Surah Anbiya'



21. Surah Al-Anbiya’

(Para Nabi)

﴾بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيمِ َ﴿

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

﴿ اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسابُهُمْ وَ هُمْ في‏ غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ َ﴾

1. Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya).

﴿ ما يَأْتيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنْ رَبِّهِمْ مُحْدَثٍ إِلاَّ اسْتَمَعُوهُ وَ هُمْ يَلْعَبُونَ َ﴾

2. Tidak datang kepada mereka suatu pemberi peringatan pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,

﴿ لاهِيَةً قُلُوبُهُمْ وَ أَسَرُّوا النَّجْوَى الَّذينَ ظَلَمُوا هَلْ هذا إِلاَّ بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَفَتَأْتُونَ السِّحْرَ وَ أَنْتُمْ تُبْصِرُونَ َ﴾

3. (lagi pula) hati mereka lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu. Maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?”

﴿ قالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِي السَّماءِ وَ الْأَرْضِ وَ هُوَ السَّميعُ الْعَليمُ َ﴾

4. Muhammad berkata (kepada mereka), “Tuhan-ku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

﴿ بَلْ قالُوا أَضْغاثُ أَحْلامٍ بَلِ افْتَراهُ بَلْ هُوَ شاعِرٌ فَلْيَأْتِنا بِآيَةٍ كَما أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ َ﴾

5. Bahkan mereka berkata (pula), “(Al-Qur’an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut. Malah Muhammad mengada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair. Maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana para rasul yang telah lalu diutus.”

﴿ ما آمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْناها أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ َ﴾

6. (Penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan sebelum mereka itu (juga pernah meminta mukjizat dan permintaan mereka dikabulkan, tapi) mereka tidak beriman. Maka apakah mereka (yang meminta mukjizat sekarang ini) akan beriman?

﴿ وَما أَرْسَلْنا قَبْلَكَ إِلاَّ رِجالاً نُوحي‏ إِلَيْهِمْ فَسْئَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ َ﴾

7. Kami tiada mengutus para rasul sebelummu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, (dan mereka juga berasal dari bangsa manusia). Maka kamu sekalian tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.

﴿ وَما جَعَلْناهُمْ جَسَداً لا يَأْكُلُونَ الطَّعامَ وَما كانُوا خالِدينَ َ﴾

8. Dan Kami tidak jadikan mereka tubuh-tubuh yang tidak memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.

﴿ ثُمَّ صَدَقْناهُمُ الْوَعْدَ فَأَنْجَيْناهُمْ وَ مَنْ نَشاءُ وَ أَهْلَكْنَا الْمُسْرِفينَ َ﴾

9. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

﴿ لَقَدْ أَنْزَلْنا إِلَيْكُمْ كِتاباً فيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلا تَعْقِلُونَ َ﴾

10. Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab peringatan dan kesadaran bagimu. Maka apakah kamu tidak berpikir?

﴿ وَ كَمْ قَصَمْنا مِنْ قَرْيَةٍ كانَتْ ظالِمَةً وَ أَنْشَأْنا بَعْدَها قَوْماً آخَرينَ َ﴾

11. Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami ciptakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai pengganti mereka).

﴿ فَلَمَّا أَحَسُّوا بَأْسَنا إِذا هُمْ مِنْها يَرْكُضُونَ َ﴾

12. Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negeri mereka dengan tergesa-gesa.

﴿ لا تَرْكُضُوا وَ ارْجِعُوا إِلى‏ ما أُتْرِفْتُمْ فيهِ وَ مَساكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْئَلُونَ َ﴾

13. (Kami berkata), “Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang mewah), supaya kamu dimintai (oleh para pengemis yang datang kepadamu, lalu kamu menghinakan mereka).”

﴿ قالُوا يا وَيْلَنا إِنَّا كُنَّا ظالِمينَ َ﴾

14. Mereka berkata, “Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.”

﴿ فَما زالَتْ تِلْكَ دَعْواهُمْ حَتَّى جَعَلْناهُمْ حَصيداً خامِدينَ َ﴾

15. Tetaplah demikian keluhan mereka, hingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi.

﴿ وَما خَلَقْنَا السَّماءَ وَ الْأَرْضَ وَما بَيْنَهُما لاعِبينَ َ﴾

16. Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.

﴿ لَوْ أَرَدْنا أَنْ نَتَّخِذَ لَهْواً لاَتَّخَذْناهُ مِنْ لَدُنَّا إِنْ كُنَّا فاعِلينَ َ﴾

17. Sekiranya Kami hendak membuat suatu permainan, tentulah Kami membuatnya yang sesuai dengan diri Kami apabila Kami menghendaki berbuat demikian.

﴿ بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْباطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذا هُوَ زاهِقٌ وَ لَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ َ﴾

18. Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).

﴿ وَ لَهُ مَنْ فِي السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ وَ مَنْ عِنْدَهُ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبادَتِهِ وَلا يَسْتَحْسِرُونَ َ﴾

19. Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih.

﴿ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَ النَّهارَ لا يَفْتُرُونَ َ﴾

20. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.

﴿ أَمِ اتَّخَذُوا آلِهَةً مِنَ الْأَرْضِ هُمْ يُنْشِرُونَ َ﴾

21. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi yang dapat (menciptakan dan) menebarkan (makhluk)?

﴿ لَوْ كانَ فيهِما آلِهَةٌ إِلاَّ اللهُ لَفَسَدَتا فَسُبْحانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ َ﴾

22. Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arasy dari apa yang mereka sifatkan.

﴿ لا يُسْئَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَ هُمْ يُسْئَلُونَ َ﴾

23. Dia tidak layak dipertanyakan tentang apa yang diperbuat-Nya (lantaran seluruh perbuatan-Nya sejalan dengan hikmah), dan perbuatan merekalah yang layak dipertanyakan.

﴿ أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً قُلْ هاتُوا بُرْهانَكُمْ هذا ذِكْرُ مَنْ مَعِيَ وَ ذِكْرُ مَنْ قَبْلي‏ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ فَهُمْ مُعْرِضُونَ َ﴾

24. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah, “Unjukkanlah hujahmu! Ini adalah ucapan orang-orang yang bersamaku, dan ucapan orang-orang (para nabi) yang sebelumku.” Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.

﴿ وَما أَرْسَلْنا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ نُوحي‏ إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلٰهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُونِ َ﴾

25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka kamu sekalian sembahlah Aku.”

﴿ وَقالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَداً سُبْحانَهُ بَلْ عِبادٌ مُكْرَمُونَ َ﴾

26. Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pengasih telah mengambil (mempunyai) anak.” Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan.

﴿ لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَ هُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ َ﴾

27. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.

﴿ يَعْلَمُ ما بَيْنَ أَيْديهِمْ وَما خَلْفَهُمْ وَلا يَشْفَعُونَ إِلاَّ لِمَنِ ارْتَضى‏ وَ هُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ َ﴾

28. Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapan dan di belakang mereka (malaikat), dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.

﴿ وَ مَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلهٌ مِنْ دُونِهِ فَذلِكَ نَجْزيهِ جَهَنَّمَ كَذلِكَ نَجْزِي الظَّالِمينَ َ﴾

29. Dan barang siapa di antara mereka mengatakan, “Sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari Allah”, maka Kami akan membalasnya dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.

﴿ أَوَلَمْ يَرَ الَّذينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّماواتِ وَ الْأَرْضَ كانَتا رَتْقاً فَفَتَقْناهُما وَ جَعَلْنا مِنَ الْماءِ كُلَّ شَيْ‏ءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ َ﴾

30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang terpadu menjadi satu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?

﴿ وَ جَعَلْنا فِي الْأَرْضِ رَواسِيَ أَنْ تَميدَ بِهِمْ وَ جَعَلْنا فيها فِجاجاً سُبُلاً لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ َ﴾

31. Dan Kami telah jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) mengguncang mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk.

﴿ وَ جَعَلْنَا السَّماءَ سَقْفاً مَحْفُوظاً وَ هُمْ عَنْ آياتِها مُعْرِضُونَ َ﴾

32. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.

﴿ وَ هُوَ الَّذي خَلَقَ اللَّيْلَ وَ النَّهارَ وَ الشَّمْسَ وَ الْقَمَرَ كُلٌّ في‏ فَلَكٍ يَسْبَحُونَ َ﴾

33. Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar di dalam garis peredarannya.

﴿ وَما جَعَلْنا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخالِدُونَ َ﴾

34. Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelummu (Muhammad). Maka jika kamu mati, apakah mereka akan kekal?

﴿ كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ وَ نَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَ الْخَيْرِ فِتْنَةً وَ إِلَيْنا تُرْجَعُونَ َ﴾

35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.

﴿ وَ إِذا رَآكَ الَّذينَ كَفَرُوا إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلاَّ هُزُواً أَهذَا الَّذي يَذْكُرُ آلِهَتَكُمْ وَ هُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كافِرُونَ َ﴾

36. Dan apabila orang-orang kafir itu melihatmu, mereka hanya membuat kamu menjadi bahan olokan. (Mereka mengatakan), “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?” Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih.

﴿ خُلِقَ الْإِنْسانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُريكُمْ آياتي‏ فَلا تَسْتَعْجِلُونِ َ﴾

37. Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kamu meminta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.

﴿ وَ يَقُولُونَ مَتى‏ هذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صادِقينَ َ﴾

38. Mereka berkata, “Kapankah janji (kiamat) itu akan datang, jika kamu sekalian adalah orang-orang yang berkata benar?”

﴿ لَوْ يَعْلَمُ الَّذينَ كَفَرُوا حينَ لا يَكُفُّونَ عَنْ وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلا عَنْ ظُهُورِهِمْ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ َ﴾

39. Andai kata orang-orang kafir itu mengetahui, ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, serta mereka (tidak pula) mendapat pertolongan, (tentulah mereka tidak tergesa-gesa meminta kiamat disegerakan).

﴿ بَلْ تَأْتيهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلا يَسْتَطيعُونَ رَدَّها وَ لا هُمْ يُنْظَرُونَ َ﴾

40. Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik. Maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.

﴿ وَ لَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَحاقَ بِالَّذينَ سَخِرُوا مِنْهُمْ ما كانُوا بِهِ يَسْتَهْزِؤُونَ َ﴾

41. Dan sungguh telah diperolok-olokkan para rasul sebelum kamu. Maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan para rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan.

﴿ قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَ النَّهارِ مِنَ الرَّحْمٰنِ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ َ﴾

42. Katakanlah, “Siapakah yang dapat memeliharamu di waktu malam dan siang hari dari (azab) Allah Yang Maha Pengasih?” Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka.

﴿ أَمْ لَهُمْ آلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِنْ دُونِنا لا يَسْتَطيعُونَ نَصْرَ أَنْفُسِهِمْ وَلا هُمْ مِنَّا يُصْحَبُونَ َ﴾

43. Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka mendapat pertolongan dari Kami.

﴿ بَلْ مَتَّعْنا هؤُلاءِ وَ آباءَهُمْ حَتَّى طالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ أَفَلا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُها مِنْ أَطْرافِها أَفَهُمُ الْغالِبُونَ َ﴾

44. Sebenarnya Kami telah memberi kepada mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga usia mereka panjang. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi bumi, lalu Kami mengurangi bumi itu (dan penduduknya) dari segala penjurunya? Apakah mereka yang menang?

﴿ قُلْ إِنَّما أُنْذِرُكُمْ بِالْوَحْيِ وَلا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعاءَ إِذا ما يُنْذَرُونَ َ﴾

45. Katakanlah (hai Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu”, dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan.

﴿ وَ لَئِنْ مَسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِنْ عَذابِ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ يا وَيْلَنا إِنَّا كُنَّا ظالِمينَ َ﴾

46. Dan sesungguhnya, jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhan-mu, pastilah mereka berkata, “Aduhai, celakalah kami, kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri.”

﴿ وَ نَضَعُ الْمَوازينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيامَةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئاً وَ إِنْ كانَ مِثْقالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنا بِها وَ كَفى‏ بِنا حاسِبينَ َ﴾

47. Kami akan menegakkan timbangan yang adil pada hari kiamat, lalu setiap jiwa tidak akan dirugikan barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

﴿ وَ لَقَدْ آتَيْنا مُوسى‏ وَ هارُونَ الْفُرْقانَ وَ ضِياءً وَ ذِكْراً لِلْمُتَّقينَ َ﴾

48. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun al-Furqân (pembeda antara yang hak dan yang batil) dan penerangan serta peringatan bagi orang-orang yang bertakwa,

﴿ الَّذينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَ هُمْ مِنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ َ﴾

49. (yaitu) orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat.

﴿ وَ هذا ذِكْرٌ مُبارَكٌ أَنْزَلْناهُ أَفَأَنْتُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ َ﴾

50. Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapa kamu mengingkarinya?

﴿ وَ لَقَدْ آتَيْنا إِبْراهيمَ رُشْدَهُ مِنْ قَبْلُ وَ كُنَّا بِهِ عالِمينَ َ﴾

51. Dan sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan Kami mengetahui (seluruh kelayakan)nya,

﴿ إِذْ قالَ لِأَبيهِ وَ قَوْمِهِ ما هذِهِ التَّماثيلُ الَّتي‏ أَنْتُمْ لَها عاكِفُونَ َ﴾

52. (yaitu) ketika ia berkata kepada ayah dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?”

﴿ قالُوا وَجَدْنا آباءَنا لَها عابِدينَ َ﴾

53. Mereka menjawab, “Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.”

﴿ قالَ لَقَدْ كُنْتُمْ أَنْتُمْ وَ آباؤُكُمْ في‏ ضَلالٍ مُبينٍ َ﴾

54. Ibrahim berkata, “Sesungguhnya kamu dan nenek moyangmu berada dalam kesesatan yang nyata.”

﴿ قالُوا أَجِئْتَنا بِالْحَقِّ أَمْ أَنْتَ مِنَ اللاَّعِبينَ َ﴾

55. Mereka menjawab, “Apakah kamu datang kepada kami dengan membawa kebenaran ataukah kamu hanya termasuk orang-orang yang bermain-main?”

﴿ قالَ بَلْ رَبُّكُمْ رَبُّ السَّماواتِ وَ الْأَرْضِ الَّذي فَطَرَهُنَّ وَ أَنَا عَلى‏ ذلِكُمْ مِنَ الشَّاهِدينَ َ﴾

56. Ibrahim berkata, “(Aku datang dengan membawa kebenaran). Sebenarnya Tuhanmu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu.

﴿ وَ تَاللهِ لَأَكيدَنَّ أَصْنامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرينَ َ﴾

57. Demi Allah, sesungguhnya aku akan menjalankan rencana untuk membinasakan berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.”

﴿ فَجَعَلَهُمْ جُذاذاً إِلاَّ كَبيراً لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ َ﴾

58. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong, kecuali patung (induk) yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.

﴿ قالُوا مَنْ فَعَلَ هذا بِآلِهَتِنا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمينَ َ﴾

59. Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.”

﴿ قالُوا سَمِعْنا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقالُ لَهُ إِبْراهيمُ َ﴾

60. Mereka berkata, “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.”

﴿ قالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلى‏ أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ َ﴾

61. Mereka berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan.”

﴿ قالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هذا بِآلِهَتِنا يا إِبْراهيمُ َ﴾

62. Mereka bertanya, “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim.”

﴿ قالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبيرُهُمْ هذا فَسْئَلُوهُمْ إِنْ كانُوا يَنْطِقُونَ َ﴾

63. Ibrahim menjawab, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala-berhala itu jika mereka dapat berbicara.”

﴿ فَرَجَعُوا إِلى‏ أَنْفُسِهِمْ فَقالُوا إِنَّكُمْ أَنْتُمُ الظَّالِمُونَ َ﴾

64. Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata, “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri).”

﴿ ثُمَّ نُكِسُوا عَلى‏ رُؤُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ ما هؤُلاءِ يَنْطِقُونَ َ﴾

65. Kemudian kepala mereka tertunduk (seraya berkata), “Sesungguhnya kamu sungguh mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.”

﴿ قالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ مالا يَنْفَعُكُمْ شَيْئاً وَلا يَضُرُّكُمْ َ﴾

66. Ibrahim berkata, “Maka mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepadamu?

﴿ أُفٍّ لَكُمْ وَ لِما تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ أَفَلا تَعْقِلُونَ َ﴾

67. Ah, (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak berpikir?”

﴿ قالُوا حَرِّقُوهُ وَ انْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فاعِلينَ َ﴾

68. Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhanmu, jika kamu benar-benar hendak bertindak.”

﴿ قُلْنا يا نارُ كُوني‏ بَرْداً وَ سَلاماً عَلى‏ إِبْراهيمَ َ﴾

69. Kami berfirman, “Hai api, menjadi dingin dan keselamatanlah bagi Ibrahim.”

﴿ وَ أَرادُوا بِهِ كَيْداً فَجَعَلْناهُمُ الْأَخْسَرينَ َ﴾

70. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, tapi Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.

﴿ وَ نَجَّيْناهُ وَ لُوطاً إِلَى الْأَرْضِ الَّتي‏ بارَكْنا فيها لِلْعالَمينَ َ﴾

71. Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri (Syam) yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.

﴿ وَ وَهَبْنا لَهُ إِسْحاقَ وَ يَعْقُوبَ نافِلَةً وَ كُلاًّ جَعَلْنا صالِحِينَ َ﴾

72. Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya‘qub, sebagai suatu anugerah (dari Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh.

﴿ وَ جَعَلْناهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنا وَ أَوْحَيْنا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْراتِ وَ إِقامَ الصَّلاةِ وَ إيتاءَ الزَّكاةِ وَ كانُوا لَنا عابِدينَ َ﴾

73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebaikan, mendirikan salat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami-lah mereka selalu menyembah.

﴿ وَ لُوطاً آتَيْناهُ حُكْماً وَ عِلْماً وَ نَجَّيْناهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتي‏ كانَتْ تَعْمَلُ الْخَبائِثَ إِنَّهُمْ كانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فاسِقينَ َ﴾

74. Dan kepada Luth Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan Kami telah selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,

﴿ وَ أَدْخَلْناهُ في‏ رَحْمَتِنا إِنَّهُ مِنَ الصَّالِحينَ َ﴾

75. dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh.

﴿ وَ نُوحاً إِذْ نادى‏ مِنْ قَبْلُ فَاسْتَجَبْنا لَهُ فَنَجَّيْناهُ وَ أَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظيمِ َ﴾

76. Dan (ingatlah kisah) Nuh sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta pengikutnya dari bencana yang besar.

﴿ وَ نَصَرْناهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذينَ كَذَّبُوا بِآياتِنا إِنَّهُمْ كانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَأَغْرَقْناهُمْ أَجْمَعينَ َ﴾

77. Dan Kami telah menolongnya dari kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya.

﴿ وَ داوُدَ وَ سُلَيْمانَ إِذْ يَحْكُمانِ فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَ كُنَّا لِحُكْمِهِمْ شاهِدينَ َ﴾

78. Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika mereka berdua memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu.

﴿ فَفَهَّمْناها سُلَيْمانَ وَ كُلاًّ آتَيْنا حُكْماً وَ عِلْماً وَ سَخَّرْنا مَعَ داوُدَ الْجِبالَ يُسَبِّحْنَ وَ الطَّيْرَ وَ كُنَّا فاعِلينَ َ﴾

79. Maka Kami telah memahamkan kepada Sulaiman hukum (yang sebenarnya); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan (kelayakan untuk) memberi keputusan dan ilmu, dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kami-lah yang melakukannya.

﴿ وَ عَلَّمْناهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شاكِرُونَ َ﴾

80. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memeliharamu dalam peperanganmu; maka apakah kamu bersyukur (kepada Allah terhadap seluruh nikmat ini)?

﴿ وَ لِسُلَيْمانَ الرِّيحَ عاصِفَةً تَجْري بِأَمْرِهِ إِلى‏ الْأَرْضِ الَّتي‏ بارَكْنا فيها وَ كُنَّا بِكُلِّ شَيْ‏ءٍ عالِمينَ َ﴾

81. Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah berkati. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

﴿ وَ مِنَ الشَّياطينِ مَنْ يَغُوصُونَ لَهُ وَ يَعْمَلُونَ عَمَلاً دُونَ ذلِكَ وَ كُنَّا لَهُمْ حافِظينَ َ﴾

82. Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain dari itu; dan Kami-lah yang memelihara mereka itu.

﴿ وَ أَيُّوبَ إِذْ نادى‏ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمينَ َ﴾

83. Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

﴿ فَاسْتَجَبْنا لَهُ فَكَشَفْنا ما بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَ آتَيْناهُ أَهْلَهُ وَ مِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنا وَ ذِكْرى‏ لِلْعابِدينَ َ﴾

84. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, serta Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua orang yang menyembah Allah.

﴿ وَ إِسْماعيلَ وَ إِدْريسَ وَ ذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرينَ َ﴾

85. Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.

﴿ وَ أَدْخَلْناهُمْ في‏ رَحْمَتِنا إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحينَ َ﴾

86. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.

﴿ وَ ذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغاضِباً فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنادى‏ فِي الظُّلُماتِ أَنْ لا إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمينَ َ﴾

87. Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi (dari tengah-tengah kaumnya) dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). Maka (setelah berada di dalam perut ikan hiu) ia menyeru di dalam kegelapan yang gulita, “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

﴿ فَاسْتَجَبْنا لَهُ وَ نَجَّيْناهُ مِنَ الْغَمِّ وَ كَذلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنينَ َ﴾

88. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

﴿ وَ زَكَرِيَّا إِذْ نادى‏ رَبَّهُ رَبِّ لا تَذَرْني‏ فَرْداً وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوارِثينَ َ﴾

89. Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau-lah pewaris yang paling baik.”

﴿ فَاسْتَجَبْنا لَهُ وَ وَهَبْنا لَهُ يَحْيى‏ وَ أَصْلَحْنا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كانُوا يُسارِعُونَ فِي الْخَيْراتِ وَ يَدْعُونَنا رَغَباً وَ رَهَباً وَ كانُوا لَنا خاشِعينَ َ﴾

90. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.

﴿ وَ الَّتي‏ أَحْصَنَتْ فَرْجَها فَنَفَخْنا فيها مِنْ رُوحِنا وَ جَعَلْناها وَ ابْنَها آيَةً لِلْعالَمينَ َ﴾

91. Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

﴿ إِنَّ هذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً واحِدَةً وَ أَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ َ﴾

92. Sesungguhnya (seluruh para nabi dan pengikut mereka) ini adalah umat kamu yang satu (dan pengikut satu missi dan tujuan); dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

﴿ وَ تَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ كُلٌّ إِلَيْنا راجِعُونَ َ﴾

93. Dan (sebagian dari) mereka telah memecah-belah urusan (agama) mereka di antara mereka sendiri. (Tapi akhirnya) kepada Kami jualah masing-masing golongan itu akan kembali.

﴿ فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحاتِ وَ هُوَ مُؤْمِنٌ فَلا كُفْرانَ لِسَعْيِهِ وَ إِنَّا لَهُ كاتِبُونَ َ﴾

94. Maka barang siapa yang mengerjakan sebagian amal saleh, sedang ia beriman, maka amalannya itu tidak akan diingkari dan sesungguhnya Kami menulis amalan itu untuknya (demi diberi pahala yang sesuai).

﴿ وَ حَرامٌ عَلى‏ قَرْيَةٍ أَهْلَكْناها أَنَّهُمْ لا يَرْجِعُونَ َ﴾

95. Sungguh tidak mungkin (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan (lantaran dosa mereka kembali ke dunia ini); mereka tidak akan pernah kembali lagi.

﴿ حَتَّى إِذا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَ مَأْجُوجُ وَ هُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ َ﴾

96. Hingga apabila dibukakan Ya’jûj dan Ma’jûj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

﴿ وَ اقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذا هِيَ شاخِصَةٌ أَبْصارُ الَّذينَ كَفَرُوا يا وَيْلَنا قَدْ كُنَّا في‏ غَفْلَةٍ مِنْ هذا بَلْ كُنَّا ظالِمينَ َ﴾

97. Dan kedatangan janji yang benar (kiamat) telah dekat, maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami lalai tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.”

﴿ إِنَّكُمْ وَما تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَها وارِدُونَ َ﴾

98. Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kamu pasti masuk ke dalamnya.

﴿ لَوْ كانَ هؤُلاءِ آلِهَةً ما وَرَدُوها وَ كُلٌّ فيها خالِدُونَ َ﴾

99. Andai kata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya.

﴿ لَهُمْ فيها زَفيرٌ وَ هُمْ فيها لا يَسْمَعُونَ َ﴾

100. Mereka merintih di dalam api itu dan tidak bisa mendengar.

﴿ إِنَّ الَّذينَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِنَّا الْحُسْنى‏ أُولئِكَ عَنْها مُبْعَدُونَ َ﴾

101. (Tapi) orang-orang yang telah mendapat janji kebaikan dari Kami sebelumnya (orang-orang saleh), mereka itu dijauhkan dari neraka,

﴿ لا يَسْمَعُونَ حَسيسَها وَهُمْ في‏ مَا اشْتَهَتْ أَنْفُسُهُمْ خالِدُونَ َ﴾

102. mereka tidak mendengar suara api neraka sedikit pun, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang mereka inginkan.

﴿ لا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَ تَتَلَقَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ هذا يَوْمُكُمُ الَّذي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ َ﴾

103. Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”

﴿ يَوْمَ نَطْوِي السَّماءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَما بَدَأْنا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعيدُهُ وَعْداً عَلَيْنا إِنَّا كُنَّا فاعِلينَ َ﴾

104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengembalikannya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami sungguh akan melaksanakannya.

﴿ وَ لَقَدْ كَتَبْنا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُها عِبادِيَ الصَّالِحُونَ َ﴾

105. Dan sungguh Kami telah tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) azd-Dzikr (Taurat) bahwasanya hamba-hamba-Ku yang saleh mewarisi bumi ini.

﴿ إِنَّ في‏ هذا لَبَلاغاً لِقَوْمٍ عابِدينَ َ﴾

106. Sesungguhnya dalam (surah) ini benar-benar terdapat penyampaian yang jelas bagi kaum yang menyembah Allah.

﴿ وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمينَ َ﴾

107. Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

﴿ قُلْ إِنَّما يُوحى‏ إِلَيَّ أَنَّما إِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ واحِدٌ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ َ﴾

108. Katakanlah, “Sesungguhnya hanya diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan-mu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka apakah kamu berserah diri (kepada-Nya dan meninggalkan penyembahan berhala itu)?”

﴿ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ آذَنْتُكُمْ عَلى‏ سَواءٍ وَ إِنْ أَدْري أَقَريبٌ أَمْ بَعيدٌ ما تُوعَدُونَ َ﴾

109. Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian secara sama rata, dan aku tidak mengetahui apakah (azab) yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh.”

﴿ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ مِنَ الْقَوْلِ وَ يَعْلَمُ ما تَكْتُمُونَ َ﴾

110. Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan.

﴿ وَ إِنْ أَدْري لَعَلَّهُ فِتْنَةٌ لَكُمْ وَ مَتاعٌ إِلى‏ حينٍ َ﴾

111. Dan aku tidak mengetahui boleh jadi hal itu adalah cobaan bagimu dan kesenangan sampai kepada suatu waktu.

﴿ قالَ رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّ وَ رَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعانُ عَلى‏ ما تَصِفُونَ َ﴾

112. (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil (dan hukumlah orang-orang zalim itu). Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan.”