POHON TAUHID



POHON TAUHID

(Oleh : Ust. Abdullah Assegaf)

 

 

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu mengingatnya. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tegak barang sedikitpun. (Ibrahim: 24-26)

Dan tanah yang baik tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. (al-A’râf: 58)

 

Negeri yang baik (subur) akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang baik, kokoh, dan subur pula, dengan izin Allah Swt. Begitu juga, negeri yang buruk tentunya tidak akan menumbuhkan kecuali tumbuhan yang buruk, kering, dan lemah.

Di hari kelahiran Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saww berkata kepadanya, “Engkau adalah pembagi surga dan neraka.” Rasulullah saww  kemudian menambahkan, “Siapa saja yang menempatkan cinta(nya) kepada Amirul Mukminin, maka ia mukmin. Dan tidak ada orang yang menempatkan kebencian kepadanya, kecuali ia munafik.”

Begitulah kelahiran salah seorang di antara Ahlul Bait yang disucikan oleh Allah Swt dengan firman-Nya: Sesungguhnya Allah  hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan membersihkan kamu sesuci-sucinya.  (al-Ahzâb: 33) Ya, kelahiran seseorang yang Allah Swt mengatakan tentangnya: Sesungguhnya wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat seraya mereka rukuk. (al-Mâidah: 55)

Dalam sebuah hadis qudsi dikatakan, “Wilayahnya Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib adalah benteng penjagaan-Ku, dan siapa saja yang masuk ke dalam benteng penjagaan-Ku, maka mereka akan selamat dari siksa-Ku.”



1 2 3 4 next