Argumentasi atas kemaksuman para nabi



Argumentasi

atas Kemaksuman Para Nabi

 

 

 

Mukadimah

Meyakini kemaksuman para nabi dari maksiat dan dosa, yang disengaja atau tidak, merupakan  keyakinan yang pasti dan populer di kalangan Syi'ah Imamiyah yang telah diajarkan oleh para imam suci kepada syi'ah (pengikut setia) mereka. Mengenai masalah ini, mereka terlibat dalam dialog  dengan orang-orang yang menentang mereka melalui berbagai macam metode. Di antaranya, dialog yang dilakukan oleh Imam Ridha a.s. yang disebutkan dalam buku-buku hadis dan sejarah. Akan tetapi, ada perbedaan mengenai mungkinnya kealpaan dan kelupaan pada diri para nabi a.s. dalam hal-hal yang sifatnya mubah. Bahkan secara zahir, riwayat-riwayat yang dinukil dari Ahlul Bait a.s. itu pun tidak lepas dari pertentangan. Pembahasan mengenai hal ini memerlukan  luang yang lebih luas lagi.  Yang jelas, hal itu tidak mungkin dianggap sebagai keyakinan yang prinsipal.

Dalil-dalil atas kemaksuman dapat dibagi menjadi dua kelompok; dalil akal dan dalil wahyu. Walaupun  meng-gunakan dalil kedua lebih banyak daripada dalil pertama, di sini kami hanya akan menjelaskan dua dalil pertama saja. Kemudian setelah itu kami akan menyebutkan dalil-dalil wahyu dari Al-Qur'an.

 

Dalil Akal atas Kemaksuman Para Nabi



1 2 3 next