Ayat-ayat al-Quran Membuktikan Kelahiran Imam Zaman



Keyakinan akan kemunculan al-Mahdi di akhir zaman merupakan keyakinan seluruh kaum Muslimin, hal ini dikarenakan banyaknya hadis dan riwayat yang berbicara mengenai masalah ini yang jumlahnya mencapai ribuan hadis, sehingga mengingkari akan perkara ini berarti mengikari seluruh hadis tersebut, sebuah pengingkaran yang akan mengakibatkan runtuhnya pilar-pilar agama Islam. Karena apabila hadis yang sedemikian banyak masih saja diingkari kebenaran dan kesahihannya, lantas bagaimana dengan hadis-hadis lainnya yang berbicara mengenai pelbagai hukum dan ajaran Islam yang terkadang tidak mencapai puluhan hadis?

Kendati demikian, bukan berarti dalam permasalahan ini sama sekali tidak ada perbedaan pendapat di antara kaum Muslimin, perkara ini adalah suatu yang tidak dapat dipungkiri. Namun sekali lagi, perbedaan pandangan ini bukanlah alasan bagi masing-masing kelompok untuk saling hujat dan mencemooh. Karena tentunya pandangan yang ada didukung oleh berbagai argumen yang dianggap valid oleh masing-masing pihak.

Perbedaan yang terjadi di antara umat Islam dalam permasalahan ini adalah seputar kelahiran sang Imam, dimana para pengikut Ahlul Bait menyakini bahwa al-Mahdi pada tahun 255 HQ. telah dilahirkan di dunia ini dan sebagian ulama dan pengikut Ahlu Sunnah menyakini bahwa beliau hingga saat ini belum dilahirkan, tetapi beliau akan terlahir di akhir zaman dan kemudian bangkit menumpas kezaliman. Dikatakan sebagian di sini dikarenakan sekelompok dari ulama Ahlus Sunnah seperti Muhammad bin Thlahah Syafi’i (Mathâlib as-Suûl fî Manâqib Âli ar-Rasûl), Sibt bin Jauzi Hanafi (Tadzkirah al-Khawâsh) Abdul Wahab Sya’rani (al-Yawâqît wal al-Jawâhir) dan ulama lainnya menyakini bahwa al-Mahdi sejak beberapa abad lalu telah dilahirkan.

Intinya, berbedaan pendapat ini terjadi dikarenakan memang kelahiran Imam Mahdi as berlangsung secara sangat tersembunyi, bahkan dengan kekuasaan Allah Swt, tanda-tanda kehamilan ibunda Imam, Sayyidah Nargis sama sekali tidak tampak kecuali pada saat-saat ingin melahirkan. Sehingga bukan saja kelahiran sang Imam bahkan kehamilan ibunda beliau pun tidak ada yang mengetahuinya, bahkan oleh para kerabat sekalipun. Barulah setelah itu (imam dilahirkan), ayahanda beliau, Imam Hasan Askari as memberitakannya kepada sanak famili dan para pengikut setia beliau.

Tersembunyinya kelahiran al-Mahdi tidak lain dikarenakan kondisi keamanan yang sangat membahayakan keselamatan beliau. Dalam banyak riwayat dikatakan bahwa al-Mahdi yang akan meruntuhkan para penguasa zalim dan menegakkan keadilan adalah putera Imam Husain as yang kesembilan dan bahkan dalam sebagian hadis secara jelas dikatakan bahwa al-Mahdi adalah putera Imam Hasan Askari as. Oleh karenanya, para penguasa zalim saat itu yang mengetahui berita hadis-hadis ini dan khawatir akan kebangkitan al-Mahdi, secara cermat siang dan malam selalu mengawasi keluarga Imam Hasan Askari terutama isteri beliau. Oleh karena itu, suatu hal yang wajar jika mayoritas ulama dan pengikut Ahlu Sunnah tidak mengetahui dan menyakini kelahiran al-Mahdi aj.

Dalam tulisan singkat ini, dengan berpijak kepada ayat-ayat yang menyatakan akan keharusan adanya seorang Imam di muka bumi ini sepanjang masa, kami mencoba untuk membuktikan bahwa al-Mahdi telah dilahirkan di dunia ini dan hingga saat ini dengan kuasa Allah Swt beliau masih hidup menjalankan tugas-tugas Ilahi yang diembankan kepada beliau sebatas yang Dia izinkan[1].

Ayat Pertama:

"وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ"

orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk” (QS. Ar-Ra’d: 7).

Dalam ayat ini dinyatakan bahwa di setiap kaum terdapat seorang yang memberi petunjuk. Jelaslah kebutuhan manusia akan seorang pemberi petunjuk tidak terbatas pada masa tertentu saja, akan tetapi di sepanjang masa dan priode kehidupan manusia, mereka akan tetap membutuhkan seorang yang memberikan petunjuk kepada jalan-Nya. Oleh karenanya, dalam ayat ini Allah Swt dengan kebijakan-Nya menyatakan bahwa setiap kaum dari umat manusia di setiap generasi dan masa, terdapat seorang yang bertugas memberi petunjuk kepada mereka.



1 2 3 4 5 6 next