Ijtihad kolektif, Keniscayaan Modernitas dan Kewajiban Agama (2)



Zaman kita sekarang sangat membutuhkan ijtihad yang serius dan membangun, ijtihad kontemporer yang berdiri di atas dasar syariat, ilmu dan wawasan untuk menghadapi berbagai perubahan sosial, perkembangan produksi, persoalan ekonomi kontemporer, problematika politik, perkembangan militer dan kemajuan teknologi.”

Peran Ijtihad Kolektif di Era Modern

Bisa kita sebutkan beberapa faktor yang membuat Ijtihad kolektif begitu penting pada zaman sekarang, di antaranya:

Pertama: untuk merealisasikan metode penetapan hukum yang ditradisikan Rasulullah Saw dalam menghadapi persoalan baru.

Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan Sayyid bin Musayyib dari Ali ra, ia berkata: aku berkata: “Ya Rasulallah, jika datang kepada kami perkara yang tidak ada penjelasannya dalam al-Qur`an dan tidak pula dalam sunnah, apa yang engkau perintahkan?” Rasulullah Saw bersabda, “berkumpullah para ahli fikih!” atau dalam sabda lain, “para ahli ibadah dari kaum muslimin, bermusyawarahlah di antara kalian dan janganlah diputuskan dengan satu pendapat saja.”

Inilah yang dipraktekkan para sahabat Nabi Saw dan para imam setelahnya. Al-Amidi berkata, “Sesungguhnya musyawarah hanya berkaitan dengan sesuatu yang diputuskan dengan ijtihad dan bukan diputuskan dengan wahyu.”

Kedua: mengatasi pengaruh ruang, waktu dan keadaan dalam menciptakan seorang mujtahid mutlak, baik secara kualitas maupun kuantitas dan mencegah timbulnya bahaya yang diakibatkan kelangkaan ulama dan ahli fikih yang layak menjadi mujtahid mutlak.

Tidak ragu lagi, ijtihad adalah sebuah karunia Allah Swt yang akan terus dinikmati kaum muslimin dengan kerja keras para mujtahid yang mumpuni di setiap waktu dan tempat, dan tidak berlaku khusus untuk satu zaman atau tempat saja.

Meskipun demikian, dunia Islam sedang menghadapi problem klasik yang terus berkembang, yaitu merosotnya semangat dan melemahnya tekad untuk mendalami ilmu syariat dan bahasa yang membuat pemiliknya memenuhi kriteria dan layak disebut sebagai mujtahid. Tidak ragu lagi, kekacauan situasi politik, sosial dan ekonomi memberikan pengaruh yang sangat besar atas kelemahan ini dan menjadi alasan sebagian ulama. Bahkan kemudian melenyapkan sosok mujtahid mutlak di panggung perundangan pada zaman sekarang.

Terlebih, pada zaman sekarang kita sangat membutuhkan terbentuknya Majlis Syura Islami yang merangkul semua mujtahid yang kompeten dalam berbagai bidang kehidupan; baik dalam bidang ekonomi, politik, administrasi negara, pertahanan, psikologi, pendidikan, bioloigi, kedokteran, ekologi, fisika, kimia dan geografi. Sebuah majlis yang menyatukan ulama-ulama paling cemerlang dan mujtahid dari seluruh dunia, yang berperan sebagai akal berpikir dan pengarah kehidupan kaum muslimin. Sesungguhnya dunia Islam sangat membutuhkan penyatuan pemikiran, tujuan dan visi kedepan. Dan kita berharap, bahasa dan pemikiran para mujtahid ini menyatu dengan semangat dan tuntutan zaman, dimana akan terhapus segala macam dikotomi yang memisahkan antara ilmu syariat dengan ilmu dunia.



1 2 3 4 5 6 7 next