Ide Tentang Perlawanan



Sepanjang sejarahnya, negara-negara yang anti penjajahan selalu dihadapkan dengan masalah persatuan. Selalu terjadi perpecahan dan munculnya musuh dari dalam. Ketika selalu disibukan dengan musuh dari dalam, yang notabenenya saudara sebangsa, akhirnya akan kehilangan fokus pergerakan dan buyarnya konsentrasi perlawanan terhadap upaya musuh sebenarnya.

Dunia Islam yang dibangun manusia agung Rasulullah Muhammad saw, yang pertama beliau bangun adalah persatuan yang berdasarkan keimanan dan ketaqwaan. Sehingga dengan sendirinya menghilangkan sektarian, suku, perbedaan budaya, warna kulit, teritorial dan pembeda-pembeda lainnya.

Rasulullah saw. adalah rahmatan lil `alamin, rahmat bagi semesta. keberadaan beliau adalah rahmat bagi semua penduduk bumi. Maka kalau saja terjadi, perlakuan berbeda terhadap ajam maupun Arab, atau terhadap kulit hitam yang ada di sekitar beliau saat itu, atau dengan kalimat lain beliau bersikap tidak adil, maka hilanglah rahmatan lil `alamin beliau, dan itu sama sekali tidak mungkin terjadi.

Ajaran Islam yang beliau bawa adalah persamaan hak di sisi Allah dan mengesamping perbedaan-perbedaan yang ada. Sehingga umat Islam awal saat dibangun oleh Rasululah saw begitu solid karena berdasarkan persatuan, berlandaskan keimanan dan ketaqwaan.

Ukhuwahlah yang pertama dibangun ketika hijrah ke Madinah, sehingga peradaban baru tercipta di kota Nabi. Selama beliau hidup, sama sekali tidak ada perbedaan antara muhajirin dan ashor, tidak ada kedudukan istimewa antara orang kaya anshor maupun orang miskin muhajirin.

Adalah keberhasilan musuh setelah Rasulullah saw wafat, sehingga kebanggaan mengemuka antara muhajirin dan ashor, yang satu merasa lebih berarti dan memberikan sumbangan bagi Islam dibanding yang lain. Ada pula sebagian kelompok yang merasa lebih mulia karena lebih dahulu mengetahui kebenaran Islam dan berarti sudah banyak memberikan kontribusi kepada perjuangan, maka selayaknya mendapat penghargaan. Hilanglah sudah pondasi persatuan, musnah sudah ketaqwaan.

Persatuan adalah poin penting perlawanan sekaligus titik lemah perjuangan. Poin penting bagi kaum muslimin sehingga mampu melawan serangan musuh seberapa kuatnya pun musuh berupaya menghancurkan. Dan apabila kaum muslim terpecah maka lemahlah kekuatan muslimin, musuh dengan mudah menguasai dan menginjak-injak harga diri umat nabi akhir jaman ini.

Perpecahan dan ketidaksatuan langkah kaum muslimin seluruh dunia dewasa ini adalah keberhasilan musuh menghancurkan kita. Sejak dahulu musuh terus bekerja memecah belah tubuh kaum muslimin yang satu. Maka diciptakanlah nama-nama kelompok, partai-partai, aliran-aliran keagamaan baru, mazhab-mazhab anyar, tokoh-tokoh boneka, ulama-ulama gadungan dan lain sebagainya. Sehingga menimbulkan kefanatikan buta, militansi semu, dan akhirnya lupa dengan Islam, agama persatuan.

Tokoh-tokoh dan ulama-ulama terdahulu memahami betul upaya dan konspirasi musuh ini. Mereka sampai berkorban nyawa demi melawan upaya busuk musuh memecah belah kaum muslimin. Ulama-ulama shaleh ini terus berusaha menciptakan persatuan sebagai modal utama kekuatan.

Imam Khomaini, Sayyid Musa Sadr, Jamaluddin al Afghani, Allamah Sayyid Abdulhusain Syarafuddin, Syeikh Hasan al Banna, Syeikh Ahmad Yasin, Syeikh Mahmud Saltut, Ayatullah Bourujerdi, sayyid Ali Khamenei, sayyid Hiasan Nasrullah, Haji Abdul Malik Karim Abdullah (HAMKA) dari Indonesia dan juga ulama-ulama pejuang lainnya, semua berjuang demi persatuan dan kejayaan Islam.



1 next