Kepribadian Nabi Terakhir Saw



 

Ummi (Buta Huruf) yang Alim

Salah satu keistimewaan Nabi Terakhir adalah bahwa beliau tidak pernah belajar membaca dan menulis pada seorangpun dari guru manusia. Beliau tidak tumbuh di lingkungan ilmu, namun justru di masyarakat Jahiliah. Dan tak seorangpun yang mengingkari hakikat ini yang dijelaskan oleh al-Quran. Nabi saw tumbuh di tengah-tengah kaum yang serbabodoh dan sangat primitif terhadap ilmu dan pengetahun. Masa itu kesohor dengan masa Jahiliah. Dan penamaan ini tidak muncul kecuali dari seorang yang berilmu yang memahami ilmu, kebodohan, dan akal.

Di samping itu, Nabi saw datang dengan membawa kitab yang mengajak kepada ilmu, budaya, pikiran, dan rasionalitas serta mengandung tumpukan makrifat dan pelbagai disiplin ilmu. Beliau mulai mengajarkan kitab dan hikmah kepada manusia sesuai dengan metode yang mengagumkan sehingga beliau menciptakan peradaban yang unggul; yang ilmu dan sainsnya mampu menembus

dunia Barat dan Timur. Dan sampai sekarang ilmu-ilmu Islam itu tetap bersinar. Nabi saw adalah seorang ummi, namun beliau begitu getol memerangi kebodohan dan para penyembah berhala. Beliau diutus dengan membawa agama yang lurus kepada manusia, juga membawa syariat universal yang selalu menantang manusia sepanjang masa. Beliau dengan sendirinya merupakan mukjizat, baik ilmunya, pengetahuannya, penuturannya, kekuatan akalnya dan budayanya maupun metode pendidikannya. Oleh karena itu, Allah Swt berfirman, „Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. Juga firman-Nya, „Dan Allah telah menurunkan kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar padamu.

Ya, Allah Swt telah menurunkan wahyu padanya dan mengajarinya kitab dan hikmah dan menjadikannya Sebagai cahaya dan pelita yang menerangi, dan dalil, saksi serta rasul yang menjelaskan, yang menasihati, yang terpercaya, yang mengingatkan, yang membawa kabar gembira dan yang membawa kabar buruk. Allah Swt telah melapangkan dadanya dan menyiapkannya untuk menerima wahyu serta melaksanakan misi pembimbingan masyarakat yang dikuasai oleh aroma fanatisme dan egoisme Jahiliah. Masyarakat mengenal beliau sebagai pemimpin tertinggi (termulia) di bidang dakwah, pendidikan dan pengajaran.

Adalah suatu loncatan (reformasi) besar ketika masyarakat Jahiliah·hanya dalam beberapa tahun·berubah menjadi pengawal yang terpercaya dan pembela kuat Kitab petunjuk dan pelita ilmu. Mereka menentang pelbagai usaha distorsi dan penyimpangan. Sesungguhnya itu merupakan mukjizat Kitab yang kekal ini dan Rasul ummi yang memimpin semua itu. Beliau merupakan seseorang yang paling jauh·di masyarakat jahiliah itu·dari pelbagai mitos (khurafat) dan dongeng palsu. Beliau adalah cahaya basirah Ilahiah yang meliputi seluruh aspek wujudnya.

 

Muslim Pertama yang Beriman Kepada Allah Swt

Sesungguhnya ketundukan mutlak kepada Allah, Sang Pencipta alam dan wujud, dan penyerahan sempurna kepada keagungan, kekuasaan-Nya dan validitas hikmah- Nya, ibadah yang dibangun oleh ikhtiyar (kesadaran) yang sempurna di hadapan Tuhan Yang Mahaesa dan Tempat Bergantung merupakan puncak pertama yang harus dicapai oleh setiap manusia. Sehingga ia layak untuk mendapatkan anugerah dan pemilihan Ilahi. Al-Quran mengisyaratkan hal itu kepada Nabi yang agung ini dalam firman-Nya, „Katakanlah, Sesungguhnya aku telah ditunjuk oleh



1 2 3 4 5 6 next