"Mahdiisme; Bukti Total Kebenaran Syiah Atas Keyakinan-keyakinan Lainnyaā€¯



Mahdiisme merupakan konsep masa depan yang pasti. Konsep tersebut diakui oleh semua tradisi keyakinan di dunia. Mulai dari Hindu, Budha, Kristen, Katholik, Islam, baik Wahabi, Sunni maupun Syiah. Bahkan Mahdiisme terdapat dalam Budaya Kejawen. Yang dalam hal doktrin, konsep Mahdiisme dalam budaya Kejawen ini justru paling identilk dengan tradisi Mahdiisme yang ada pada doktrin Mahdiisme yang ada pada Islam mazhab Syiah daripada doktrin keyakinan lain!


Tapi terdapat fakta yang sangat mencolok, apabila kita membandingkan antara doktrin-doktrin Mahdiisme yang terdapat pada semua keyakinan maupun mazhab tersebut diatas. Yaitu bahwa doktrin Mahdiisme yang ada pada Islam mazhab Syiah jauh lebih banyak, komplit, lengkap, detail, informatif dan mempunyai alur kronologi yang rasional.


Selain itu pada khasanah hadis tentang Imam Mahdi yang ada pada islam mazhab syiah terdapat pula tuntunan mengenai kejadian-kejadian dan keadaan di masa-masa menjelang atau masa sebelum kemunculan Imam Mahdi. Oleh karena itu sedikit banyak, penganut islam mazhab syiah akan mampu untuk mempersiapkan diri dan mengetahui kisaran waktu munculnya Imam Mahdi berdasarkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sebelum kemunculan beliau tersebut. Kejadian-kejadian pra-kemunculan Imam Mahdi akan menjadi tanda-tanda yang jelas bagi mereka.


Sementara pada tradisi keyakinan yang lain, demikian pula Islam mazhab selain Syiah, doktrin yang berisi petunjuk tentang tanda-tanda Pra-kemunculan Imam Mahdi amat sangat minim sekali. Sangat tidak memadai untuk memberikan petunjuk kepada umat manusia pada umumnya. Bahkan tidak memadai untuk memberikan petunjuk kepada kaum muslimin, yang mana dalam khasanah Islam doktrin Mahdiisme merupakan salah satu doktrin yang kuat.


Inilah sebabnya tidak pernah terjadi pada pengikut mazhab ahlulbayt (syiah) seseorang yang kemudian mengaku-ngaku menjadi Imam Mahdi, seperti kejadian yang sering terjadi di sunni dahulu. Pada masa dinasti Abbasyah banyak kejadian dimana seseorang mengaku-ngaku Imam Mahdi, terutama setelah kewafatan Imam Husain as dan pada masa kewafatan Imam Hasan Al-Askari as. Bahkan salah satu khalifah Abbasid menamai anaknya dengan nama Al-Mahdi! dengan harapan anaknya tersebut memang akan menjadi Imam Mahdi yang dimaksud dalam gambaran-gambaran masa depan oleh riwayat-riwayat hadis. Semua ini menunjukkan bahwa mazhab lain tidak mempunyai tuntunan akan tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi as.


Setelah memikirkan berbagai hal diatas, saya kemudian membayangkan sekali lagi. Saya berandai-andai: "Apa jadinya jika seandainya Allah memang tidak menurunkan tanda-tanda Pra-kemunculan Imam Mahdi? sehingga pada suatu masa di masa depan Imam Mahdi muncul dan tidak seorangpun mengenal beliau melalui tanda-tandanya? Dapat dibayangkan bagaimana jadinya apabila beliau tiba-tiba hadir di tengah kita, kemudian beliau memperkenalkan diri di tengah kaum muslimin sebagai Imam mereka di akhir zaman. Jika orang yang pertamakali beliau temui tiba-tiba percaya pada beliau maka tidak akan timbul masalah. Tapi jika orang tersebut tidak percaya pada beliau, dan malah ngeyel pada beliau. hal ini adalah keadaan yang gawat. Saya pikir hal ini adalah suatu pengandaian yang mustahil bin ajaib bin musykil wal absurd. Imam Mahdi yang hadir ke dunia untuk mendatangkan keadilan sebagai bentuk penyaluran rahmat Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, tapi kejadian yang terjadi malah hamba yang beriman tersebut malah ngeyel tidak percaya pada beliau. Ini adalah hal yang mustahil untuk dapat terjadi.


Bahkan jika pengandaian saya tersebut menjadi nyata, yaitu kehadiran Imam Mahdi yang sekonyong-konyong tanpa Allah memberikan petunjuk kepada hamba-Nya akan tanda-tanda pra-kemunculan beliau benar-benar terjadi, maka hal tersebut pasti akan menimbulkan kekacauan yang lebih besar lagi pada umat manusia. Karena selain terdapat kemungkinan yang besar bahwa orang tidak percaya pada beliau, terdapat pula kemungkinan yang lebih besar bahwa orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan meniru perbuatan beliau. Akan banyak orang-orang yang akan mengaku-ngaku sebagai Imam Mahdi. Dapat dibayangkan kekacauan yang akan terjadi. Akan timbul persaingan antar 'Al-Mahdi' peperangan antar 'Al-Mahdi' bahkan ada yang mengadakan kompetisi mana yang paling mirip dengan 'Al-Mahdi' Suatu keadaan yang benar-benar mustahil wal absurd.


Sebagian orang mungkin akan berdalih akan ketiadaan tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi yang terdapat pada khasanah mereka dengan dalih seperti ini: "Imam Mahdi merupakan insan pilihan Allah oleh karena itu beliau pasti mampu untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat akan ke-Mahdi-an beliau" Hal ini sungguh absurd. Imam hadir di tengah kita dan masih harus menjelaskan dahulu jatidiri beliau kepada kaum beriman, baru kemudian bersama-sama berjuang melawan para pezalim. Dapat dibayangkan para pezalim akan menertawakan melihat kejadian tersebut. Suatu hal yang mustahil. Selain itu hal ini tidak menunjukkan adanya hirarki keagungan dalam hirarki yang ada pada kaum manusia sejak dari masa Adam dan sampai dengan masa sekarang. Hirarki keagungan yang dianut oleh umat islam adalah bahwa rasulullah Muhammad merupakan makhluk-Nya yang paling agung diantara seluruh makhluk-Nya yang lain. Hal ini merupakan kriteria kedua dari persyaratan seseorang untuk menjadi muslimin.

Dalam sejarah umat manusia yang menyangkut dengan kehidupan dan perjuangan Rasulullah Muhammad, teriwayatkan bahwa tanda-tanda kemunculan beliau saaw telah disinyalirkan oleh para nabi kepada kaumnya masing-masing pada masa sebelum kelahiran Rasulullah. Oleh karena itu sebelum kelahiran Islam, berita akan lahirnya seorang nabi besar yang akan muncul di tengah masyarakat Arab sudah gencar terjadi. Diantara tugas para nabi sebelum kelahiran Nabi Muhammad adalah menjelaskan kepada kaumnya bahwa di masa depan akan muncul seorang insan teragung kekasih Allah yang sekaligus juga seorang nabi yang akan memberikan pencerahan cahaya Ilahiah dan wujud rahmat Allah SWT kepada semua hamba-Nya yang lain.


berdasarkan fakta sejarah terbukti bahwa para nabi berhasil dalam perjuangannya, walaupun mereka harus mengalami penderitaan yang luarbiasa dari kaumnya. Nabi Isa misalnya sebagai nabi yang mempunyai misi paling mendekati misi Rasulullah, Nabi Isa berhasil memberi petunjuk pada sebagian besar kaum. yang mana justru kaum beliau tersebut bukanlah Bani Israil sebagaimana beliau adalah salah satu diantaranya. Nabi Isa justru berhasil memberikan petunjuk iman kepada bangsa-bangsa non-yahudi. Seperti Bangsa Assyria, Phoenicia, Medes, Orang-orang Hammites di Afrika Utara yang mendiami wilayah Mesir, Libya, Aljazair, Maroko pada masa Pra-Islam. Para pengikut Nabi Isa Non-Yahudi ini merupakan pengikut beliau yang masih murni dan belum tercemari oleh konsep trinitas. Nabi Isa berhasil mendidik mereka semua dan mempersiapkan mereka untuk menerima Nabi Teragung Muhammad saaw di masa depan. Pada akhirnya fakta sejarah di masa sepeninggal Nabi Isa menunjukkan bahwa perjuangan beliau menemui kesuksesan. Setelah kelahiran Nabi Muhammad, agama Islam menjadi keyakina yang dianut oleh sebagian besar bangsa yang bersedia menerima risalah Nabi Isa tersebut.


Semua data sejarah diatas dituliskan dengan maksud menunjukkan bahwa Rasulullah Muhammad hadir sebagai rahmat di dunia ini dengan disertai tanda-tanda sebelumnya oleh Allah SWT sehingga umat manusia dapat mengenali beliau. Tanda-tanda tersebut diturunkan oleh Allah SWT melalui para nabi sebelum beliau, yang mana para nabi tersebut akan memberikan ciri-cirinya kepada kaum masing-masing.


Rasulullah Muhammad saaw, insan dengan kapasitas sebagai kekasih Allah satu-satunya, dan diturunkan ke alam semesta ini untuk menjadi rahmat dan petunjuk, ternyata Allah masih memerlukan untuk menurunkan tanda-tanda sebelumnya. Tujuan-Nya tentu saja adalah supaya alam semesta akan dapat mengenali Rasulullah dan mendapatkan tuntunan dan petunjuk sehingga semua makhluk Allah akan mendapatkan rahmat-Nya melalui kekasih-Nya itu.


Oleh karena itu menurut saya, seandainya benar terjadi bahwa Imam Mahdi yang merupakan sosok penjaga dan penerus sunnah beliau saaw dan akan hadir di tengah-tengah umat manusia untuk memuliakan dan mengagungkan Allah dan Rasulullah Muhammad, tanpa memerlukan tanda-tanda Pra-Kemunculan beliau, maka hal tersebut menunjukkan bahwa beliau mempunyai kemampuan yang lebih besar daripada Rasulullah sendiri dalam meyakinkan umatnya. Ini suatu hal yang menunjukkan bahwa beliau lebih agung dari insan yang diagungkannya. Sedangkan Rasulullah saja ketika lahir ke dunia disertai dengan tanda-tanda sebelum kelahiran yang kuat dari Allah. Demikian kuatnya hujjah tanda-tanda Pra-Kenabian Muhammad saaw itu sehingga bahkan musuh-musuh Allah seperti kaum Bani Israil pun mengetahui akan masa-masa kelahiran beliau telah tiba. Demikian pula mereka mengetahui ciri-ciri insan yang akan menjadi nabi besar tersebut. Dengan hujjah yang kuat itupun Rasulullah mendapatkan penentangan yang sedemikian kuatnya dari musuh-musuh Allah ketika berdakwah. Adanya makhluk yang mempunyai keagungan yang lebih besar daripada Rasulullah saaw merupakan doktrin yang tidak dibenarkan dalam sudut pandang Islam secara keseluruhan.

http://forum.republika.co.id/showthread.php?2346-Pribumi-Indonesia-Adalah-Keturunan-Rasulullah-yang-Bermazhab-Ahlulbayt-(Syiah)