JALAN MENGENAL KENABIAN



JALAN MENGENAL KENABIAN

 

          Cara dan jalan mengenal nabi serta kebenaran seruannya, diantaranya: syuhud irfani, argumen rasional, dalil nakli, penampakan mukjizat, dan bukti-bukti serta karinah-karinah atas kebenaran kenabian. Sekarang kami akan menguraikan cara dan jalan tersebut serta mengisyaratkan tingkat dan derajat validitasnya.

 

Syuhud Irfani

 

          Syuhud irfani memiliki derajat dan tingkatan, dimana tingkatan dan derajat yang paling tingginya sangat terbatas dan bahkan tidak mungkin tercapai kecuali hanya manusia pilihan saja; sebab derajat ini menuntut pribadi yang apa saja para nabi saksikan dan dengarkan, dia juga saksikan dan dengarkan. Yakni ia mendapatkan syuhud dan mukasyafah terhadap perkara nubuwah dalam bentuk ilmu huduri, karena itu ia tidak lagi butuh terhadap perkara ini dalam bentuk perolehan-perolehan rasional. Sebagaimana yang dicapai oleh imam Ali As yang ditegaskan dalam sabda Nabi Saw tentangnya: "Sesungguhnya engkau dengar apa yang aku dengarkan dan engkau lihat apa yang aku saksikan, kecuali engkau bukan  nabi, tapi engakau adalah wazir dan engkau niscaya atas kebaikan".[1]

          Tingkatan pertengahan syuhud irfani, seseorang menyaksikan teks nubuwah nabi, dimana sipenyaksi yang berada pada kondisi ini, tidak mempunyai secuilpun keraguan terhadap kenabian dan seruan nabi. Adapun tingkatan rendah syuhud, bahwasanya seorang ├órif mutasyarri' dikarenakan mengalami syuhud  berulang-ulang terhadap makrifat-makrifat Ilahiah maka ia mendapatkan juga sejenis syuhud para nabi dalam bentuk yang lemah, yang mana seseorang dalam keadaan ini akan memperoleh tumakninah terhadap kebenaran dakwah nabi; kendatipun untuk sempurnanya ia butuh kepada penjelasan rasional.

          Pada kenyataannya, jalan syuhud irfani ini adalah tertutup untuk kebanyakan manusia (disebabkan karena rumitnya). Karena itu, kebanyakan mereka tidak sampai pada maqam ini dan tidak akan pernah sampai. Demikian juga parameter untuk menentukan mukasyafah benar dan tidak benar, bagi orang yang tidak maksum, hanyalah akal argumentatif; sebagaimana parameter benar dan tidaknya dalil nakli juga adalah akal qat'├« (definite). Oleh karena itu, jalan yang paling baik untuk mengenal kenabian adalah jalan akal.

          Sebagai catatan penting, bahwasanya jika jalan syuhud bagi insan kamil maksum telah didapatkan maka tidak butuh lagi kepada parameter akal; seperti apa yang dialami oleh imam Ali As berhubungan dengan kenabian dan kerasulan nabi Muhammad Saw; sebab batasan ismah manusia sempurna adalah suci dari keraguan dan terhindar dari skeptis. Karena itu, tidak butuh pada neraca parameter akal.

 



1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next