Universal; Keistimewaan Risalah Islam



Universal, Final, dan Abadi adalah beberapa karakteristik risalah Islam yang paling menonjol. Universal berarti pesan keagamaan tidak dikhususkan kepada kelompok tertentu atau untuk zaman dan waktu tertentu. Kata tersebut mencerminkan fase kesempurnaan perjalanan risalah Allah.

Universalitas Islam berbeda dengan universalitas agama-agama Allah lainnya karena bertransformasi ke tahap aplikasi praktis. Ia memberikan jaminan yang diperlukan untuk kelanjutan proyek peradaban Islam dan memperluas ruang lingkup wacana agar meliputi seluruh manusia. Namun universalitas sendiri menghadapi beberapa kendala, semisal motif nasionalisme, tirani entitas politik, diskriminasi kasta, dan fraksinasi. Mazhab Ahlul Bait a.s merupakan pelopor dalam memerangi dan menghilangkan kendala-kendala tersebut dari masyarakat.

Final bukan berarti hanya wahyu terhenti, tapi juga mencerminkan evolusi kehidupan manusia dan substansi risalah. Sementara itu, abadi berarti berkelanjutan, lestari, dan turun-temurun. Kita bisa menemukan tanda-tandanya dalam unsur dan basis sandaran risalah Islam, antara lain logis, seimbang antara yang mapan dan yang berubah, nilai hakiki ilmu pengetahuan, dan formasi umat yang moderat.

Pendahuluan

Allah Swt berfirman,

Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.’”[1]

Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”[2]

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”[3]

Universal, Final, dan Abadi adalah tiga karakteristik yang dianggap sebagai karakteristik dan spesifikasi risalah Islam paling menonjol dan membedakannya dari risalah Allah lainnya. Meskipun karakteristik tersebut saling terkait dan tumpang tindih dalam muatannya, tapi pada saat yang sama ada perbedaan di antara ketiganya. Perbedaan itu layak diketahui untuk mengenali horizon peradabannya, terutama di zaman sekarang.

Dalam tulisan singkat ini, saya akan mencoba menguak karakteristik tersebut, bukan hanya untuk membuktikan keistimewaannya bagi risalah Islam, karena keberadaannya hampir sudah menjadi aksioma akidah Islam. Ayat-ayat yang mulia di atas sudah cukup sebagai dalilnya. Akan tetapi saya juga akan menyentuh secara singkat muatan karakteristik tersebut dari satu sisi dan beberapa masalah riil yang dihadapinya serta penanganan Islam atas maslah tersebut dari sisi lain, untuk mendapatkan beberapa pelajaran bagi kebangkitan Islam kontemporer, dan menafikan beberapa kebutuhan yang menjadi tuntutan aspirasi manusia terhadap kebudayaan Islam sebagai penyelamat dari bencana dan penderitaan.



1 2 3 4 5 6 next