Mutah bag.1



Mutah bag.1

Tidak Ada Satupun Ayat yang Menghapuskan Ayat Mut’ah

Seluruh ayat yang menerangkan tentang warisan, talak, iddah tidak dapatdijadikan penghapus (nasikh) ayat yang menerangkan tentang nikah mut'ah[Q.S. An-Nisaa' 24], termasuk juga ayat tentang penjagaan aurat. Mereka menganggap bahwa wanita yang dinikahi secara mut'ah tidak berstatus isteri dikarenakan sebab-sebab tersebut.

          Alasan penolakan argumen mereka tersebut adalah :

1. Rasul SAWW menggunakan lafadz "pernikahan" saat berbicara tentang nikahmut'ah ini, seperti :

"Barangsiapa yang mengawini seorang wanita dengan batas waktu maka berilah hak-haknya"

          Muslim dalam Shohih-nya juga meriwayatkan hadits yang menggunakan istilah"pernikahan" pada nikah mut'ah, berdasarkan riwayat Abi Nadhrah.Lafadz "pernikahan" tersebut jelas menunjukkan bahwa wanita yang dinikahi secara mut'ah berstatus sebagai isteri

Ref. :

a.       Abdurrozaq, dalam "Mushannaf", juz 7, hal. 504

b.      Shohih Muslim, juz 1, bab "kawin mut'ah saat Haji dan Umroh".



1 2 3 4 5 6 7 next