Fathimah as: Penghulu Para Wanita Sejagad



Menurut riwayat-riwayat Ahlusunnah tentang Fathimah as adalah wanita yang paling utama (dari seluruh wanita sejagad). Di dalam kitab Mustadrak al-Shahihain dikatakan,

أَفْضَلُ نِسَاءُ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَدِيْجَةَ بِنْتِ خُوَيْلِدْ وَ فَاطِمَةَ بِنْتِ مُحَمَّدٍ وَ مَرَيْمَ بِنْتِ عِمْرَانَ وَ آسِيَةَ بِنْتِ مُزَاحِمٍ

Rasululah saw berkata, “Sesungguhnya wanita yang terbaik di dunia adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim.”[1]

Ibnu Abbas berkata Rasulullah saw sering mencium Sayidah Fathimah. Suatu hari Aisyah berkata, “Mengapa Anda sering mencium Fathimah?” Rasulullah menjawab, “(Karena ada alasannya) di malam Mikraj ketika Jibril membawaku ke surga. Aku disuguhi semua buah-buahan dari surga. Sari buah-buahan itulah yang kemudian membentuk nutfah Fathimah di rahim Khadijah as.

فَإِذَا انْشَقْتُ لِتِلْكَ الثِّمَارَ قَبِلْتُ فَاطِمَةَ فَأَصَبْتُ مِنْ رَائِحَتِهَا جَمِعَ تِلْكَ الثِّمَارَ الَّتِيْ أَکَلْتُهَا

Karena itu, jika aku merindukan buah-buahan itu, aku mencium Fathimah sehingga terciumlah aroma buah-buahan di surga yang pernah aku makan.”[2]

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَشْبَهَ کَلاَمًا وَحَدِيْثًا مِنْ فَاطِمَةَ بِرَسُوْلِ اللهِ (ص) وَ کَاَنَتْ إِذَا دَخَلَتْ عَلَيْهِ رَحِّبَ بِهَا، وَ قَامَ إِلَيْهَا، فَأَخَذَ بِيَدِهَا فَقَبَّلَهاَ وَ أَجْلِسَهَا فِيْ مَجْلِسَيْهِ

Siti Aisyah mengatakan, “Aku tidak melihat seorang pun yang pembicaraannya dan tutur katanya yang lebih mirip dengan Rasulullah dibanding Fathimah. Jika Fatimah datang Rasulullah menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Beliau berdiri, memegang tangannya, menciumnya dan kemudian mempersilakannya duduk di dekatnya.”[3]

إِنَّمَا فَاطِمَةُ بِضْعَةٌ مِنِّيْ يُؤْذِيْنِيْ مَا آذَاهَا وَ يَنْصَبْنِيْ مَا نَصَبَهَا

Di dalam kitab Shahih Tirmizi, Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya Fathimah as itu adalah belahan jiwaku. Siapa yang menyakitinya berarti menyakitiku dan siapa yang mengganggunya berarti menggangguku.”[4]



1 2 3 4 next