Quo Vadis Kemajuan Negara-negara Muslim



Manusia dalam pandangan Islam memiliki nilai yang sangat menjulang. Manusia adalah khalifah Allah Swt di muka bumi. Islam menaruh nilai kehormatan kepada manusia. Di dunia ini tidak ada yang menyamai Islam dalam memberikan penghormatan kepada manusia. Karena penghormatan kepada manusia tidak sejalan dengan pelbagai peperangan dan pembunuhan.

Apakah tatkala rakyat Palestina ditindas dan selama puluhan tahun kita menjadi saksi bisu atas pembunuhan ribuan kaum Muslimin yang dilakukan oleh kaum Serbia. Di Afganistan dan Irak kita juga menyaksikan pembunuhan rakyat (wanita dan pria, anak-anak dan bocah-bocah belia) tak berdosa yang dilakukan oleh tentara Amerika. Dan di negara-negara Amerika dan Eropa kita menyaksikan keterbatasan dan penghinaan terhadap kaum Muslimin. Apakah seluruh perlakuan ini merupakan penghormatan kepada manusia dan kemanusiaan?

Amat disayangkan dewasa ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan, ekonomi, militer, kesehatan sebagian negara Barat telah membuat mata kita terlena dan terpesona sehingga tidak melihat jurang yang menganga dalam masalah kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan dan menutup mata atas kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa mereka. Peradaban Islam, suatu waktu menduduki puncak keemasan peradaban umat manusia.

Adapun mengapa negeri-negeri Islam masih sangat jauh ketinggalan dari kafilah peradaban emas, harus dikatakan bahwa terdapat banyak faktor dalam masalah ini di antaranya adalah karena kaum Muslimin tidak mengamalkan perintah-perintah Ilahi dan tiadanya persatuan di kalangan kaum Muslimin yang amat disayangkan merajalela secara kasat mata di negeri-negeri Islam.

Dengan kemenangan revolusi Islam, Iran telah berhasil memotong proses ketertinggalannya dan masyarakat muda Iran dengan semangat dan daya juang tinggi, meski adanya intrik yang tak kenal lelah yang dilancarkan oleh pihak musuh musuh, berupaya mengejar ketertinggalannya.

Atas dasar itu, setiap hari kita menyaksikan kesuksesan para pemuda Iran dalam pelbagai bidang keilmuan dan budaya. Meski masih terdapat banyak kekurangan dalam hal ini namun dengan semangat para ilmuan dan cendekiawan negara telah menggerakan Iran ke garda terdepan dengan posisi yang lebih kokoh dan konstan dari yang sebelum-sebelumnya.

Rusyd dalam ayat yang dimaksud adalah jalur untuk mengakses fakta bukan bermakna kemajuan dan perkembangan.

»

Sebelum mengulas pembahasan utama kiranya kita perlu mengurai beberapa pembahasan penting lainnya supaya persoalan ini menjadi lebih jelas dan terang bagi Anda:

1. Mengingat bahwa di antara seluruh agama Ilahi, agama Islam diperuntukkan bagi “setiap orang” dan “setiap ruang” serta “setiap waktu” hingga kiamat. Islam adalah agama yang bersifat umum dan universal. Karena itu, Islam pada masa okultasi (ghaibat) Imam Maksum As juga, tanpa ragu, tetap memiliki pemerintahan.[1]



1 2 3 4 5 6 next