Bagaimana Abu Bakar, Umar dan Usman mencapai kursi khilafah



1.    Khilafah Abu Bakar:

Pasca wafatnya Rasulullah Saw, sementara Baginda Ali As belum lagi menuntaskan pemandian dan pengafanan jasad suci Rasulullah Saw, sebagian Muslimin berkumpul di Saqifah dan sibuk memilih khalifah pasca Rasulullah Saw. Setelah terjadi percekcokan sengit di antara Muhajir dan Anshar, pada akhirnya urusan khilafah berakhir dan diserahkan di pundak Abu Bakar.

2.    Khilafah Umar bin Khattab:

Setelah memerintah selama dua tahun beberapa bulan, Abu Bakar menderita sakit dan untuk membalas jasa Umar yang telah berusaha menetapkan khilafahnya, Abu Bakar mempersiapkan khilafah untuk Umar dan juga meyakinkan para penentang. Oleh itu, ia meminta sekelompok sahabat berkumpul dan di hadapan mereka Abu Bakar melantik Umar sebagai penggantinya. Pada hari wafatnya Abu Bakar, Umar menduduki tahkta khilafah yang bertepatan dengan tahun 13 Hijriah dan setelah Abu Bakar dimakamkan, Umar pergi ke masjid dan mengabarkan kepada masyarakat ihwal khilafah dan mengambil baiat dari mereka.

3.    Khilafah Usman bin Affan:

Setelah Umar terluka dan pada detik-detik akhir kehidupannya, ia memanggil enam orang untuk memilih khalifah selepasnya dan membatasi masalah khilafah dalam bentuk musyawarah (syura) di antara enam orang tersebut. Keenam orang itu adalah Ali bin Abi Thalib, Thalha, Zubair, Abdurrahman bin Auf, Usman bin Affan dan Saad bin Abi Waqqas.

Pada saat yang sama, Abu Thalha Anshari memerintahkan lima puluh orang Anshar untuk berdiri di belakang rumah tempat anggota syura berkumpul dan bersiaga menanti segala tindakan yang diambil oleh mereka yang berkumpul di dalam rumah untuk memilih khalifah. Abu Thalha menginstruksikan bahwa apabila setelah berakhir tiga hari masa pemilihan, lima orang sepakat memilih salah satu dari enam orang dan satu orang yang menentang maka orang yang menentang itu harus dipenggal lehernya. Apabila empat orang dari mereka memilih salah satu dari mereka dan dua orang yang menentang maka kepala kedua orang penentang itu harus dipisahkan. Dan apabila dalam memilih salah satu dari keenam orang, masing-masing dua pihak (pro dan kontra) sama-sama nilai suaranya maka pendapat tiga orang yang Abdurrahman bin Auf salah satu darinya yang benar dan tiga orang lainya apabila mereka menentang maka kepala mereka harus dipenggal.  Apabila setelah berakhir tiga hari, suara mereka tidak bulat dan kesemuanya menentang satu sama lain maka keenam orang itu harus dipenggal kepalanya kemudian kaum Muslimin akan memilih khalifah untuk mereka sendiri.



1 2 next