Ibnu Arabi dan Pengaruhnya Terhadap Peradaban di Mediterania



Ibnu Arabi lahir di ujung barat Mediterania (Murcia) dan setelah perjalanan panjang, ia mengakhiri hidupnya di ujung timur Mediterania (Damaskus). Dengan demikian ia telah menghubungkan Mediterania Timur dan Mediterania Barat meskipun ia merasakan pahitnya peperangan dan fitnah yang terjadi pada masanya. Ia telah membentuk pandangan peradaban yang menghubungkan antara dua sisi Mediterania dalam sebuah cakrawala yang luas, kaya dan dalam.

A. Pendahuluan

Mediterania telah menjadi pusat peradaban dunia sejak awal sejarah hingga abad kesembilan belas. Di pantai negara sekitarnya berada peradaban Mesopotamia, negara Syam dan Mesir Kuno. Peradaban-peradaban tersebut meluas ke timur, Asia hingga India, dan ke barat hingga Samudera Atlantik.

Sejarah peradaban awal telah menyaksikan tumbuhnya peradaban Sumeria, Akkadia, Babilonia, Assyria, Mesir Kuno, Hitsiya, Mitana, Kanaan dan Punisia. Semua ini berada di wilayah timur dan tenggara Mediterania. Selanjutnya muncul Persia yang menjadi penghubung antara peradaban ujung timur dan peradaban kuno di cekungan sungai Nil dan Mesopotamia.

Di sisi utara Mediterania terdapat peradaban orang-orang Yunani dan Romawi. Sudah barang tentu banyak konflik bermunculan yang bertujuan menguasai politik, budaya dan ekonomi Mediterania, sehingga pecahlah perang antara Yunani-Punisia, Yunani-Persia, Rumania-Punisia di Mediterania Barat dan Kartago jatuh pada 146 SM.

Mediterania menjadi saksi berdiri dan runtuh serta pasang surut beberapa peradaban. Kawasan ini pernah menjadi danau Kanaan Punisia dan pernah menjadi danau Romawi lalu kembali menjadi wilayah selatan dan timur Mediterania oleh dan ketika ekspansi Arab-Islam terjadi, yaitu setelah penaklukan besar pada abad ke-7 masehi.

Seolah-olah pergantian zaman menempatkan beberapa peran kepada beberapa masyarakat dan peradaban. Pada milenium kedua dan pertama sebelum Masehi telah disaksikan hegemoni timur dan tenggara Mediterania. Selanjutnya berubah menjadi hegemoni Eropa di utara Mediterania dengan dominasi Yunani, Romawi dan Bizantium sampai penaklukan Islam. Periode terjadi sekitar satu milenium. Milenium berikutnya diisi dengan peradaban Islam hingga muncul peradaban Eropa pada masa Renaisans, ketika kolonialisme Eropa melakukan ekspansi peradaban Eropa ke seluruh dunia tidak hanya Mediterania, dan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Topik pembicaraan kita saat ini bukanlah membicarakan masa penaklukkan Islam atau kebangkitan Eropa, namun masa dimana Syaikh Muhyiddin Ibnu Arabi hidup, agar kita dapat menjelajahi masa ketika ia hidup dan masa setelahnya.

B. Periode Ibn Arabi, Hidup dan Karyanya

Syaikh Muhyiddin Ibnu Arabi berada di atas piramida pemikiran dalam peradaban Islam, ilmu pengetahuan, melimpahnya karyanya dan luasnya pengetahuan.



1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next