Ahlulbait Nabi di dalam Al-quran da Sunnah



2.       Menjelaskan Makna Hujjah (bukti  dan jaminan kebenaran), diantaranya:

a.       Hadits Tsaqalain : Sesungguhnya aku tinggalkan Al-Tsaqalain (dua hal yg berat) di tengah kalian, yaitu Kitabu;llah dan Itrati ahlulbaiti, keduanya tidak akan berpisah samapai menjumpaiku di al-Haudh. Barang siapa yg berpaling teguih dengan keduanya akan selamat, Barangsiapa yg berpaling drai keduanya, akan binasa. (Shahih Muslim jiz 7, hlm 122, Al-Tirmidzi: Juz 2, hlm 307, Al-Nasai: Kashaish, hlm 30, Ahmad bin hambal dalam musnadnya juz 3, hlm 13 dan 17, juz 4, hlm 26 dan 59, dan juz 5 , hlm 182 dan 189, dll yg jumlahnya 66 kitab). Untuk hadits “kitabullah dan sunnahku” itu dhaif dan palsu, karena adanya perawi Shalih bin Musa (telah disepakati oleh ulam ahlussunnah dan syiah sebagai perawi lemah).

b.       Hadits Al-Safinah :”Permisalan Ahlulbaitku seperti perahu Nuh. Barangsiapa menaikinya akan selamat, dan barang siapa meninggalkannya akan binasa”(shahih telah disepakati oleh 100 ulama besar ahlussunnah).

3.       Peruntukan  Wajib mencintai Ahlulbait, diantaranya:

                 hadits ke 3, 6, 7, 13 diatas dan ayat Alquran pada poit 1 diatas

4.       Syafaat , diantaranya : hadits 12 dan 13. diatas

5.       Wajib berbuat kebaikan : hadits 2,4,5,8 diatas.

 

        Lalu bagiamana Dengan setelah Imam Husein as siapakah yg terjamin , maksum, suci seperti yg dimaksudkan diatas. Maka pendapat pengikut 12 imam, merekalah yg dimaksud dalam hadits tersebut. Dalil naqli nya adalah menjelaskan tentang itrah, zuriat, qurba, Ahlulbait, Washi yg dijamin itu :

1. Diriwayatkan oleh Hafiz Sulaiman bin Ibrahim Al-Qanduzi Al-Hanafi, dari sahabat Ibnu Abbas ra berkata : “Seorang Yahudi bernama Maqthal datang menemui Rasulullah saww dan berkata : “Wahai Muhammad, aku akan bertanya kepadamu tentang beberapa masalah yang menyibukkan pikiranku sejak beberapa waktu. Beritahukan kepadaku siapa penerima washimu, karena tidak seorang nabipun yang tidak memiliki washi.” Rasul menjawab, “Washiku adalah Ali bin Abi Thalib dan sesudahnya dua cucuku Hasan dan Husein dan diteruskan oleh sembilan imam dari keturunan Husein.” Si Yahudi berkata : “Sebutkanlah nama-nama mereka.” Rasul menjawab, “Setelah Husein diteruskan oleh anaknya Ali, setelahnya Muhammad, setelahnya Ja’far, sesudahnya Musa, sesudahnya Ali, setelahnya Muhammad, setelahnya Ali, sesudahnya Hasan dan diakhiri dengan anaknya Al-Hujjah Muhammad Al-Mahdi. Jumlah mereka dua belas orang.” (Shahih) Kaum muslimin, di dalam kitab shahih mereka, telah sepakat (ijma’) bahwa Rasulullah saw. telah menyebutkan bahwa jumlah khalifah sesudahnya sebanyak 12 orang, sebagaimana disebutkan di dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Bukhari di dalam shahihnya, pada awal Kitab Kitab Al – Ahkam, bab Al – Umara min Quraysi (para Pemimpin dari Quraysi), juz IV, halaman 144; dan di akhir Kitab Al-Ahkam, halaman 153, sedangkan dalan shahih muslim disebutkan di awal Kitab Al-Imarah, juz II, halaman 79. Hal itu juga disepakati oleh Ashhab Al-shahhah dan Ashhab Al-sunan, bahwasannya diriwayatkan dari Rasulullah saw :



back 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next