Manusia dan Para Nabi



Manusia dan Para Nabi

 

 

 

Ketika Al-Qur'an menyebutkan para nabi terdahulu, menjelaskan sebagian dimensi kehidupan mereka yang penuh berkah, serta menghilangkan upaya-upaya penyelewengan–secara disengaja maupun tidak– dari lembaran sejarah mereka yang gemilang, itu berarti bahwa Al-Qur'an menaruh perhatian yang besar terhadap umat manusia dalam menyi-kapi mereka.

Di satu sisi, Al-Qur'an menjelaskan sikap umat manusia terhadap para nabi Allah dan faktor-faktor yang menyebabkan mereka mengingkari para nabi tersebut. Di sisi lain, Al-Qur'an memberikan gambaran ihwal petunjuk, hidayah dan pendi-dikan para nabi dan cara-cara memberantas faktor-faktor kekufuran dan kemusyrikan. Al-Qur'an juga menjelaskan hubungan-hubungan sabab-akibat dalam pengelolaan masy-arakat, khususnya hubungan imbal-balik antara manusia dan para nabi yang  meliputi hal-hal penting dan berbagai manfaat yang membuahkan hasil pendidikan yang unggul.

Pembahasan semacam ini, walaupun tidak berhubungan secara langsung dengan masalah-masalah akidah dan Kalam, akan tetapi mengingat hal ini dapat menjelaskan masalah-masalah kenabian dan dapat menghilangkan berbagai kesamaran, dan mengingat pengaruhnya yang positif dalam upaya perbaikan dan pembinaan umat manusia, serta kan-dungan pelajaran dari peristiwa-peristiwa sejarah yang sebegitu penting, maka pembahasan mengenai hal itu amat berguna dan diperlukan. Oleh karena itu, kami akan menje-laskan berbagai hal penting yang berkaitan pada pelajaran ini.

 

Sikap Umat Terhadap Para Nabi

Ketika para nabi menyeru umat manusia untuk menyem-bah Allah Yang Esa, mentaati segenap ajaran-Nya, mening-galkan tuhan-tuhan mereka yang batil, menolak ajakan setan dan penguasa zalim, memerangi kezaliman, kerusakan, maksiat dan berbagai perbuatan mungkar, mereka menghadapi penentangan dari masyarakat, terutama dari para penguasa yang  zalim, orang-orang kaya, orang-orang yang suka berfoya-foya, dan orang-orang yang bangga dengan harta dan kedudukan, atau dengan ilmu, budaya dan pendidikan mereka. Mereka mengerahkan semua tenaga dan kekuatan untuk menghadapi para nabi, menghadang dakwah mereka dan mengajak kelompok-kelompok lainnya untuk bersekongkol dengan mereka dan menghalangi orang-orang dari mengikuti kebenaran.

Akan tetapi secara berangsur-angsur, sebagian kelompok yang mayoritas berasal dari golongan bawah menerima dakwah para nabi. Sedikit sekali masyarakat yang terbentuk di atas akidah yang benar, keadilan dan ketaatan kepada  perintah Allah dan para nabi-Nya, sebagaimana yang terlihat pada masa Nabi Sulaiman a.s. Meski begitu, sebagian ajaran para nabi dapat menyusup ke tengah-tengah budaya masyara-katnya lalu menyebar ke masyarakat yang lain sehingga banyak yang mengambil manfaat darinya. Bahkan terkadang sebagian ajaran para nabi itu dilontarkan sebagai penemuan baru para pemimpin kekufuran,  padahal mereka menukilnya dari syariat-syariat samawi, kemudian mereka melontar-kannya sebagai pandangan yang baru tanpa menyebutkan sumbernya yang asli.

 



1 2 3 4 next