Surah Thāhā : 25




Memohon Seorang Wazir

Diriwayatkan bahwa Nabi SAWW berdo'a : "Ya Allah, sesungguhnya saudaraku Musa memohon kepada-Mu dengan do'anya : ‘Ya Tuhanku, lapangkan untukku dadaku, mudahkan untukku urusanku, lepaskan kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang wazir dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku. Teguhkan dengannya kekuatanku, dan jadikan dia sekutu dalam urusanku”. Lalu Kauwahyukan kepadanya : 'Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu berdua (Al-Qashash : 35). Ya Allah, sungguh aku adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu, Muhammad, lapangkan untukku dadaku, dan mudahkan untukku urusanku, dan jadikanlah untukku seorang wazir dari keluargaku, (yaitu) Ali, saudaraku.

1.Syawāhidut Tanzīl, oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 179, hadis : 235.

2.Tadzkiratul Khawwāsh, oleh As-Sibth bin Al-Jauzi Al-Hanafi, hal. 15.

3.Nūrul Abshār, oleh Asy-Syablanji, hal. 70, cet. A-Sa'idiyah, hal. 71, cet. Al-'Utsmaniyah.

4.Nizhām Duraris Simthain, oleh Az-Zarnadi, hal. 87.

5.Al-Fushūlul Muhimmah, oleh Ibnu Shabagh Al-Maliki, hal. 108.

6.Ar-Riyādhun Nādhirah, juz 2, hal. 214, cetakan kedua.]

7.Mathālibus Sa`ūl, oleh Ibnu Thalhah Asy-Syafi'i, juz 87.

8.Farā`idus Simthain, juz 1, hal. 192, hadis ke 151.