PERANAN AKIDAH; Dalam Membina Manusia (1)



(kutipan pertama)

 

PRAKATA PENERBIT

     Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan kesejahteraan semoga dilimpahkan keharibaan Nabi yang terpilih dan terpercaya, Muhammad saww serta keluarganya yang suci.

Sesungguhnya pandangan manusia terhadap kehidupan dan alam semesta, pengetahuan-pengetahuan yang dimilikinya berkenaan dengan berbagai bidang dan bahkan naluri dan perasaan-perasaannya, semua itu bersumber dari akidah yang diyakininya. Di samping itu, akidah tersebut juga memiliki peranan penting dalam membina dan membangun pemikiran, etika dan tata cara hidup sosialnya, serta dalam mengarahkan kemampuan-kemampuannya ke arah membangun dan perubahan.

Meskipun lembaga-lembaga pemikiran hasil rekayasa manusia (al-madaris al-wadh’iyyah) telah berhasil mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang peradaban materialis, tapi lembaga-lembaga pemikiran tersebut  mengalami kegagalan fatal  dalam membina dan membangun sebuah kehidupan idaman yang bebas dari belenggu kebejadan dan kejahatan. Dekadensi moral, retaknya kehidupan rumah tangga dan kevakuman ideologi  adalah contoh riil dari kegagalan fatal itu sebagai persembahan peradaban materialis tersebut (kepada dunia) akibat rekayasa manusia sendiri.

Dengan berlandaskan kepada fitrah suci - sebagai anugerah Allah Yang Maha Pencipta - yang senantiasa menuntun manusia menuju cahaya akidah Islam yang dapat menerangi segala yang berada di sekitarnya, hikmah dan kebijaksanaan-Nya menuntut-Nya untuk memberikan petunjuk kepada manusia demi memahami akar dan dasar-dasar akidah sebagai landasan utama bagi pengetahuan manusia akan hakekat wujud ini. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat mencapai keyakinan dan kepercayaan yang benar, selamat dari cacat dan jauh dari segala penyelewengan.

Ketika manusia mau menggunakan akalnya, ia akan memahami bahwa akidah Islam meliputi undang-undang yang sempurna bagi setiap sisi dan dimensi kehidupannya, menunjukkan jalan baginya demi berkreasi dalam kehidupan tersebut, sejalan dengan fitrah setiap insan dan dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan ruhani dan materi setiap individu secara seimbang dan cermat. Di samping itu, akidah tersebut juga dapat menjamin terjaganya kehormatan dan kepribadiannya.

Hanya dengan formulasi-formulasi akidah inilah akan terealisasikan pembinaan kepribadian manusia, baik kepribadian setiap individu, masyarakat maupun negara Islam. Dan hanya dengan formulasi-formulasi tersebut juga akan terjalin hubungan dan ikatan (antar sesama manusia), diketahui hak-hak dan kewajiban, terealisasikan keadilan dan persamaan, terstabilkan keamanan dan keselamatan, terwujudkan rasa solidaritas, memasyarakat keutamaan dan kemuliaan, dan akan terwujudkan pembinaan kepribadian manusia dalam setiap sisi dan dimensi kehidupannya.

Dalam sisi pemikiran, akidah Islam telah berhasil mengeluarkan manusia dari alam takhayul dan kebodohan dengan menganjurkannya untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya demi merenungkan tanda-tanda keagungan Allah sehingga ia mampu mencapai kehidupan yang terhiasi dengan cahaya ilmu. Atas dasar ini, Islam melarang pengikutnya bertaklid dalam ruang lingkup akidah, dan sebaliknya, ia mendasari iman dengan ilmu dan pengetahuan.

Dalam sisi kehidupan sosial, akidah Islam telah berhasil merubah corak kehidupan masyarakat yang sebelumnya dilandasi oleh fanatisme suku, warna kulit dan harta benda dengan corak baru yang dilandasi oleh tolok ukur-tolok ukur spiritual (ma’nawiyah) yang teraktualkan dalam konsep takwa, fadhilah dan persaudaraan insani. Dengan ini, terbentuklah sebuah umat muslim ideal yang hidup di tengan-tengah masyarakat manusia, yang sebelumnya mereka berpecah belah dan menjalani kehidupan ini atas dasar balas dendam.

Dalam sisi etika dan akhlak, akidah Islam telah berhasil menumbuhkan kesadaran diri (al-wa’iz adz-dzati) yang mempercayai bahwa Sang Pencipta Yang Maha Tinggi nan Agung selalu memperhatikan segala tingkah laku manusia, dan setiap sepak terjangnya pasti memiliki pahala dan dosa. Hal ini akan menyebabkan keseimbangan naluri (gharizah) dan tumbuhnya akhlak yang mulia  (dalam dirinya); satu unsur yang dapat kita temukan dalam seluruh hukum Islam.

Begitu juga akidah Islam memiliki peranan penting dalam membangun masyarakat di bidang ekonomi, politik dan pendidikan. Dengan demikian, akidah Islam adalah simbol kekuatan  dalam  sejarah  peradaban Islam.



1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 next