SAIDATANA KHADIJAH AL – KUBRA



 

 

Khadijah, istri pertama Muhammad Al-Musthafa SAW,utusan Allah SWT-semoga Allah memberkahinya, juga Ahlul Baitnya- serta seorang Mukmin pertama, adalah seorang yang memiliki kepribadian yang mengagumkan. Ia memainkan peran yang gemilang dalam sejarah perkembangan Islam. Dia,bersama dengan Abu Thalib,adalah satu dari dua orang yang memberikan sumbangan terbesar bagi Islam dan kaum Muslim.  Pada awal ketika Islam berada di bawah tekanan yang takkunjung padam, dan selama tiga tahun lamanya dalam pengepungan dan pemboikotan dari kaum Quraisy, terutama oleh Bani Umayah terhadap Bani Hasyim dan Bani Thalib.

Beliau (Khadijah) dan Abu Thalib (yang mengasuh Nabi dari kecil) mengerahkan segalanya,dengan pengorbanan yang luar biasa.Keteguhan dan kegigihan,visi, serta keimanannya yang kuat,kepada Allah SWT dan kepada Muhammad Al-Musthafa SAW, Rasul-Nya yang terakhir dan termulia,sangat diperlukan sebagai dukungan atas Islam, sepanjang sepuluh tahun pertama keberadaanya.

baca selanjutnya

Khadijah lahir di Mekah , Ia adalah putrid Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qusay. Sedang Nabi SAW adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abd Manaf bin Qusay. Jadi keduanya masih dari satu garis keturunan Qusay.

Khuwailid,ayah Khadijah, adalah, seperti kebanyakan anggota suku Quraisy Mekah, juga seorang soudagar. Setelah meninggalnya sang ayah,Khadijah mengurusi bisnis keluarga, dan dengan cepat mengembangkannya. Dengan keuntungan yang didapatnya, ia menolong kaum papa, para janda, anak-anak yatim, orang-orang sakit dan cacat. Kalau ada gadis-gadis miskin, Khadijah menikahkan mereka, dan memberikan mahar untuk mereka.

Khadijah sendiri adalah orang yang lebih senang tinggaldi rumah,sedangkan saudara-saudara serta para sepupunya pun tidak menunjukkan ketertarikan untukmelakukan perjalanan bersama kafilah dagang.Karenanya, dia merekrut seorang agen manakala kafilah telah siap berangkat, ia merupakan seorang pedagang terkaya di Mekah.

Ibnu Sa’ad dalam kitab Tabaqat mengatakan bahwa kapan pun kafilah-kafilah Mekah berangkat dalamperjalanan mereka, muatan milik Khadijah setara dengan milik seluruh pedagang Quraisy lainnya. Dia memiliki ungkapan “sentuhan emasâ€‌,yaitu manakala ia menyentuh debu maka debu itu niscaya akan berubah menjadi emas. Sebab itulah penduduk Mekah memberinya julukan “Putri Quraisyâ€‌ (The Princess of Quraisy).Mereka juga menyebutnya “Putri Mekahâ€‌ (The Princess of Makka).  

Seluruh jazirah Arab merupakan masyarakat yang didominasi laki-laki. Perempuan tidak memeliki kehormatan,bagaiman apun hebatnya ia. Banyak orang Arab meyakini bahwa perempuan adalah pembawa sial, mereka memperlakukan perempuan lebih seperti binatang ternak daripada layaknya manusia. Dalam banyak kasus, mereka membunuh bayi perempuan mereka karena ketakutan mereka, bahwa ia akan menjadi tawanan dalam perang antarsuku, dan karenanya, menjadi budak musuh, dan statusnya sebagai budak akan membuat hina keluarga dan sukunya. Mereka membunuhnya dengan alasan takut miskin. Islam menetapkan pembunuhan terhadap bayi perempuan sebagai kejahatan besar.



1 2 3 4 next