Siapa Bilang Kaum Munafik Bukan Sahabat Nabi Saw.?!



Meninjau tafsir-tafsir ahli sunnah

 

Posted on Januari 26, 2010 by Ibnu Jakfari

Sekali lagi Anda saya ajak melihat dari dekat kerancuan konsep keadilan seluruh sahabat yang menjadi andalan Mazhab Sunni dalam mempertahankan berbagai doktrinnya di samping kerancuan dan celah yang sudah saya sebutkan dalam beberapa artikel sebelumnya.

Apabila ada peneliti yang menyajikan data-data penyimpangan, pelanggaran, pembangkangan para sahabat mereka (ulama Sunni dan tentunya juga kaum awamnya) segera mengatakan mereka yang disebutkan dalam data-data dan nash (Al Quran dan Sunnah) adalh kaum munafik! Dan kaum munafik bukan termasuk sahabat Nabi! Jangan masukan munafik ke dalam daftar sahabat Nabi Saw.! Munafik ya munafik!

Demikianlah kurang lebih pembelaan yang mereka lontarkan.

Tetapi benarkan kaum munafik itu bukan sahabat Nabi Saw.?

Sepertinya seluruh data bertolak belakang dengan pembelaan yang mereka kkatakan. Sebab kenyataannya iaalah bahwa kaum munafik adalah mereka yang menyatakan (mengikrarkan) syahâdatain dengan lisan mereka, kendati hati mereka tidak menerimanya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa umat manusia di hadapan da’wah Nabi saw. Terkelompkkan menjadii tiga kelompok:

1)      Mereka yang menerima da’wah dan beriman kepada kenabian beliau dengan tulus. Mereka adalah kaum Mu’min.

2)      Kedua kaum yang menginkari kebenaran da’wah dan menolak kenabian beliau. Mereka iitu adalah kaum kafir. Kaum kafir yang ingkkar ini terbagi menjadi dua kelompok: A) Mereka yang berterus terang dalam kekafiran dan menentangannya. Mereka disebut kafir dan



1 2 3 next