Diutus manusia khusus untuk menegakkan hukum keadilan dariNya



Diutus manusia khusus untuk menegakkan hukum keadilan dariNya


Prophethood for Teens, Bukti (6) : Diutus manusia khusus untuk menegakkan hukum keadilan dariNya [1]

Keberlangsungan hidup manusia memerlukan interaksi dalam masyarakat. Interaksi manusia di dalam masyarakat memerlukan hukum dan keadilan. Bila tidak ada hukum dan keadilan maka masyarakat manusia akan rusak dan bahkan sirna. Hukum dan keadilan bagi manusia akan efektif bila,

1. Ia sesuai dengan sifat-sifat alamiah manusia,

2. Ia dilaksanakan oleh seorang manusia yang telah terlepas dari sifat-sifat rendahnya seperti hawa nafsu, seorang yang bebas dari kesalahan, dan memiliki pengetahuan dan kebijakan yang mendalam,

3. Ia memiliki posisi di atas perbedaan-perbedaan opini individu manusia sehingga diakui dan diikuti.

Sejarah menunjukkan bahwa manusia tidak mampu memahami sifat-sifat alamiahnya sendiri, dan kemudian menetapkan sistem hukum dan keadilan bagi kehidupannya sendiri di masya rakat. Kegagalan sistem komunisme dan kapitalisme dalam 2 abad terakhir ini adalah contoh kegagalan manusia menciptakan sistem sosial & hukum yang menjamin keberlangsungannya sendiri. [2]

Di sisi lain, hukum dan keadilan adalah paling afdhal (utama) bagi masyarakat manusia bila dibuat langsung oleh Pembuat manusia dan semesta. Hal ini adalah karena, seapakah yang lebih memahami dan mengetahui sifat-sifat alamiah manusia dan jalan manusia menuju kesempurnaannya lebih dari Pembuatnya (their Maker) ?

Ia Yang Mahabijak dan Mahabaik, tidaklah menghendaki bagi makhluknya kecuali yang terbaik dan paling sempurna. Oleh karena itu, tidak mungkin Ia tidak melimpahkan dan mengaruniakan sesuatu yang eksistensi manusia serta kesempurnaannya, tergantung pada hal tersebut, yakni hukum dan keadilan.

Untuk melengkapi NikmatNya dan memastikan efektifitas penerapan hukum Ilahiah ini sehingga manusia menjadi mengerti bagaimana hukum keadilan dariNya ini seharusnya ditegakkan maka Tuhan mengutus manusia khusus, yakni manusia yang telah terlepas dari sifat-sifat rendah seperti hawa nafsu, juga telah berlepas dari sifat-sifat kelemahan seperti lalai dan lupa, serta telah berhasil mengaktualisasi kedalaman ilmu dan kebijakannya, yakni para nabiNya.

"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. " (QS 57 (AL-HADID):25)

"…maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan…. " (QS 2 (AL-BAQARAH):213)

"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. " (QS 4 (AN-NISA):65)

Pribadi seorang nabi demikian mulia dan sempurnanya sehingga manusia yang mengimaninya dengan sukarela mengikutinya, dan dengan ketulusan kepengikutan ini, manusia akhirnya mampu menegakkan dan menerapkan hukum dan keadilan Ilahiah. Sungguh, hanya melalui penegakan dan penerapan hukum Ilahiah ini masyarakat manusia menjadi sempurna, negeri mereka menjadi cerminan masyarakat surgawi, yang diliputi oleh limpahan AmpunanNya.

"… Negeri yang baik sedang Tuhan adalah Maha Pengampun. " (QS 34 (SABA'):15)


Catatan Kaki:


[1] Bukti 6 bersumber dari argumen Ibnu Sina dari kitab Asy-Syifa (Metaphysics of Ibnu Sina), 2005, Brigham Young University Press, Provo, Utah, pp. 364-365

[2] Lihat misalnya: Muhammad Baqir Shadr, "Manusia Masa Kini dan Problema Sosial", Penerbit Pustaka Salman, Bandung, 1984

 

 

 

Bukti (6b) : Manusia butuh Kenabian


Prophethood for Teens, Bukti (6b) : Manusia butuh Kenabian [1]

Manusia saling membutuhkan satu sama lain dalam kehidupannya. Manusia tidak dapat hidup terpisah satu sama lain. Karena itu, manusia perlu hidup bermasyarakat. Manusia memiliki keinginan (interest). Sering terjadi konflik antara manusia karena keinginan (interest) ini. Karena itu, manusia membutuhkan hukum dan peraturan.

Hukum menjelaskan tugas seseorang dalam masyarakatnya. Dalam hal ini hukum berfungsi sebagai alat untuk mengkoordinir kegiatan masyarakat. Hukum mengatur seseorang bagaimana dia melakukan sesuatu.

Hukum mencegah manusia menyalahi hak-hak mereka satu sama lain. Hukum mencegah kekacauan dalam interaksi seseorang dengan orang yang lainnya. Hukum juga menjelaskan hukuman untuk pelanggar hukum tersebut.

Sebuah peraturan harus meliputi hal-hal tersebut. Sekarang kita membahas tentang siapa yang dapat membuat peraturan terbaik untuk manusia, yang meliputi hal-hal tersebut. Pembuat peraturan tersebut harus mengetahui sifat alamiah manusia dengan baik dan memahami insting, emosi, kebutuhan, dan masalah-masalah manusia. Dia juga harus memahami kemampuan semua manusia. Dia harus mampu memprediksi segala kemungkinan yang mungkin melibatkan banyak manusia. Dia tidak mungkin memiliki keinginan khusus sebagai manusia sehingga dia dapat membuat hukum tanpa memuaskan keinginan pribadinya. Dia harus bebas dari kesalahan, kebingungan, dan lupa.

Dia juga harus kuat sehingga tidak dapat diintimidasi oleh sebuah kekuatan. Dia juga harus baik hati dan simpatik. Apakah manusia mengetahui dirinya?

Apakah selain Tuhan mengetahui kebutuhan manusia? Apakah ada orang dalam masyarakat manusia yang tidak memiliki keinginan? Adakah manusia yang bebas dari kesalahan dan kebingungan? Kita tahu bahwa yang memenuhi hal-hal tersebut adalah Tuhan. Tuhan telah menciptakan orang yang sempurna dan menunjukkan baginya petunjuk yang dapat menawarkan manusia hukum yang mencakup semuanya. Orang-orang akan mempercayai hukum ini dari Tuhan lalu kepercayaan ini akan menjaga peraturan tersebut.

Ibn Sina menuliskan dalam magnum opusnya asy-Syifa

"Tuhan tidak pernah mengabaikan kebutuhan dari setiap makhluk. Sebagai contoh, Dia memberi kita mata dengan bulu dan kelopak mata untuk melindunginya.

Tuhan telah memberikan kelenjar air mata untuk setiap mata agar tidak kering. Tuhan juga telah membuat lubang kecil di pinggir mata manusia untuk membawa kelebihan air ke hidung. Jika tidak ada lubang ini, maka wajah kita terus dipenuhi oleh air mata. Tuhan telah menciptakan pupil manusia sensitif terhadap cahaya untuk melindungi bagian dalam mata dari kerusakan. Otot-otot di sekitar bola mata untuk melihat ke banyak arah.
Tuhan, Yang Telah Memberikan detil-detil kebutuhan manusia, tidak mungkin mengabaikan kebutuhan manusia yang jauh lebih besar, yaitu kebutuhan atas kenabian. "


Catatan Kaki:



1 next