنا وَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمينَ َ﴾

109. (Apakah kamu) sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), ‘Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.’

﴿ فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّى أَنْسَوْكُمْ ذِكْري وَ كُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ َ﴾

110. Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka menjadikanmu lupa mengingat-Ku, dan kamu selalu menertawakan mereka.

﴿ إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِما صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفائِزُونَ َ﴾

111. Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang nan beruntung.”

﴿ قالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنينَ َ﴾

112. Allah bertanya, “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

﴿ قالُوا لَبِثْنا يَوْماً أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْئَلِ الْعادِّينَ َ﴾

113. Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari. Tanyakanlah kepada orang-orang yang dapat menghitung.”

﴿ قالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلاَّ قَليلاً لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ َ﴾

114. Allah berfirman, “(Ya), kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.”

﴿ أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّما خَلَقْناكُمْ عَبَثاً وَ أَنَّكُمْ إِلَيْنا لا تُرْجَعُونَ َ﴾

115. Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

﴿ فَتَعالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَريمِ َ﴾

116. Maka Maha Tinggi Allah, yaja yang sebenarnya; tidak ada tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arasy yang mulia.

﴿ وَ مَنْ يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلٰهاً آخَرَ لا بُرْهانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّما حِسابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكافِرُونَ َ﴾

117. Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tidak beruntung.

﴿ وَ قُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَ ارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمينَ َ﴾

118. Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, berilah ampun dan anugerahkanlah rahmat (kepadaku), dan Engkau adalah penganugerah rahmat yang paling baik.”