ISHMAH PARA NABI



ISHMAH PARA NABI

 

Ishmah  dalam kamus bahasa arab  bermakna kesucian, tak terkotori dengan dosa, dan terpelihara dari perbuatan dosa dari awal keberadaannya hingga diakhir usianya. Ishmah para nabi dalam peristilahan al-Qur’an ibaratnya adalah  memiliki kekhususan-kekhususan berikut ini:

  1. Terjaga dan terpelihara dari dimensi kebersihan substansi dan dzat.
  2. Memiliki keutamaan-keutamaan yang istimewa dari segi kejiwaan dan fisik jasmani.
  3. Diperkuat dengan pertolongan dan kemantapan langkah dalam mencapai tujuan.
  4. Diturunkan kepada mereka ketenangan dan sakinah.
  5. Terjaga dari distorsi dan khilaf.
  6. Diberi taufik untuk merealisasikan tugas dan risalah kenabian.[1]

 

Untuk memenuhi kesempurnaan pembahasan tentang masalah ishmah ini maka kami akan berusaha meninjaunya dalam berbagai sisi dan dimensi yang berkenaan dengannya:

 

Definisi Ishmah  

Ishmah adalah malakah nafsâni yang sangat kuat yang senantiasa hadir dan memanifestasi dalam wujud manusia maksum dan tak satupun potensi (kekuatan) -seperti marah, syahwat dan lainnya- yang dapat menjadi penyebab hilangnya. Ishmah tidak seperti adâlah (keadilan) dan keduanya minimal berbeda dalam beberapa hal:

Pertama: Secara gradasi eksistensi; tingkatan wujud adâlah adalah lebih lemah dan lebih rendah dari tingkatan wujud ishmah. Orang-orang adil, terkadang (meskipun dengan susah) terjebak melakukan dosa dan jatuh dalam jeratan setan -dimana orang-orang yang tidak adil dengan mudahnya melakukan dosa-, akan tetapi ishmah adalah malakah wujud yang berintensitas tinggi yang selamanya tak akan terkalahkan oleh cengkeraman syahwat dan gadhab serta  setan tak akan mendekat pada wilayah penjagaannya.

Kedua: Lupa dan lalai tidak bertentangan dengan adâlah (keadilan). Berdasarkan ini, terkadang seorang yang adil dikarenakan kesalahan atau kelalaian, dia menggunakan harta seseorang; akan tetapi perkara yang disebutkan itu bertentangan dengan malakah ishmah, dan seorang yang maksum tidak akan pernah terpeleset pada kealpaan, kelupaan, dan kelalaian.



1 2 3 4 5 6 7 8 9 next