Tuntunan Nabi Saw dalam Menggalang Persatuan



"Persatuan masyarakat merupakan fondasi yang kokoh bagi stabilitas, kemakmuran dan kebahagiaan manusia yang ditugaskan menjadi khalifah di muka bumi. Sementara itu, perpecahan dan fitnah melapangkan jalan bagi terciptanya kekacauan, keterbelakangan, dan kesengsaraan."

Pendahuluan

Islam dibangun di atas fondasi yang kokoh, yaitu akidah dan kalimat tauhid. Orang-orang yang meneliti realitas umat Islam akan menemukan sejumlah upaya musuh-musuh Islam dalam menyebarkan fitnah dan menabur bibit-bibit perpecahan di tengah-tengah umat Islam. Zionis-Amerika merekrut kekuatan material dan intelektual yang besar untuk menaburkan benih-benih perselisihan di antara kaum Muslimin. Mereka menciptakan faksi-faksi dan pandangan yang picik. Hal itu mereka lakukan, karena umat Islam akan lemah bila mereka terpecah belah, dan akan semakin kuat apabila mereka bersatu padu.

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul berbagai artikel dan ide yang tidak bertanggung jawab. Di samping itu, ada pula kegiatan membongkar warisan-warisan yang telah mati dan menghidupkan kembali sesuatu yang sudah punah. Tujuannya jelas, yaitu untuk dijadikan senjata dalam menyebarkan fitnah. Untuk misi yang mencurigakan seperti itu, direkrutlah tentara bayaran yang bodoh, pekerja-pekerja yang tidak jelas atau semacamnya yang tidak mengkhawatirkan konsekuensi apa pun.

Solusi untuk mengatasi hal itu dapat dicari dari berbagai referensi, terutama dari Al-Qur’an dan Sunah Nabi Saw. Kemudian bisa juga dicari dari buku-buku turâts tentang pemahaman dan pemikiran yang positif, atau beberapa pemikiran kontemporer yang ditulis oleh orang-orang yang berkomitmen kepada persatuan dan peduli terhadap karakter bangsa.

Menangani aspek substansi intelektual dan menentukan metode merupakan satu dari sekian obat mujarab yang harus didahulukan dalam memurnikan pikiran dan hati dari hal-hal yang membelenggunya. Hal itu difokuskan untuk mereformasi secara menyeluruh supaya bergegas mengerjakan kewajiban seperti yang dipatuhi oleh orang-orang yang ikhlas, berdedikasi, dan merdeka.

Penelitian ini tidak bertujuan menyatukan umat Islam dalam satu mazhab fikih, mazhab kalam, atau mazhab pemikiran, melainkan untuk memelihara keragaman dan pluralitas di bawah satu naungan yang dibangun dengan komposisi dasar-dasar akidah, nas, norma, dan maqâshid syariat.

Sunah Nabi Saw meliputi perbuatan, ucapan, dan ketetapan. Ia merupakan referensi utama dalam menata hubungan guna merealisasikan persatuan, titik temu, dan kerja sama yang didasarkan kepada elemen-elemen umum, baik dalam prinsip dan starting point, dalam nilai-nilai baku dan norma-norma, maupun dalam maksud dan tujuan.

Sebelum Diutus Menjadi Nabi

Muhammad Saw dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi nabi. Tanda-tanda kenabian sudah muncul pada diri beliau sedari kecil hingga memasuki usia balig, bahkan sampai beliau menginjak usia empat puluh tahun sebelum diangkat menjadi nabi. Kepribadian beliau mendorong orang-orang sezamannya mencari gelar yang tepat untuk disematkan kepada beliau dan dapat memberikan hak-haknya sebagai orang yang luar biasa. Akhirnya mereka menggelari beliau dengan al-shâdiq al-amîn (orang yang jujur dan tepercaya). Nabi Saw mendapat kepercayaan dan penghargaan dari orang-orang di sekitarnya, yang membuat Sayyidah Khadijah terpikat untuk menikahinya, dan keinginannya itu pun tercapai.



1 2 3 4 5 6 7 next