Haji, Simbol Persatuan Kaum Muslimin



“Sesungguhnya memperhatikan urusan kaum muslimin adalah kewajiban kita semua, dan ibadah haji merupakan muktamar umum untuk mencari penyelesaian permasalahan kaum muslimin dari setiap tempat”

Allah Swt berfirman: “Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur”.

Bismillah wal hamdulillah wassholatu wassalam ala Rasulillah Saw, selanjutnya…

Ibadah Haji merupakan rukun kelima dari rukun Islam yang lima, merupakan ibadah yang menuntut dari manusia hati, jasad, dan hartanya untuk dikeluarkan, diawali dengan niat ikhlas karena Allah, disertai dengan melepas diri dari pakaian yang berjahit dan perhiasan dan kemegahan dan berakhir dengan thawaf di Baitullah Al-Haram.

Dari ibadah haji memberikan bekal yang dapat membersihkan hati, merubah jiwa-jiwa, memperkokoh azam, memperkuat potensi, menyatukan shaf dalam menghadapi berbagai mArabahaya yang mengancam dan dari musuh-musuh yang senantiasa melakukan kesempatan terhadap sesama mereka untuk melumpuhkan umat Islam, menjajah bumi Islam, menguasai dan merampas tempat-tempat suci, contoh yang terdekat adalah muktamar “Annapolis”!!

Di Antara Rahasia Ibadah Haji…

Setiap kegiatan dari ibadah memiliki rahasia yang selalu menyertainya, yang harus difahami dengan cermat. Makna ihram dan talbiyah adalah tajarrud (totalitas) jiwa dari hawa nafsu dan syahwat, menghadapkan seluruh perbuatan hanya kepada Allah, bersegera melakukan ketaatan dan perintah hanya untuk Allah; sehingga mendapatkan ridho dari-Nya dan berharap akan surga-Nya.

Ibadah thawaf adalah merupakan perputaran hati di tempat yang disucikan Allah bersatu antara pencari cinta dan yang dicinta, Dzat yang telah menganugerahkan kenikmatan, sungguh sangatlah hina menyadari kenikmatan yang telah diberikan namun tidak memahami ayat-ayat-Nya. Sa’i adalah pergi balik dari dua tempat yang diberikan rahmat; memohon ampunan dan keridhoan. Wukuf di Arafah adalah usaha yang tiada henti untuk tunduk dengan hati yang penuh rasa takut, lisan yang sibuk dengan do’a, harapan yang tulus dihadapan Dzat yang Maha kasih. Melontar jumroh merupakan simbol celaan dan penghinaan terhadap segala bentuk kejahatan dan kekerdilan jiwa, simbol nyata akan kejujuran azimah dalam menolak hawa yang merusak terhadap individu dan sosial. Menyembelih hewan qurban – sebagai penutup dalam jenjang peningkatan menuju tempat yang bersih dan jernih – kecuali tumpahnya darah kehinaan di tangan yang keras persendiannya dalam membangun kemuliaan, dan simbol pengorbanan dan penebusan jiwa di hadapan tentara Allah yang suci dan mulia.

Dalam ibadah haji ada sarana untuk takhaliyah (pembersihan), tahaliyah (penghiasan) dan zad (pembekalan).

Jika selesai melaksanakan ibadah haji kemudian kembali ke negerinya dengan aman dan selamat, mampu menempatkan dirinya dan umatnya menuju jalan hidayah dan petunjuk, seperti yang telah disebutkan Al-Quran petunjuk kepada orang-orang yang beriman akan misi yang mulia ini, Allah berfirman: “Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji” (Al-Baqoroh: 197), ini adalah sisi pembersihan dan pensucian diri dari kotoran dan dosa, dan berpecah belah dari jama’ah.



1 2 3 next