Corak dan Model Arsitektur Islam



Islam memiliki karakter yang khas pada masa awal kemunculannya, yaitu simpel dan tegas. Kedua karakter ini kemudian mempengaruhi seni arsitektur Islam pada saat itu. Jika kita melihat Masjid Quba, Masjid Dua Kiblat dan Masjid Nabawi pada bentuk asalnya, maka kita akan mendapati gambaran dua karakter tersebut yang menjelma dalam arsitektur bangunan sederhana dan kasar.

Tulisan ini didasarkan kepada riset yang dilakukan Doktor Muhammad Hisyam Na’san, kemudian kami suguhkan kepada pembaca setelah diringkas dan dimodifikasi sedemikian rupa. Dr. Muhammad Hisyam berkata, “Ketika menjelaskan arsitektur Islam secara ringkas, kita harus mengikuti perkembangan seni arsitektur Islam sejak awalnya, dimulai dari masa-masa pertama Islam. Kita juga harus mampu membedakan model arsitektur yang beraneka ragam, sesuai dengan perbedaan dinasti pemerintahan dan wilayah Islam, sehingga kita bisa menyederhanakan ilmu arsitektur Islam yang kompleks.

Dari hasil penelitian, kita bisa mengenali sekelompok corak arsitektur Islam yang beraneka ragam, berdasarkan sejarah dan lokasi kemunculannya. Di antara corak-corak arsitektur Islam yang terkemuka sebagai berikut:

a. Corak Arab Simpel yang bermuara pada masa-masa awal tumbuhnya Islam.

b. Corak Umawi yang bermuara pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah di Damaskus, Suria.

c. Corak Abbasi yang bermuara pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah di Bagdad, Irak.

Corak dan model arsitektur Islam berdasarkan lokasi negeri-negeri islam:

1. Corak Marakkish dan Andalusia, muaranya kembali kepada penduduk Afrika Utara dan Andalusia.

2. Corak Fathimi yang muaranya kembali kepada pemerintahan Dinasti Fathimiyah di Mesir.

3. Corak Ayyubi, muaranya kembali kepada Dinasti Ayyubiyah di Mesir.



1 2 3 4 5 6 7 next