Surah Al-Hijr



15. Surah Al-Hijr

(Negeri Kaum Tsamud)

﴾ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحيمِ﴿

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

﴿ الر تِلْكَ آياتُ الْكِتابِ وَ قُرْآنٍ مُبينٍ ﴾

1. Alif Lâm Râ. (Surah) ini adalah ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna) dan (ayat-ayat) Al-Qur’an yang memberi penjelasan.

﴿ رُبَما يَوَدُّ الَّذينَ كَفَرُوا لَوْ كانُوا مُسْلِمينَ ﴾

2. Orang-orang yang kafir itu (pada saat melihat akibat perbuatan mereka di akhirat) sering kali menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.

﴿ ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَ يَتَمَتَّعُوا وَ يُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ ﴾

3. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan, bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong). Tetapi kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).

﴿ وَما أَهْلَكْنا مِنْ قَرْيَةٍ إِلاَّ وَ لَها كِتابٌ مَعْلُومٌ ﴾

4. Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.

﴿ ما تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَها وَما يَسْتَأْخِرُونَ ﴾

5. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya).

﴿ وَ قالُوا يا أَيُّهَا الَّذي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ ﴾

6. Mereka berkata, “Hai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.

﴿ لَوْما تَأْتينا بِالْمَلائِكَةِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقينَ ﴾

7. Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?”

﴿ ما نُنَزِّلُ الْمَلائِكَةَ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَما كانُوا إِذاً مُنْظَرينَ ﴾

8. (Mereka harus tahu bahwa) Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab), dan ketika itu mereka tidak lagi diberi tangguh.

﴿ إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحافِظُونَ ﴾

9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

﴿ وَ لَقَدْ أَرْسَلْنا مِنْ قَبْلِكَ في‏ شِيَعِ الْأَوَّلينَ ﴾

10. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat yang terdahulu.

﴿ وَ ما يَأْتيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ كانُوا بِهِ يَسْتَهْزِؤُونَ ﴾

11. Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

﴿ كَذلِكَ نَسْلُكُهُ في‏ قُلُوبِ الْمُجْرِمينَ ﴾

12. Demikianlah, Kami memasukkan Al-Qur’an ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir),

﴿ لا يُؤْمِنُونَ بِهِ وَ قَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلينَ ﴾

13. tapi mereka tidak beriman kepadanya, dan sesungguhnya sunah (sikap) orang-orang terdahulu juga berlalu demikian.

﴿ وَلَوْ فَتَحْنا عَلَيْهِمْ باباً مِنَ السَّماءِ فَظَلُّوا فيهِ يَعْرُجُونَ ﴾

14. Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,

﴿ لَقالُوا إِنَّما سُكِّرَتْ أَبْصارُنا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَسْحُورُونَ ﴾

15. tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang terkena sihir.”

﴿ وَ لَقَدْ جَعَلْنا فِي السَّماءِ بُرُوجاً وَ زَيَّنَّاها لِلنَّاظِرينَ ﴾

16. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang di langit dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya),

﴿ وَ حَفِظْناها مِنْ كُلِّ شَيْطانٍ رَجيمٍ ﴾

17. dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk,

﴿ إِلاَّ مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهابٌ مُبينٌ ﴾

18. kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat), lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.

﴿ وَ الْأَرْضَ مَدَدْناها وَ أَلْقَيْنا فيها رَواسِيَ وَ أَنْبَتْنا فيها مِنْ كُلِّ شَيْ‏ءٍ مَوْزُونٍ ﴾

19. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung, serta Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

﴿ وَ جَعَلْنا لَكُمْ فيها مَعايِشَ وَ مَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرازِقينَ ﴾

20. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.

﴿ وَ إِنْ مِنْ شَيْ‏ءٍ إِلاَّ عِنْدَنا خَزائِنُهُ وَما نُنَزِّلُهُ إِلاَّ بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ ﴾

21. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan di sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.

﴿ وَ أَرْسَلْنَا الرِّياحَ لَواقِحَ فَأَنْزَلْنا مِنَ السَّماءِ ماءً فَأَسْقَيْناكُمُوهُ وَما أَنْتُمْ لَهُ بِخازِنينَ ﴾

22. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.

﴿ وَ إِنَّا لَنَحْنُ نُحْيي‏ وَ نُميتُ وَ نَحْنُ الْوارِثُونَ ﴾

23. Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan, dan Kami (pulalah) yang mewarisi.

﴿ وَ لَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمينَ مِنْكُمْ وَ لَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرينَ ﴾

24. Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu darimu dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (darimu).

﴿ وَ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ إِنَّهُ حَكيمٌ عَليمٌ ﴾

25. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang akan menghimpun mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

﴿ وَ لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسانَ مِنْ صَلْصالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ ﴾

26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam berbau yang diberi bentuk.

﴿ وَ الْجَانَّ خَلَقْناهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نارِ السَّمُومِ ﴾

27. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.

﴿ وَ إِذْ قالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خالِقٌ بَشَراً مِنْ صَلْصالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ ﴾

28. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam berbau yang diberi bentuk.

﴿ فَإِذا سَوَّيْتُهُ وَ نَفَخْتُ فيهِ مِنْ رُوحي‏ فَقَعُوا لَهُ ساجِدينَ ﴾

29. Maka apabila Aku telah menyempurnakan penciptaannya, dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”

﴿ فَسَجَدَ الْمَلائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴾

30. Maka para malaikat itu serentak bersujud semuanya,

﴿ إِلاَّ إِبْليسَ أَبى‏ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدينَ ﴾

31. kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (para malaikat) yang sujud itu.

﴿ قالَ يا إِبْليسُ ما لَكَ أَلاَّ تَكُونَ مَعَ السَّاجِدينَ ﴾

32. Allah berfirman, “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”

﴿ قالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ ﴾

33. Berkata Iblis, “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang telah Engkau ciptakan dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam berbau yang diberi bentuk.”

﴿ قالَ فَاخْرُجْ مِنْها فَإِنَّكَ رَجيمٌ ﴾

34. Allah berfirman, “Keluarlah dari barisan (para malaikat), karena sesungguhnya kamu terkutuk,

﴿ وَ إِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلى‏ يَوْمِ الدِّينِ ﴾

35. dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat.”

﴿ قالَ رَبِّ فَأَنْظِرْني‏ إِلى‏ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴾

36. Iblis berkata, “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah tangguh kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.”

﴿ قالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرينَ ﴾

37. Allah berfirman, “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

﴿ إِلى‏ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴾

38. sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan.”

﴿ قالَ رَبِّ بِما أَغْوَيْتَني‏ لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعينَ ﴾

39. Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menghiasi (seluruh kenikmatan duniawi) di muka bumi (sehingga indah menawan dalam pandangan) mereka, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

﴿ إِلاَّ عِبادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصينَ ﴾

40. kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”

﴿ قالَ هذا صِراطٌ عَلَيَّ مُسْتَقيمٌ ﴾

41. Allah berfirman, “Ini adalah jalan lurus yang ada pada-Ku (sunah-Ku yang abadi),

﴿ إِنَّ عِبادي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطانٌ إِلاَّ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغاوينَ ﴾

42. bahwa sesungguhnya engkau tidak akand dapat menguasai hamba-hamba-Ku, kecuali orang-orang sesat yang mengikutmu.

﴿ وَ إِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعينَ ﴾

43. Sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah dijanjikan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.

﴿ لَها سَبْعَةُ أَبْوابٍ لِكُلِّ بابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ ﴾

44. Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”

﴿ إِنَّ الْمُتَّقينَ في‏ جَنَّاتٍ وَ عُيُونٍ ﴾

45. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).

﴿ ادْخُلُوها بِسَلامٍ آمِنينَ ﴾

46. (Para malaikat berkata kepada mereka), “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.”

﴿ وَ نَزَعْنا ما في‏ صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْواناً عَلى‏ سُرُرٍ مُتَقابِلينَ ﴾

47. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

﴿ لا يَمَسُّهُمْ فيها نَصَبٌ وَما هُمْ مِنْها بِمُخْرَجينَ ﴾

48. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya.

﴿ نَبِّئْ عِبادي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحيمُ ﴾

49. Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

﴿ وَ أَنَّ عَذابي‏ هُوَ الْعَذابُ الْأَليمُ ﴾

50. dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.

﴿ وَ نَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ إِبْراهيمَ ﴾

51. Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim.

﴿ إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقالُوا سَلاماً قالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ ﴾

52. Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, “Salm sejahtera.” Ibrahim berkata, “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu.”

﴿ قالُوا لا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلامٍ عَليمٍ ﴾

53. Mereka berkata, “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.”

﴿ قالَ أَبَشَّرْتُمُوني‏ عَلى‏ أَنْ مَسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ ﴾

54. Ibrahim berkata, “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut? Dengan berita apakah kamu memberikan berita gembira kepadaku ini?”

﴿ قالُوا بَشَّرْناكَ بِالْحَقِّ فَلا تَكُنْ مِنَ الْقانِطينَ ﴾

55. Mereka menjawab, “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.”

﴿ قالَ وَ مَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلاَّ الضَّالُّونَ ﴾

56. Ibrahim berkata, “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.”

﴿ قالَ فَما خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ ﴾

57. Berkata (pula) Ibrahim, “Apakah tugasmu yang penting (selain itu), hai para utusan?”

﴿ قالُوا إِنَّا أُرْسِلْنا إِلى‏ قَوْمٍ مُجْرِمينَ ﴾

58. Mereka menjawab, “Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa,

﴿ إِلاَّ آلَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعينَ ﴾

59. kecuali keluarga Luth. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya,

﴿ إِلاَّ امْرَأَتَهُ قَدَّرْنا إِنَّها لَمِنَ الْغابِرينَ ﴾

60. kecuali istrinya. Kami telah menentukan bahwa sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang tertinggal (bersama-sama dengan orang kafir lainnya).”

﴿ فَلَمَّا جاءَ آلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ ﴾

61. Maka tatkala para utusan itu datang kepada keluarga Luth,

﴿ قالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ ﴾

62. ia berkata, “Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal.”

﴿ قالُوا بَلْ جِئْناكَ بِما كانُوا فيهِ يَمْتَرُونَ ﴾

63. Para utusan menjawab, “Sebenarnya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.

﴿ وَ أَتَيْناكَ بِالْحَقِّ وَ إِنَّا لَصادِقُونَ ﴾

64. Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar.

﴿ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَ اتَّبِعْ أَدْبارَهُمْ وَلا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَ امْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ ﴾

65. Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang, dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.”

﴿ وَ قَضَيْنا إِلَيْهِ ذلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دابِرَ هؤُلاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحينَ ﴾

66. Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu pagi.

﴿ وَ جاءَ أَهْلُ الْمَدينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ ﴾

67. Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Lut) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu.

﴿ قالَ إِنَّ هؤُلاءِ ضَيْفي‏ فَلا تَفْضَحُونِ ﴾

68. Lut berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu mempermalukanku,

﴿ وَ اتَّقُوا اللهَ وَلا تُخْزُونِ ﴾

69. bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kamu membuat aku terhina.”

﴿ قالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعالَمينَ ﴾

70. Mereka berkata, “Bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia (dan melarangmu untuk menerima tamu)?”

﴿ قالَ هؤُلاءِ بَناتي‏ إِنْ كُنْتُمْ فاعِلينَ ﴾

71. Luth berkata, “Inilah putri-putriku, (nikahilah mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal).”

﴿ لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفي‏ سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ ﴾

72. Demi hidup dan jiwamu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan).

﴿ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقينَ ﴾

73. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur ketika matahari terbit.

﴿ فَجَعَلْنا عالِيَها سافِلَها وَ أَمْطَرْنا عَلَيْهِمْ حِجارَةً مِنْ سِجِّيلٍ ﴾

74. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batuSijjîl.

﴿ إِنَّ في‏ ذلِكَ لَآياتٍ لِلْمُتَوَسِّمينَ ﴾

75. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan dan sadar.

﴿ وَ إِنَّها لَبِسَبيلٍ مُقيمٍ ﴾

76. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).

﴿ إِنَّ في‏ ذلِكَ لَآيَةً لِلْمُؤْمِنينَ ﴾

77. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

﴿ وَ إِنْ كانَ أَصْحابُ الْأَيْكَةِ لَظالِمينَ ﴾

78. Dan sesungguhnya penduduk al-Aikah (kaum Syu‘aib) itu adalah benar-benar kaum yang zalim.

﴿ فَانْتَقَمْنا مِنْهُمْ وَ إِنَّهُما لَبِإِمامٍ مُبينٍ ﴾

79. Maka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua kota (kaum Luth dan Syu‘aib) itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang, (dan kamu dapat menyaksikannya ketika kamu bepergian menuju Syam).

﴿ وَ لَقَدْ كَذَّبَ أَصْحابُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلينَ ﴾

80. Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota al-Hijr (kaum Tsamud) telah mendustakan para rasul.

﴿ وَ آتَيْناهُمْ آياتِنا فَكانُوا عَنْها مُعْرِضينَ ﴾

81. Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya.

﴿ وَ كانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبالِ بُيُوتاً آمِنينَ ﴾

82. Mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.

﴿ فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحينَ ﴾

83. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi.

﴿ فَما أَغْنى‏ عَنْهُمْ ما كانُوا يَكْسِبُونَ ﴾

84. Maka tak dapat menolong mereka, apa yang telah mereka usahakan.

﴿ وَما خَلَقْنَا السَّماواتِ وَ الْأَرْضَ وَما بَيْنَهُما إِلاَّ بِالْحَقِّ وَ إِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَميلَ ﴾

85. Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik (dan janganlah kamu cerca mereka karena kebodohan mereka).

﴿ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلاَّقُ الْعَليمُ ﴾

86. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

﴿ وَ لَقَدْ آتَيْناكَ سَبْعاً مِنَ الْمَثاني‏ وَ الْقُرْآنَ الْعَظيمَ ﴾

87. Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang (surah al-Fatihah) dan Al-Qur’an yang agung.

﴿ لا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلى‏ ما مَتَّعْنا بِهِ أَزْواجاً مِنْهُمْ وَلا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَ اخْفِضْ جَناحَكَ لِلْمُؤْمِنينَ ﴾

88. (Oleh karena itu), janganlah sekali-kali kamu menujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati karena apa yang mereka miliki, serta berendah dirilah terhadap orang-orang yang beriman.

﴿ وَ قُلْ إِنِّي أَنَا النَّذيرُ الْمُبينُ ﴾

89. Dan katakanlah, “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata.”

﴿ كَما أَنْزَلْنا عَلَى الْمُقْتَسِمينَ ﴾

90. Sebagaimana (Kami telah menurunkan azab kepada mereka), Kami juga telah menurunkan (azab) kepada para pembagi dan pemilah (kitab Allah),

﴿ الَّذينَ جَعَلُوا الْقُرْآنَ عِضينَ ﴾

91. (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur’an itu terbagi-bagi. (Mereka menerima ayat-ayat yang menguntungkan dan meninggalkan ayat-ayat yang merugikan diri mereka).

﴿ فَوَ رَبِّكَ لَنَسْئَلَنَّهُمْ أَجْمَعينَ ﴾

92. Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (pada hari kiamat),

﴿ عَمَّا كانُوا يَعْمَلُونَ ﴾

93. tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.

﴿ فَاصْدَعْ بِما تُؤْمَرُ وَ أَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكينَ ﴾

94. Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.

﴿ إِنَّا كَفَيْناكَ الْمُسْتَهْزِئينَ ﴾

95. Sesungguhnya Kami memeliharamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan(mu).

﴿ الَّذينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللهِ إِلهاً آخَرَ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ ﴾

96. Yaitu orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).

﴿ وَ لَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضيقُ صَدْرُكَ بِما يَقُولُونَ ﴾

97. Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan.

﴿ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَ كُنْ مِنَ السَّاجِدينَ ﴾

98. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud,

﴿ وَ اعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقينُ ﴾

99. dan sembahlah Tuhanmu sampai keyakinan (ajal) datang kepadamu.